Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Tren Suspek Campak Meningkat, Tiga Daerah Masuk KLB, Pemprov Jateng Perkuat Imunisasi dan Edukasi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Tren Suspek Campak Meningkat, Tiga Daerah Masuk KLB, Pemprov Jateng Perkuat Imunisasi dan Edukasi
Jateng

Tren Suspek Campak Meningkat, Tiga Daerah Masuk KLB, Pemprov Jateng Perkuat Imunisasi dan Edukasi

Afifah Anis CH
Last updated: 30 Maret 2026 18:12
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Wagub Jateng saat menerima kunjungan DPR RI terkait kasus campak di Jawa Tengah
Wakil GUbernur Jawa Tengah saat menerima kunjungan anggota DPR RI terkait kasus campak di Jawa Tengah. (dok. Pemprov)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Campak dengan memperkuat program imunisasi dan edukasi masyarakat.

Contents
  • Penularan Campak Sangat Tinggi, Imunisasi Jadi Kunci
  • Cakupan Tinggi, Tapi Masih Ada Kantong Risiko
  • DPR Soroti Edukasi dan Penolakan Imunisasi
  • Edukasi dan Kolaborasi Jadi Penentu

Langkah ini diambil menyusul tren peningkatan suspek campak dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, puncak kasus terjadi pada Januari 2026 dengan 792 suspek.

Saat ini, Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tercatat di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Sementara dua daerah lainnya, Brebes dan Kudus, masuk kategori suspek.

Penularan Campak Sangat Tinggi, Imunisasi Jadi Kunci

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa tingkat penularan campak sangat tinggi sehingga memerlukan langkah pencegahan serius.

Menurutnya, satu penderita campak dapat menularkan hingga 18 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19. Oleh karena itu, penguatan imunisasi menjadi strategi utama untuk menekan penyebaran.

“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi yang sempat terganggu saat pandemi,” ujarnya usai menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Semarang, Senin (30/3/2026).

Selain campak, penguatan imunisasi juga diarahkan untuk penyakit menular lain seperti tuberkulosis.

Cakupan Tinggi, Tapi Masih Ada Kantong Risiko

Meski menghadapi peningkatan kasus, capaian imunisasi di Jawa Tengah tergolong tinggi. Pada 2025, cakupan vaksinasi MR bayi mencapai 106,7 persen atau melampaui target.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, Maria Endang Sumiwi, menyebut Jawa Tengah relatif berhasil menjaga cakupan imunisasi di tengah jumlah penduduk yang besar.

Namun, ia mengingatkan masih terdapat kantong wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penyebaran. Pemetaan hingga tingkat desa dinilai penting agar intervensi lebih tepat sasaran.

DPR Soroti Edukasi dan Penolakan Imunisasi

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai upaya pemerintah daerah sudah berjalan baik, tetapi perlu diperkuat melalui edukasi publik yang lebih luas.

Ia menekankan pentingnya pelibatan berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua, hingga tokoh masyarakat dan influencer, dalam meningkatkan kesadaran imunisasi.

Selain itu, masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian campak.

“Jika ada penolakan, risiko penularan akan semakin besar. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Edukasi dan Kolaborasi Jadi Penentu

Pemprov Jawa Tengah menegaskan bahwa pengendalian campak tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.

Melalui penguatan edukasi, peningkatan cakupan imunisasi, serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan potensi lonjakan kasus dapat ditekan dan KLB tidak meluas ke wilayah lain.

Sebagai informasi, campak merupakan infeksi virus yang sangat menular melalui droplet batuk atau bersin. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, dan ruam, dengan risiko komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, hingga kematian, terutama pada anak yang belum divaksinasi.

*Ikuti media sosial kami.

Dialog Intensif dengan Serikat Pekerja, May Day Diarahkan Lebih Produktif
Tegal Business Forum 2026 Harus Hasilkan Investasi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni
Gubernur Lantik Mahanni Jadi Wakil Bupati Klaten, Kemiskinan 11 Persen Jadi Sorotan
Gubernur Ahmad Luthfi dan KPK Bantah Klaim Fadia Arafiq soal OTT Bupati Pekalongan
Investor Dubai Siapkan Rp5 Triliun untuk Bangun Mini Refinery di Jepara
TAGGED:imunisasikasus campakpenyakit menular
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur kumpulkan kepala daerah Gubernur Jateng Gandeng KPK, Perkuat Benteng Antikorupsi Usai Maraknya OTT Kepala Daerah
Next Article Kejaksaan tetapkan tersangka dugaan korupsi Kejari Banjarnegara Tetapkan Bendahara Bumdesma UPK Batur Tersangka Dugaan Korupsi

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.