Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jateng Kian Dilirik Investor, Pabrik Kemasan Asal Tiongkok Investasi Rp1,12 Triliun di KEK Kendal
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Jateng Kian Dilirik Investor, Pabrik Kemasan Asal Tiongkok Investasi Rp1,12 Triliun di KEK Kendal
Jateng

Jateng Kian Dilirik Investor, Pabrik Kemasan Asal Tiongkok Investasi Rp1,12 Triliun di KEK Kendal

Afifah Anis CH
Last updated: 5 Mei 2026 14:52
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Investor asing mulai tanamkan modal di Jateng
Jateng Kian Dilirik Investor, Pabrik Kemasan Asal Tiongkok Investasi Rp1,12 Triliun di KEK Kendal. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PROVINSI Jawa Tengah semakin menunjukkan daya tariknya sebagai tujuan investor global. Terbaru, perusahaan kemasan kertas asal Tiongkok, PT Hoi Fu, resmi menanamkan investasi senilai Rp1,12 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Contents
  • Realisasi Investasi Tembus Rp23 Triliun di Awal 2026
  • Beragam Insentif dan Kemudahan Perizinan Tarik Investor
  • KEK Kendal Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
    • Secara kumulatif hingga triwulan I 2026, kawasan ini mencatat:
  • Efek Domino: Investor Lain Berpotensi Masuk

Investasi tersebut tidak hanya memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai magnet investasi global, tetapi juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja lokal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut stabilitas daerah menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan investor.

“Iklim yang kondusif, keamanan terjaga, serta komitmen pemerintah daerah menjadi alasan kuat investor memilih Jawa Tengah,” ujarnya.

Realisasi Investasi Tembus Rp23 Triliun di Awal 2026

Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun. Dari total tersebut, penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan porsi sebesar 58 persen.

Angka ini menunjukkan tren positif sekaligus menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Menurut Sakina, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai kemudahan dan insentif bagi investor, terutama yang masuk ke kawasan ekonomi khusus.

Beragam Insentif dan Kemudahan Perizinan Tarik Investor

Sejumlah fasilitas diberikan untuk menarik minat investor, di antaranya:

  • Tax allowance
  • Tax holiday
  • Tax deduction

Selain itu, keberadaan administrator KEK dinilai sangat membantu dalam mempercepat proses perizinan.

“Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pelaku usaha bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani birokrasi yang rumit,” katanya.

Pemerintah daerah juga aktif melakukan pendampingan, termasuk menjembatani komunikasi dengan kementerian terkait jika terjadi kendala di lapangan.

KEK Kendal Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Groundbreaking proyek PT Hoi Fu telah dilakukan pada Sabtu (2/5/2026), menandai dimulainya pembangunan fasilitas produksi di KEK Kendal.

Secara kumulatif hingga triwulan I 2026, kawasan ini mencatat:

  • Realisasi investasi: Rp101,93 triliun
  • Penyerapan tenaga kerja: 117.941 orang

Tak hanya itu, keberadaan KEK Kendal turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang mencapai 9 persen secara tahunan (year-on-year).

Efek Domino: Investor Lain Berpotensi Masuk

Pemprov Jawa Tengah juga terus memperkuat komunikasi dengan investor melalui berbagai asosiasi dagang internasional. Strategi ini dinilai efektif dalam menciptakan efek domino, di mana investasi yang sudah masuk akan merekomendasikan wilayah ini kepada pelaku usaha lainnya.

Dengan kombinasi stabilitas, insentif, dan kemudahan perizinan, Jawa Tengah diproyeksikan akan terus menjadi salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.

*Ikuti media sosial kami.

BPJS Kesehatan Permudah Cek Status PBI JKN Lewat PASTI JKN dan Mobile JKN, Peserta Tak Perlu Khawatir Lagi
Gubernur Luthfi Ultimatum BUMD: Tingkatkan PAD atau Siap Dievaluasi
2.935 Atlet Taekwondo Ikuti Gubernur Cup 2026, Bidik Lahirnya Sang Juara
1.100 Pelari Ramaikan Friendship Run Semarang, Borobudur Marathon 2026 Kian Dekat
Wagub Jateng Video Call Korban Bullying di Kebumen, Beri Semangat dan Hadiah Sepeda
TAGGED:investasi globalinvestortenaga kerja
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pj Sekda saat memberikan keterangan pers terkait tidak disetujuinya pengangkatan perangkat desa di Desa Purwasaba. (dok. kominfo) Terungkap! Ini Alasan Bupati Banjarnegara Tolak Pengangkatan Perangkat Desa Purwasaba
Next Article Tim Caremax saat memberikan pelatihan di RUtan Banjarnegara Rutan Banjarnegara Gandeng Caremax, Rubara Carwash Didorong Lebih Kompetitif

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.