Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Layanan Jantung JKN Berubah, BPJS Kesehatan Fokus pada Hasil Kesehatan Pasien
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Nasional > Layanan Jantung JKN Berubah, BPJS Kesehatan Fokus pada Hasil Kesehatan Pasien
Nasional

Layanan Jantung JKN Berubah, BPJS Kesehatan Fokus pada Hasil Kesehatan Pasien

Afifah Anis CH
Last updated: 17 September 2026 08:47
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
BPJS Kesehatan mendorong perubahan layanan penyakit jantung melalui pendekatan Value-Based Health Care, dari sekadar membiayai tindakan medis menuju hasil kesehatan yang lebih baik bagi peserta JKN
BPJS Kesehatan mendorong perubahan layanan penyakit jantung melalui pendekatan Value-Based Health Care, dari sekadar membiayai tindakan medis menuju hasil kesehatan yang lebih baik bagi peserta JKN. (dok. BPJS Kesehatan)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Tingginya kasus dan biaya pelayanan penyakit jantung mendorong BPJS Kesehatan mengubah pendekatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Fokus layanan kini diarahkan pada hasil kesehatan pasien (health outcomes), bukan semata-mata jumlah tindakan medis yang diberikan.

Contents
  • Biaya Pelayanan JKN 2025 Capai Rp191,3 Triliun
  • BPJS Kesehatan Dorong FKTP Diperkuat untuk Cegah Penyakit Jantung
  • Indikator Mutu Mulai Bergeser ke Outcome Pasien
  • RS Dustira Layani 975 Pasien Cathlab Peserta JKN
  • Kolaborasi dan Pola Hidup Sehat Jadi Kunci Pencegahan

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan pendekatan Value-Based Health Care diperlukan untuk menjaga keberlanjutan JKN di tengah meningkatnya biaya pelayanan kesehatan.

“Keberlanjutan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membiayai pelayanan kesehatan, tetapi juga kemampuan memastikan outcome kesehatan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia,” ujar Prihati.

Biaya Pelayanan JKN 2025 Capai Rp191,3 Triliun

Prihati mengungkapkan, total pembiayaan pelayanan BPJS Kesehatan Program JKN sepanjang 2025 mencapai Rp191,3 triliun. Sekitar 87,1 persen di antaranya terserap untuk pelayanan di rumah sakit.

Penyakit jantung menjadi salah satu perhatian karena tingginya jumlah kasus sekaligus kebutuhan pembiayaannya.

Pada 2025, lebih dari 29,7 juta kasus penyakit jantung tercatat dijamin melalui Program JKN dengan total pembiayaan sekitar Rp17,35 triliun.

Menurut Prihati, pengendalian penyakit jantung tidak bisa hanya dilakukan ketika pasien sudah membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pencegahan harus diperkuat sejak fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

BPJS Kesehatan Dorong FKTP Diperkuat untuk Cegah Penyakit Jantung

BPJS Kesehatan mendorong FKTP menjadi garda depan dalam pengendalian faktor risiko penyakit jantung melalui layanan promotif dan preventif.

Upaya tersebut antara lain pengendalian tekanan darah dan gula darah, pemeriksaan HbA1C secara berkala, memastikan kepatuhan pasien mengonsumsi obat, serta pemantauan peserta yang memiliki risiko tinggi.

“Banyak kasus penyakit jantung merupakan dampak faktor risiko yang tidak terkendali di hulu. Karena itu, pelayanan di tingkat FKTP perlu diperkuat,” kata Prihati.

Sementara di rumah sakit, pendekatan berbasis outcome diterapkan melalui sejumlah strategi, antara lain pengambilan keputusan medis melalui Heart Team, tata laksana sesuai pedoman klinis, pemeriksaan Fractional Flow Reserve (FFR), hingga staged revascularization.

Indikator Mutu Mulai Bergeser ke Outcome Pasien

BPJS Kesehatan juga mendorong perubahan sistem pemantauan mutu pelayanan intervensi jantung. Indikator yang sebelumnya lebih banyak menilai proses pelayanan mulai diarahkan pada hasil yang diterima pasien.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi waktu tanggap pada kondisi kritis, keselamatan setelah tindakan, ketepatan intervensi, kualitas pemulihan, kepatuhan terhadap protokol, serta efisiensi sistem rujukan.

“Paradigmanya harus berubah dari paying for services menjadi purchasing better outcomes, dari treating events menjadi preventing events, dan dari mengukur utilisasi menjadi mengukur outcome,” ujar Prihati.

RS Dustira Layani 975 Pasien Cathlab Peserta JKN

Komitmen peningkatan layanan jantung juga dilakukan Rumah Sakit Tingkat II Dustira, Cimahi.

Kepala RS Tingkat II Dustira, Muchlas Fahmi, mengatakan kebutuhan layanan jantung dari peserta JKN di rumah sakit tersebut cukup tinggi.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Dustira telah melayani 975 pasien cathlab, dan seluruhnya merupakan peserta JKN.

Muchlas menegaskan peningkatan mutu pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pelayanan tidak hanya dituntut cepat dan tepat, tetapi juga aman, bermutu, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.

Kolaborasi dan Pola Hidup Sehat Jadi Kunci Pencegahan

Mewakili Pangdam III Siliwangi, Pamen Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Lingkungan Hidup, Tri Adrijanto Santoso, menilai kualitas layanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi.

Akses yang mudah, kecepatan pelayanan, dan kualitas layanan juga menjadi faktor penting. Kodam III Siliwangi, kata dia, mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar, menilai penyakit jantung perlu mendapat perhatian serius karena termasuk penyakit dengan biaya pelayanan tinggi dalam Program JKN.

Ia mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan dan penerapan pola hidup sehat.

Menurutnya, penerapan Value-Based Health Care juga penting untuk meningkatkan efisiensi Program JKN dengan menempatkan hasil kesehatan pasien sebagai salah satu tolok ukur utama pelayanan.

*Ikuti media sosial kami.

Baca Ikrar Pelajar Indonesia, Mendikdasmen Catat Sejarah Baru di Banjarnegara
Manfaat Nyata BPJS Kesehatan, Operasi Batu Empedu Gratis Berkat JKN
Alma Esbeye Meriahkan MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Padati Masjid Agung Semarang
Atasi Antrean Jantung dan Stroke, Kemenkes Genjot Pemerataan Dokter Spesialis hingga Daerah
Ayo Datang! Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang Dimeriahkan Opick dan Rekor MURI
TAGGED:biaya JKNbpjs kesehatancathlabCimahijknlayanan jantungpenyakit jantungRS DustiraValue-Based Health Care
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Semifinal MTQ Nasional 2026, 12 Kafilah Ditantang Gali Gagasan soal Ecotheology Semifinal MTQ Nasional 2026, 12 Kafilah Ditantang Gali Gagasan soal Ecotheology
Next Article Polsek Purwanegara mengamankan seorang pemuda terduga melakukan pencurian di bengkel mobil Diduga Curi Peralatan Bengkel Mobil di Banjarnegara, Pemuda Nyaris Diamuk Warga

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.