Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Wagub Jateng Kawal Langsung Penanganan Banjir Pekalongan dari Lapangan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Wagub Jateng Kawal Langsung Penanganan Banjir Pekalongan dari Lapangan
JatengBerita

Wagub Jateng Kawal Langsung Penanganan Banjir Pekalongan dari Lapangan

Afifah Anis CH
Last updated: 30 Januari 2026 11:28
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Wagub kawal langsung penanganan banjir pekalongan
Wakil Gubernur Jateng akan mengawal langsung penanganan banjir pekalongan. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen terus mengawal langsung penanganan banjir Pekalongan yang melanda sejumlah wilayah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh posko pengungsian memiliki fasilitas yang layak serta kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

Contents
  • Sanitasi Jadi Perhatian, Wagub Minta Fasilitas Terus Ditambah
  • BPBD Pekalongan Tambah Titik Pengungsian dan Lakukan Penataan
  • Banjir Pekalongan Rendam 31 Desa, Lebih dari 60 Ribu Warga Terdampak

Perhatian khusus diberikan pada aspek kesehatan dan sanitasi, terutama ketersediaan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) di lokasi pengungsian.

“Ya nanti saya coba cek lagi. Kemarin saat tinjauan langsung waktu banjir Pekalongan sudah saya instruksikan, dan alhamdulillah sudah ada WC portable,” ujar Gus Yasin usai menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (29/1/2026).

Sanitasi Jadi Perhatian, Wagub Minta Fasilitas Terus Ditambah

Meski sudah tersedia satu unit WC portable, Gus Yasin menilai kebutuhan sanitasi di pengungsian masih perlu ditingkatkan, seiring jumlah warga terdampak yang cukup besar.

Ia menegaskan, fasilitas dasar seperti air bersih, toilet, dan kebersihan lingkungan pengungsian menjadi faktor penting untuk mencegah penyakit dan menjaga kesehatan pengungsi, terutama anak-anak dan lansia.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga meminta warga terdampak bencana untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan kepada petugas maupun pemerintah daerah.

“Kalau ada informasi lagi, tolong saya diberi tahu saja. Segera kita tindak lanjuti. Saya butuh masukan dari masyarakat, termasuk titik-titik pengungsian yang perlu perhatian khusus,” tegasnya.

Ia juga mengimbau warga Jawa Tengah yang terdampak banjir, rob, longsor, maupun banjir bandang agar tetap bersabar. Pemprov Jateng, kata dia, akan terus bersiaga hingga kondisi benar-benar pulih. “Mohon bersabar, saat ini masih terus kita upayakan,” ujarnya.

BPBD Pekalongan Tambah Titik Pengungsian dan Lakukan Penataan

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, mengakui saat ini baru tersedia satu unit WC portable di lokasi pengungsian utama. Namun, pengungsi juga dapat memanfaatkan fasilitas toilet di sekitar lokasi, seperti masjid.

“Memang baru ada satu WC portable, tetapi sudah ada fasilitas di masjid. Jadi sementara masih bisa dimanfaatkan,” jelas Agus.

BPBD bersama pemerintah daerah juga telah membuka titik pengungsian baru di International Batik Centre (IBC) yang memiliki fasilitas kamar mandi lebih memadai. Penataan pengungsian terus dilakukan agar fasilitas yang tersedia bisa digunakan secara merata, mengingat sebagian warga memilih bertahan di lokasi yang dekat dengan rumah.

Banjir Pekalongan Rendam 31 Desa, Lebih dari 60 Ribu Warga Terdampak

Berdasarkan data sementara, banjir Pekalongan telah merendam 31 desa di delapan kecamatan. Bencana ini berdampak pada 60.164 jiwa atau 19.190 kepala keluarga.

Hingga Senin malam, 27 Januari 2026, tercatat 1.704 warga masih mengungsi. Selain itu, sebanyak 11.582 rumah dan 60 fasilitas umum dilaporkan terdampak banjir Pekalongan.

Pemprov Jawa Tengah memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan pengungsi, hingga pemulihan pascabanjir dapat berjalan optimal.

*Ikuti media sosial kami.

LKPJ APBD 2025 Resmi Disetujui DPRD, Jateng Andalkan Investasi untuk Hadapi Tekanan Fiskal
Target 3 Juta Rumah Dikebut! Pemerintah Pusat–Daerah Bersatu Tekan Backlog Nasional
Mobile JKN Permudah Layanan BPJS Kesehatan, Peserta di Kebumen Akui Urus Administrasi Kini Lebih Praktis
Ahmad Luthfi Targetkan Tenis Meja Jateng Bangkit, PTMSI Diminta Cetak Atlet Juara
Desa Mandiri di Jateng Meningkat, Bukti Kebijakan Pembangunan Desa Berjalan Efektif
TAGGED:banjir pekalongan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wagub Jateng bakal cek MBG Kudus Dugaan Keracunan Program MBG di Kudus, Pemprov Jateng Turun Tangan Lakukan Evaluasi
Next Article Lismadi, Kades Nyentrik Lismadi, Kades Nyentrik Kutayasa: Senyum Jadi Kekuatan Memimpin

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.