Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Desa Mandiri di Jateng Meningkat, Bukti Kebijakan Pembangunan Desa Berjalan Efektif
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Desa Mandiri di Jateng Meningkat, Bukti Kebijakan Pembangunan Desa Berjalan Efektif
JatengBerita

Desa Mandiri di Jateng Meningkat, Bukti Kebijakan Pembangunan Desa Berjalan Efektif

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 25 Januari 2026 15:53
By Adel Maulina Zulfa
6 Min Read
Share
Desa Mandiri Sragen
Jumlah desa mandiri di Jawa Tengah melonjak signifikan pada 2025 menjadi 2.208 desa. Pemprov Jateng dorong pembangunan desa lewat kolaborasi OPD dan bantuan keuangan Rp1,7 triliun. (dok.Pemprov Jateng)
SHARE

TRANSFORMASI pembanginan yang dimulai dari desa atau pembangunan yang dimulai dari desa melalui program desa mandiri oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan hasil nyata dan menggembirakan.

Contents
  • Dari Jalan hingga Wisata Unggulan, Kaliwedi Sragen Menjelma Desa Mandiri
  • Wisata Waterboom Jadi Motor Ekonomi Desa
  • Tata Kelola Desa Diperkuat, Transparansi Jadi Prinsip
  • Jejak Transformasi Serupa Terjadi di Desa Jatibatur
  • Jawa Tengah Panen Desa Mandiri, Kolaborasi Jadi Kunci
  • Membangun Jawa Tengah Dimulai dari Desa

Berdasarkan Indeks Desa (ID) Tahun 2025, jumlah desa mandiri di Jawa Tengah melonjak drastis menjadi 2.208 desa, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 1.530 desa. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan desa di Jawa Tengah berjalan di jalur yang tepat dan semakin merata.

Transformasi ini dapat dilihat di Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, langkah yang dilakukan desa ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa yang terarah mampu mengubah wajah perekonomian dan kesejahteraan warga. Dari desa yang pernah tertinggal, Kaliwedi kini berhasil naik kelas dan menyandang status desa mandiri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyebut lonjakan desa mandiri ini mencerminkan keberhasilan kebijakan pembangunan desa di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Dari Jalan hingga Wisata Unggulan, Kaliwedi Sragen Menjelma Desa Mandiri

Perjalanan itu tidak instan. Berdasarkan Indeks Desa (ID), pada 2024 Kaliwedi masih berstatus desa maju. Namun capaian tersebut dijadikan pijakan oleh pemerintah desa untuk terus berbenah hingga akhirnya pada 2025 berhasil mencapai level tertinggi dalam klasifikasi pembangunan desa.

Keberhasilan Kaliwedi tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, khususnya melalui bantuan keuangan (Bankeu) provinsi.

Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, mengungkapkan pada 2025 desanya menerima Bankeu Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp100 juta yang dimanfaatkan untuk pengaspalan jalan desa.

“Jalan desa yang baik menjadi pemicu utama pergerakan ekonomi warga,” ujar Daryono, Minggu (25/1/2026).

Wisata Waterboom Jadi Motor Ekonomi Desa

Perbaikan infrastruktur berdampak langsung pada sektor pariwisata desa. Kaliwedi memiliki destinasi unggulan Waterboom Jambangan Permai yang dikelola oleh BUMDes.

Hasilnya signifikan. Jumlah pengunjung melonjak dari sekitar 39 ribu orang menjadi lebih dari 80 ribu orang per tahun. Pendapatan waterboom pun meningkat tajam, dari sekitar Rp800 juta menjadi Rp1,3 miliar pada 2025.

“Akses yang mulus membuat wisatawan lebih mudah datang,” kata Daryono.

Tak hanya wisata, infrastruktur jalan yang membaik juga memperlancar distribusi potensi desa lainnya, mulai dari sayur-mayur, peternakan, perkebunan kelengkeng dan melon, hingga produksi padi organik.

Desa Mandiri Jateng
Desa mandiri Jateng terus meningkat. Tahun 2025, jumlah desa mandiri di Jawa Tengahmencapai 2.208 desa. (dok. Pemprov Jateng)

Tata Kelola Desa Diperkuat, Transparansi Jadi Prinsip

Kemajuan ekonomi diikuti dengan pembenahan tata kelola pemerintahan desa. Pemerintah Desa Kaliwedi menerapkan sistem berbasis tiga pilar, yakni pemerintahan, kewilayahan, dan pemberdayaan.

