KABARBANYUMASRAYA.COM – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan menuju sejumlah daerah, termasuk di Bandara Ahmad Yani. Mengantisipasi terganggunya mobilitas kafilah MTQ Nasional XXXI 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang beroperasi selama 24 jam.
Perpanjangan jam operasional tersebut menjadi langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya penerbangan tambahan, penerbangan tidak terjadwal, maupun pengalihan penerbangan dari bandara lain yang terdampak.
Sedikitnya kafilah dari 10 provinsi memiliki perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta. Mereka berasal dari Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.
Pemprov Jateng Siapkan Alternatif Transportasi
Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario jika Bandara Soekarno-Hatta masih mengalami gangguan ketika rombongan kafilah mulai berdatangan.
Jika penerbangan melalui Jakarta belum memungkinkan, perjalanan dapat dijadwalkan ulang atau dialihkan menggunakan moda transportasi lain.
“Kalau nantinya Soekarno-Hatta memang belum beroperasi, berarti mereka harus melakukan reschedule atau perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi. Tetapi untuk area transportasi darat, kami siap,” kata Agung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (7/9/2026).
Koordinasi juga dilakukan dengan PT KAI untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan transportasi darat bagi penumpang yang sebelumnya mengandalkan penerbangan melalui Jakarta.
Bandara Ahmad Yani Siaga 24 Jam
General Manager PT Angkasa Pura Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan Bandara Ahmad Yani telah memperpanjang operasional menjadi 24 jam sejak Minggu malam. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pengalihan penerbangan dari bandara yang terdampak erupsi.
“Kami sudah menyampaikan kepada shuttle ataupun transportasi lain yang beroperasi di wilayah Semarang untuk tetap beroperasi,” ujar Sulistyo.
Dengan kebijakan tersebut, penumpang yang tiba di Semarang tetap mendapat dukungan transportasi menuju tujuan masing-masing.
Bandara Ahmad Yani juga terus memantau jadwal perjalanan kafilah yang direncanakan menuju Jawa Tengah melalui jalur udara.
29 Penerbangan Ahmad Yani Dibatalkan
Dampak erupsi Anak Krakatau masih terasa pada aktivitas penerbangan. Hingga Senin pukul 10.00 WIB, tercatat 29 penerbangan di Bandara Ahmad Yani dibatalkan.
Rinciannya, 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan. Total terdapat 3.420 penumpang yang terdampak, terdiri atas 1.842 penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan. Sebagian besar penerbangan yang terdampak merupakan rute dari dan menuju Jakarta.
Abu Vulkanik di Jateng Masih Relatif Aman
Di tengah gangguan penerbangan tersebut, pemantauan kondisi abu vulkanik di Jawa Tengah menunjukkan situasi yang relatif aman.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, mengatakan berdasarkan pemantauan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, arah angin di lapisan bawah maupun atas mayoritas bergerak ke barat. Kondisi tersebut membuat potensi sebaran abu vulkanik ke Jawa Tengah relatif kecil.
“Secara relatif untuk Jawa Tengah potensinya aman dan hasil pemantauannya negatif,” kata Yoga.
Hasil paper test untuk mendeteksi abu vulkanik di sekitar Bandara Ahmad Yani pada 6 dan 7 September juga menunjukkan hasil negatif. Pemantauan di sejumlah wilayah lain, termasuk Tegal, Cilacap, dan Kertajati, turut menunjukkan hasil serupa.
BPBD Minta Warga Tetap Waspada
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan hingga Senin belum ada laporan dampak erupsi Anak Krakatau yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.
Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Pemerintah kabupaten dan kota diminta memastikan informasi perkembangan kondisi udara tersampaikan kepada masyarakat.
Warga juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan apabila menemukan debu atau asap.
MTQ Nasional Tetap Dipersiapkan
Pemprov Jawa Tengah memastikan gangguan penerbangan tidak menghentikan persiapan penyambutan kafilah MTQ Nasional.
Selain membuka operasional Bandara Ahmad Yani selama 24 jam, pemerintah menyiapkan alternatif transportasi darat untuk memastikan mobilitas peserta dari berbagai daerah tetap berjalan.
Langkah tersebut dilakukan agar agenda nasional MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah tetap berlangsung meski kondisi penerbangan masih dinamis akibat erupsi Anak Krakatau.
*Ikuti media sosial kami.
