PROVINSI Jawa Tengah semakin menunjukkan daya tariknya sebagai tujuan investor global. Terbaru, perusahaan kemasan kertas asal Tiongkok, PT Hoi Fu, resmi menanamkan investasi senilai Rp1,12 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
Investasi tersebut tidak hanya memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai magnet investasi global, tetapi juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja lokal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyebut stabilitas daerah menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan investor.
“Iklim yang kondusif, keamanan terjaga, serta komitmen pemerintah daerah menjadi alasan kuat investor memilih Jawa Tengah,” ujarnya.
Realisasi Investasi Tembus Rp23 Triliun di Awal 2026
Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun. Dari total tersebut, penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan porsi sebesar 58 persen.
Angka ini menunjukkan tren positif sekaligus menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Menurut Sakina, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai kemudahan dan insentif bagi investor, terutama yang masuk ke kawasan ekonomi khusus.
Beragam Insentif dan Kemudahan Perizinan Tarik Investor
Sejumlah fasilitas diberikan untuk menarik minat investor, di antaranya:
- Tax allowance
- Tax holiday
- Tax deduction
Selain itu, keberadaan administrator KEK dinilai sangat membantu dalam mempercepat proses perizinan.
“Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pelaku usaha bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani birokrasi yang rumit,” katanya.
Pemerintah daerah juga aktif melakukan pendampingan, termasuk menjembatani komunikasi dengan kementerian terkait jika terjadi kendala di lapangan.
KEK Kendal Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Groundbreaking proyek PT Hoi Fu telah dilakukan pada Sabtu (2/5/2026), menandai dimulainya pembangunan fasilitas produksi di KEK Kendal.
Secara kumulatif hingga triwulan I 2026, kawasan ini mencatat:
- Realisasi investasi: Rp101,93 triliun
- Penyerapan tenaga kerja: 117.941 orang
Tak hanya itu, keberadaan KEK Kendal turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang mencapai 9 persen secara tahunan (year-on-year).
Efek Domino: Investor Lain Berpotensi Masuk
Pemprov Jawa Tengah juga terus memperkuat komunikasi dengan investor melalui berbagai asosiasi dagang internasional. Strategi ini dinilai efektif dalam menciptakan efek domino, di mana investasi yang sudah masuk akan merekomendasikan wilayah ini kepada pelaku usaha lainnya.
Dengan kombinasi stabilitas, insentif, dan kemudahan perizinan, Jawa Tengah diproyeksikan akan terus menjadi salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.
*Ikuti media sosial kami.