Administrasi desa kini berbasis sistem informasi, layanan kesehatan dan posyandu telah memenuhi enam standar pelayanan minimal, serta kesiapsiagaan bencana terus diperkuat.

Di bidang sosial dan budaya, desa mendirikan sanggar tari sejak 2025 yang melibatkan sekitar 50 anak desa. Seluruh kebijakan desa diputuskan melalui musyawarah desa dengan prinsip keterbukaan anggaran.

“Anggaran harus terbuka. Warga harus tahu,” tegas Daryono.

Pada 2026, dukungan Pemprov Jawa Tengah kembali mengalir. Desa Kaliwedi menerima Bankeu sekitar Rp400 juta untuk pembangunan rabat beton dan jalan usaha tani yang menghubungkan desa dengan kawasan agrowisata.

Jejak Transformasi Serupa Terjadi di Desa Jatibatur

Kisah sukses tak hanya terjadi di Kaliwedi. Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, juga mencatat transformasi serupa. Dari desa berstatus rendah, Jatibatur kini berhasil menyandang predikat desa mandiri.

Kepala Desa Jatibatur, Sutardi, menyebut pada 2025 desanya menerima Bankeu Provinsi Jawa Tengah Rp100 juta yang digunakan untuk pengecoran jalan desa.

“Sekarang jauh lebih aman dan nyaman bagi warga maupun pengunjung,” ujarnya.

Keberadaan objek wisata Sendang Kun Gerit menjadi primadona dan motor penggerak ekonomi desa. Pendapatan Asli Desa (PADes) terus meningkat, ditopang kinerja BUMDes dan sektor wisata.

Infrastruktur yang membaik juga berdampak besar pada sektor pertanian. Dengan dukungan sumur dan jaringan irigasi dari dana desa, petani yang sebelumnya hanya panen sekali setahun kini bisa panen hingga tiga kali setahun.

“Perekonomian warga naik dan desa kami makin dikenal,” kata Sutardi.

Jawa Tengah Panen Desa Mandiri, Kolaborasi Jadi Kunci

Sementara itu, Kepala Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyampaikan bahwa berdasarkan Indeks Desa 2025, kondisi desa di Jawa Tengah menunjukkan kemajuan signifikan.

Saat ini terdapat:

  • 2.208 desa mandiri
  • 3.921 desa maju
  • 1.666 desa berkembang
  • 15 desa tertinggal

Menurut Nadi, lonjakan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang terus diperkuat oleh Gubernur Ahmad Luthfi. “Pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur harus bergerak bersama. Kolaborasi adalah kuncinya,” ujarnya.

Membangun Jawa Tengah Dimulai dari Desa

Nadi menambahkan, peningkatan Bankeu desa juga berperan besar. Pada 2024 nilainya mencapai Rp1,6 triliun, dan meningkat menjadi Rp1,7 triliun pada 2025.

“Nilainya hampir setara dana desa dari pusat. Saat dana pusat menurun, bantuan provinsi menjadi penopang utama,” katanya.

Ia menegaskan, kemajuan desa akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara menyeluruh.

“Ketika desa mandiri dan maju, ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” katanya.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.

Halaman Kantor Gubernur Jateng Jadi Pasar Tiban, Ratusan UMKM Buka Stand Produk Lokal
Wagub Taj Yasin Minta Kafilah MTQ Korpri Jateng Tak Sekadar Mengejar Prestasi, tetapi Mendalami Makna Al-Qur’an
APIP Harus Jadi Garda Terdepan, Cegah Tindak Pidana Korupsi di Pemerintah Daerah
Perajin Batik Jawa Tengah Turun 40 Persen, Nawal Yasin Siapkan Enam Strategi Regenerasi
Gowes Sambil Wisata, Jasirah Heritage Cycling 2026 Kenalkan Destinasi Bersejarah
TAGGED:desa mandiri
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article kerusakan akibat diternag angin kencang Angin Kencang Mengamuk di Grogol Banjarnegara, Atap Rumah Warga Beterbangan
Next Article Bisyarah bentuk perhatian pemprov pada para penghafal Quran Tahfidz Kian Diapresiasi, Santri Kendal Terima Bisyarah dari Wagub Jateng
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.