Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jateng Ubah Sampah Jadi Energi, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Nasional
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Nasional > Jateng Ubah Sampah Jadi Energi, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Nasional
Nasional

Jateng Ubah Sampah Jadi Energi, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Nasional

Afifah Anis CH
Last updated: 29 Agustus 2026 09:51
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
Gubernur Jateng terima penghargaan nasional berkat ubah sampah jadi energi
Gubernur Jateng terima penghargaan nasional berkat ubah sampah jadi energi. (dok. Pemprov)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA – Ubah sampah jadi energi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat penghargaan nasional atas inovasi dalam mengelola sampah dari hulu hingga hilir. Inovasi ini tidak hanya mengurangi timbunan di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi sudah mengubah sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar industri.

Contents
  • Jateng Bagi Pengelolaan Sampah Berdasarkan Volume
  • Semarang hingga Tegal Raya Disiapkan untuk PSEL
  • Timbunan Sampah di TPA Juga Jadi Perhatian
  • Sejumlah Daerah Jateng Juga Raih Penghargaan
  • Pemerintah Targetkan Zero Sampah 2029

Penghargaan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) tersebut diterima langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali Batch II 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center.

Apresiasi itu diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media Group. Jawa Timur juga menerima penghargaan pada kategori yang sama, sedangkan Kabupaten Wonosobo menjadi daerah terbaik tingkat kabupaten/kota untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI.

Jateng Bagi Pengelolaan Sampah Berdasarkan Volume

Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbesar kapasitas TPA. Pemerintah perlu menyesuaikan teknologi pengolahan dengan volume dan karakteristik sampah di setiap wilayah.

Untuk timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari, Pemprov Jateng mendorong skema aglomerasi dan regional melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Sementara daerah dengan produksi sampah sekitar 100-200 ton per hari diarahkan menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

“Pengelolaan sampah kita bagi dalam beberapa klaster. Untuk volume besar kita dorong aglomerasi dan regional, termasuk untuk PSEL. Sementara yang 100-200 ton per hari kita arahkan menggunakan RDF,” kata Luthfi.

Semarang hingga Tegal Raya Disiapkan untuk PSEL

Skema aglomerasi dikembangkan Pemprov Jateng melalui kerja sama dengan Danantara. Konsep tersebut menempatkan sampah sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi energi. Di Semarang Raya, pengelolaan mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Sementara Pekalongan Raya melibatkan Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang.

Adapun Tegal Raya mencakup Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes. Pengembangan serupa juga didorong di kawasan Soloraya, yang melibatkan Surakarta, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, hingga Salatiga.

Selain PSEL, teknologi RDF telah diterapkan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, di antaranya Cilacap, Banyumas, Kudus, dan Magelang. Sampah yang telah melalui proses pengolahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bagi industri semen.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

Timbunan Sampah di TPA Juga Jadi Perhatian

Pemprov Jateng tidak hanya fokus mengelola sampah yang baru masuk ke TPA. Timbunan sampah lama yang sudah menggunung juga mulai disiapkan untuk diolah. Di TPA Jatibarang, Kota Semarang, pemerintah berencana bekerja sama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk mengolah timbunan sampah menjadi bahan bakar solar.

Sementara di kawasan Soloraya, pemerintah mendorong masuknya investasi untuk mengolah timbunan sampah yang sudah ada. Teknologi pengolahan di hilir tidak akan cukup jika produksi sampah dari masyarakat terus meningkat.

Karena itu, Pemprov Jateng juga memperkuat penanganan dari sumber melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengurangi sampah. Salah satunya dilakukan melalui program Desa Mandiri Sampah.

“Persoalan sampah tidak hanya bagaimana mengolah timbunan di TPA. Dari hulunya juga harus kita selesaikan. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting,” ujarnya.

Sejumlah Daerah Jateng Juga Raih Penghargaan

Selain penghargaan untuk Pemprov Jateng, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah juga mendapat apresiasi pada kategori berbeda.

Kabupaten Rembang meraih terbaik pertama tingkat pemerintah kabupaten untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan. Kota Tegal menjadi terbaik kedua tingkat pemerintah kota pada kategori yang sama.

Sementara Kota Salatiga meraih terbaik pertama tingkat pemerintah kota untuk kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan.

Luthfi menyebut capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar.

“Dari Jawa Tengah banyak yang dapat penghargaan. Ini menjadi motivasi kita untuk lebih giat dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Pemerintah Targetkan Zero Sampah 2029

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, persoalan sampah dan lingkungan menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat. Terlebih, pemerintah telah menetapkan target zero sampah pada 2029.

Menurut Tito, penghargaan kepada pemerintah daerah berprestasi bukan sekadar bentuk apresiasi. Pemerintah pusat juga menyiapkan insentif fiskal sebagai stimulus agar daerah terus meningkatkan kinerja pembangunan dan pelayanan publik.

Penghargaan tersebut mempertegas arah baru pengelolaan sampah di Jawa Tengah. Sampah tidak lagi sekadar diangkut dan dibuang, tetapi dikurangi sejak dari sumber, diolah, dan dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi maupun bahan bakar yang memiliki nilai ekonomi.

*Ikuti media sosial kami.

Stop Panic Buying, Pemerintah Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Jawa Tengah Aman
Mendikdasmen: Rp 29 Miliar Untuk Revitalisasi 28 Gedung Sekolah di Banjarnegara
Pemkab Banjarnegara Perketat Pengelolaan Sampah untuk Kejar Target Nasional 2030
Pernah Juara Umum PeSONas, Ahmad Luthfi Bidik Emas Bersama Atlet Disabilitas Jateng
UHC Awards 2026: Dukungan Daerah Menggema Nasional, Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan
TAGGED:kelola sampah jadi energipengelolaan sampahpenghargaanzero sampah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pelepasan atlet pelajar Banjarnegara jelang Popda Jateng 2026 Bidik 10 Besar dan 73 Medali, 282 Atlet Pelajar Banjarnegara Siap Tampil di Popda Jateng
Next Article penyerahan bulan dana PMI Kabupaten Purbalingga Bulan Dana PMI Purbalingga 2025 Tembus Rp1,8 Miliar, Tertinggi dalam 13 Tahun

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.