Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Pemprov Jateng Pastikan Penanganan Bencana Tak Berhenti di Fase Darurat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Pemprov Jateng Pastikan Penanganan Bencana Tak Berhenti di Fase Darurat
JatengBerita

Pemprov Jateng Pastikan Penanganan Bencana Tak Berhenti di Fase Darurat

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 30 Januari 2026 16:51
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
Gubernur tinjau langsung Penanganan Bencana
Gubernur Jateng melakukan tinjauan langsung penanganan bencana di Kabupaten Pemalang. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, tidak boleh berhenti pada tahap tanggap darurat semata. Pemerintah daerah diminta memastikan proses penanganan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar pulih.

Contents
  • Ribuan Warga Terdampak, Pemulihan Jadi Fokus Utama
  • Pendataan Akurat Jadi Dasar Bantuan dan Pemulihan Ekonomi
  • Pendidikan dan Kesehatan Pengungsi Jadi Prioritas dalam Penanganan Bencana
  • Pemulihan Menyeluruh untuk Bangkit Pasca Bencana

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau langsung perkembangan penanganan bencana di Kecamatan Pulosari, Jumat (30/1/2026). Dalam kunjungan itu, ia memberikan arahan langsung kepada jajaran pemerintah daerah agar penanganan pascabencana dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi lintas sektor.

“Hari ini kita memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani secara clear dan paripurna,” ujar Ahmad Luthfi usai memberikan arahan di Kantor Kecamatan Pulosari dan meninjau lokasi terdampak di Desa Penakir.

Ribuan Warga Terdampak, Pemulihan Jadi Fokus Utama

Ahmad Luthfi menjelaskan, sejak status darurat bencana ditetapkan oleh Bupati Pemalang, penanganan dilakukan secara holistik dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga dukungan dari pemerintah pusat.

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut berdampak pada 813 kepala keluarga atau 2.777 jiwa yang harus mengungsi. Selain itu, tercatat sekitar 80 rumah mengalami kerusakan, 78 bidang lahan terdampak, serta belasan jembatan rusak akibat banjir dan longsor.

“Yang paling penting bukan hanya hari ini, tetapi bagaimana masyarakat ke depan bisa bangkit kembali dan menjalani kehidupan secara normal,” tegasnya.

Pendataan Akurat Jadi Dasar Bantuan dan Pemulihan Ekonomi

Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pendataan korban secara detail dan akurat dengan sistem by name by address. Pendataan ini mencakup kerusakan rumah, lahan pertanian, barang berharga, hingga ternak warga, sebagai dasar penyaluran bantuan dan program pemulihan sosial ekonomi.

“Sawah yang tergenang akan diajukan sebagai gagal panen agar bisa diklaim melalui asuransi,” ujarnya, didampingi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Pendidikan dan Kesehatan Pengungsi Jadi Prioritas dalam Penanganan Bencana

Selain aspek fisik dan ekonomi, Ahmad Luthfi juga memberi perhatian serius pada pendidikan dan kesehatan warga terdampak. Ia menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan lokasi belajar sementara bagi anak-anak pengungsi, sekaligus menugaskan guru-guru agar proses belajar tetap berjalan.

Di sektor kesehatan, ia meminta pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala di lokasi pengungsian, serta memastikan rujukan cepat ke rumah sakit jika ditemukan kondisi darurat. Artinya penanganan bencana ini harus berjalan dengan baik dan tidak berhenti pada masa tanggap darurat saja.

Pemulihan Menyeluruh untuk Bangkit Pasca Bencana

Menurut Ahmad Luthfi, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan masyarakat terdampak tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga mampu pulih secara sosial, ekonomi, dan psikologis, serta kembali menjalani kehidupan yang layak.

Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat
Sumarno Warning Sekda se-Jateng: KDMP Jangan Bernasib Seperti KUD yang Tumbang
Prambanan hingga Borobudur Diperkuat sebagai Ruang Ibadah, Taj Yasin Soroti Potensi Wisata Religi
281 Ribu Rumah Warga Miskin Rampung Dibangun, Kolaborasi Multi Sumber Anggaran Percepat Penyediaan Hunian Layak
Tekankan Persatuan, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Warga Gumregut Nyawiji Bangun Jawa Tengah
TAGGED:penanganan bencana
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Personel Polres Banjarnegara terima penghargaan Dedikasi Tanpa Henti, 52 Personel Polres Banjarnegara Terima Satyalancana Pengabdian
Next Article Gubernur minta Pemkab segera siapkan lokasi Huntara Gubernur Dorong Relokasi Aman Warga Terdampak Bencana, Siapkan Huntara dan Huntap

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.