Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Gubernur Jateng Gandeng KPK, Perkuat Benteng Antikorupsi Usai Maraknya OTT Kepala Daerah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Gubernur Jateng Gandeng KPK, Perkuat Benteng Antikorupsi Usai Maraknya OTT Kepala Daerah
Jateng

Gubernur Jateng Gandeng KPK, Perkuat Benteng Antikorupsi Usai Maraknya OTT Kepala Daerah

Afifah Anis CH
Last updated: 30 Maret 2026 17:51
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Gubernur kumpulkan kepala daerah
GUbernur Jateng kumpulkan kepala daerah dan gandeng KPK untuk perkuat integrtias dan cegah korupsi. (dok.Pemprov)
SHARE

GUBERNUR Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengambil langkah tegas dengan mengumpulkan seluruh kepala daerah dan pimpinan DPRD kabupaten/kota se-Jawa Tengah, menyusul maraknya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Contents
  • Integritas Kepala Daerah Jadi Kunci Utama Pencegahan
  • Pemda Butuh Pendampingan, Pencegahan Diutamakan
  • KPK: Banyak OTT Jadi Indikator Pencegahan Belum Optimal
  • Komitmen Bersama Tekan Perilaku Koruptif

Pertemuan tersebut digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin (30/3/2026), dan turut melibatkan langsung pihak KPK sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan korupsi di daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, kepala OPD, serta perwakilan KPK, yakni Wakil Ketua Fitroh Rohcahyanto dan Deputi Koordinasi dan Supervisi Ely Kusumastuti.

Integritas Kepala Daerah Jadi Kunci Utama Pencegahan

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penindakan seperti penangkapan dan penahanan merupakan kewenangan aparat penegak hukum. Namun, ia menekankan pentingnya integritas kepala daerah sebagai benteng utama dalam mencegah korupsi.

Menurutnya, setiap aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat publik khususnya kepala daerah harus memiliki komitmen kuat terhadap nilai integritas guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Ia juga menekankan bahwa pelanggaran hukum merupakan tanggung jawab individu, bukan institusi. Setelah adanya penandatanganan pakta integritas, setiap pejabat khususnya kepala daerah diminta konsekuen terhadap komitmen yang telah dibuat.

Pemda Butuh Pendampingan, Pencegahan Diutamakan

Gubernur menyatakan pemerintah daerah membutuhkan pendampingan intensif agar tidak terjerumus dalam praktik korupsi. Ia berharap upaya pencegahan dapat lebih diutamakan dibanding penindakan.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa pada 2025 yang menyasar kepala desa di Jawa Tengah. Kini, pendekatan diperluas hingga tingkat kabupaten/kota dan provinsi, termasuk lembaga legislatif daerah.

KPK: Banyak OTT Jadi Indikator Pencegahan Belum Optimal

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan seluruh kepala daerah dalam upaya pencegahan korupsi secara kolektif.

Ia menegaskan bahwa KPK tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga terus memperkuat strategi pencegahan melalui sosialisasi, monitoring, dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, tingginya intensitas OTT di Jawa Tengah justru menjadi sinyal bahwa upaya pencegahan masih perlu ditingkatkan.

“Banyaknya penindakan bukan sesuatu yang membanggakan. Itu menunjukkan bahwa pencegahan belum maksimal,” ujarnya.

Komitmen Bersama Tekan Perilaku Koruptif

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menekan praktik korupsi.

KPK menekankan bahwa komitmen yang telah ditandatangani dalam pakta integritas harus dijalankan secara nyata dan konsisten, bukan sekadar formalitas administratif.

Upaya kolektif ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan serta membangun budaya birokrasi yang bersih dan berintegritas di Jawa Tengah.

*Ikuti media sosial kami.

Jateng Kian Dilirik Investor, Pabrik Kemasan Asal Tiongkok Investasi Rp1,12 Triliun di KEK Kendal
Pemprov Jateng Pastikan Penanganan Bencana Tak Berhenti di Fase Darurat
Jelang Mudik Lebaran 2026, 4.870 Titik Jalan Berlubang di Jawa Tengah Dituntaskan
Komitmen Tegas Dukung Presiden Prabowo, Jateng Komitmen Fokus Pangan, Ekonomi, dan SDM
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Bikin Pati Bau, Gubernur Luthfi Perintahkan Dikubur Pakai Alat Berat
TAGGED:gandeng kpkintegritas pejabatkepala daerahott bupatipencegahan korupsi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article konsumsi bbm selama arus mudik lebaran 2026 Konsumsi BBM dan LPG Naik Saat Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok Aman hingga Arus Balik
Next Article Wagub Jateng saat menerima kunjungan DPR RI terkait kasus campak di Jawa Tengah Tren Suspek Campak Meningkat, Tiga Daerah Masuk KLB, Pemprov Jateng Perkuat Imunisasi dan Edukasi

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.