Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: MTQ Nasional XXXI di Jateng Bukan Sekadar Lomba, Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Nasional > MTQ Nasional XXXI di Jateng Bukan Sekadar Lomba, Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Nasional

MTQ Nasional XXXI di Jateng Bukan Sekadar Lomba, Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

Reza Sanjaya
Last updated: 12 September 2026 11:06
By Reza Sanjaya
5 Min Read
Share
Penyerahan piala MTQ Nasional dari menteri agama pada gubernur jateng
Penyerahan piala MTQ Nasional dari menteri agama pada gubernur jateng. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut kemeriahan MTQ Nasional di Jawa Tengah menjadi gambaran kuat tentang persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman Indonesia.

Contents
  • MTQ Jadi Ruang Pertemuan Masyarakat Lintas Agama
  • MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Semakin Banyak Daerah Jadi Tuan Rumah
  • Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional Setelah 47 Tahun
  • Ribuan Peserta Ramaikan MTQ Nasional XXXI
  • MTQ Beri Dampak Ekonomi untuk Jateng

Ribuan orang dari berbagai daerah berkumpul di Jawa Tengah dalam gelaran MTQ Nasional XXXI 2026. Tak hanya menjadi ajang kompetisi membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, perhelatan ini juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat lintas agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut MTQ telah berkembang menjadi salah satu pesta rakyat terbesar di Indonesia. Menurutnya, kemeriahan MTQ justru menunjukkan bahwa nilai keagamaan dapat menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan dalam masyarakat yang majemuk.

“MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia,” kata Nasaruddin dalam Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Jumat (11/9/2026) malam.

MTQ Jadi Ruang Pertemuan Masyarakat Lintas Agama

Nasaruddin mengatakan keterlibatan masyarakat berbeda agama dalam kegiatan MTQ bukan hal baru di Indonesia. Ia mencontohkan penyelenggaraan MTQ di Sulawesi Utara. Masyarakat Kristen turut memeriahkan kegiatan tersebut, bahkan paduan suara gereja ikut membawakan Mars MTQ.

Pengalaman serupa juga terlihat dalam penyelenggaraan Pesparawi di Manokwari yang melibatkan masyarakat muslim dalam kepanitiaan.

Menurut Nasaruddin, fenomena tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang perjumpaan sosial yang melampaui batas identitas.

Suasana serupa terlihat dalam Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Masyarakat dari berbagai latar belakang hadir menyambut para kafilah yang datang dari seluruh Indonesia.

MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Semakin Banyak Daerah Jadi Tuan Rumah

Tingginya antusiasme masyarakat dan pemerintah daerah menjadi salah satu alasan Kementerian Agama mengubah pola penyelenggaraan MTQ Nasional menjadi setiap tahun. Dengan pola tersebut, lebih banyak daerah mendapat kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus memperoleh manfaat sosial, budaya, pariwisata, dan ekonomi.

Nasaruddin juga menilai Indonesia memiliki pengalaman kuat dalam penyelenggaraan MTQ hingga menjadi salah satu rujukan di tingkat internasional. Skala MTQ di Indonesia dinilai besar karena melibatkan bukan hanya peserta, tetapi juga pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai unsur pendukung.

Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional Setelah 47 Tahun

Jawa Tengah kembali menjadi tuan rumah MTQ Nasional setelah terakhir kali menggelar ajang tersebut pada 1979.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat atas kepercayaan tersebut. Ia memastikan berbagai persiapan telah dilakukan untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI.

“Mewakili masyarakat Jawa Tengah, kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia, dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Antusiasme terlihat sejak Malam Ta’aruf. Perwakilan kafilah dari 37 provinsi hadir bersama sejumlah kepala daerah. Luthfi menyebut sejumlah gubernur telah hadir dan 17 gubernur dijadwalkan mengikuti pembukaan MTQ Nasional di Semarang.

Ribuan Peserta Ramaikan MTQ Nasional XXXI

Sekretaris Umum LPTQ Nasional Muchlis Muhammad Hanafi mengatakan MTQ Nasional XXXI diikuti 2.242 peserta. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan. Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas penilaian, panitia melibatkan 155 dewan hakim.

Para hakim bertugas memberikan penilaian secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.

Seluruh cabang musabaqah digelar di sejumlah lokasi di Kota Semarang. Kehadiran peserta, pendamping, dan tamu dari berbagai daerah turut menghidupkan aktivitas masyarakat selama penyelenggaraan MTQ.

MTQ Beri Dampak Ekonomi untuk Jateng

Selain membawa pesan keagamaan dan persatuan, MTQ Nasional XXXI juga memberikan peluang ekonomi bagi Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi menyebut hampir 7.831 tamu diperkirakan datang ke Jawa Tengah. Tingginya kunjungan tersebut turut meningkatkan permintaan terhadap hotel dan kendaraan rental.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat selama MTQ berlangsung.

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah tidak hanya menjadi arena untuk mencari qari, qariah, hafiz, mufassir, dan peserta terbaik.

Lebih dari itu, MTQ menjadi momentum memperluas silaturahmi, menggerakkan ekonomi daerah, sekaligus memperlihatkan bahwa keberagaman agama dan budaya dapat menjadi kekuatan yang menyatukan Indonesia.

*Ikuti media sosial kami.

Dipuji Presiden Prabowo, Gubernur Ahmad Luthfi Pacu Swasembada Pangan Jateng 2026
20 Terapis Netra Jateng Layani Kafilah MTQ Nasional, Tarif Pijat Rp50 Ribu
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Semarang Buka 24 Jam untuk Kafilah MTQ
Jelang Mudik Lebaran 2026, Ahmad Luthfi Targetkan Jalan Jateng Bebas Keluhan
Jateng Ubah Sampah Jadi Energi, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Nasional
TAGGED:ekonomi jatenggubernur luthfimenteri agamamtq nasional
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Polsek Kembaran saat ikut ronda malam bareng warga Polsek Kembaran Sambangi Warga Ronda Malam, Perkuat Keamanan Lingkungan
Next Article Tim Community Development Officer (CDO) PLN Indonesia Power UBP Mrica ketika menjelaskan kegiatan Capability Building Mitra Binaan PLN Indonesia Power UBP Mrica Dorong Mitra Binaan Naik Kelas, Bidik Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru

Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Minimarket yang menjadi lokasi aksi pencurian di Banjarnegara
CCTV Ungkap Dugaan Pencurian di Indomaret Banjarnegara, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2,4 Juta
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.