Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Final Football Santri 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Pesantren
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Final Football Santri 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Pesantren
Jateng

Final Football Santri 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Pesantren

kaisar
Last updated: 23 Oktober 2026 13:12
By kaisar
5 Min Read
Share
Final Football Santri 2026, ajang pembinaan sepak bola dari kalangan pesantren
Final Football Santri 2026, ajang pembinaan sepak bola dari kalangan pesantren. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Kompetisi Football Santri 2026 diharapkan menjadi wadah untuk menjaring pemain potensial dari pondok pesantren. Melalui kompetisi ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong pembinaan sepak bola dari kalangan santri agar mendapat kesempatan berkembang hingga ke jenjang yang lebih tinggi..

Contents
  • Santri Punya Potensi dalam Sepak Bola
  • Darul Amanah Kendal Juara dengan Skor 2-1
  • Pemprov Jateng Dorong Kegiatan Santri Berdampak Luas
  • Football Santri Diharapkan Berkembang ke Tingkat Nasional

Harapan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menyaksikan final Football Santri 2026 antara Pondok Pesantren (PP) Darul Amanah Kendal dan PP Walisongo Sragen di Kabupaten Kendal, Kamis (22/10/2026).

Dalam pertandingan tersebut, PP Darul Amanah Kendal keluar sebagai juara setelah mengalahkan PP Walisongo Sragen dengan skor 2-1.

Kompetisi yang digagas Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Santri Punya Potensi dalam Sepak Bola

Dalam laga final, wakil gubernur ini juga mengapresiasi permainan sepak bola dari para santri, mereka mampu menunjukkan kualitas permainan yang menjadi modal penting untuk dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.

“Pertandingan bagus tadi, mulai dari kerja tim. Yang paling menarik itu kerja tim. Satu tim benar-benar bisa kita lihat kekompakannya,” ujar Gus Yasin.

Ia berharap penyelenggara dapat mengidentifikasi pemain-pemain terbaik dari kompetisi tersebut untuk memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan sepak bola pada jenjang lanjutan.

“Insyaallah nanti akan dipilih pemain-pemain terbaik dari Jawa Tengah untuk bisa kita sekolahkan di tingkat lanjutan, sesuai dengan apa yang diharapkan Gus Rozin,” katanya.

Menurut Taj Yasin, kompetisi olahraga di lingkungan pesantren tidak semestinya berhenti pada pertandingan semata. Ajang tersebut perlu menjadi pintu masuk bagi pengembangan bakat sekaligus membuka peluang bagi santri untuk berprestasi di bidang olahraga.

Darul Amanah Kendal Juara dengan Skor 2-1

Final Football Santri 2026 berlangsung meriah. Suporter dari kedua pondok pesantren bergantian menyuarakan dukungan untuk menyemangati tim kebanggaan mereka.

PP Darul Amanah Kendal akhirnya memastikan gelar juara setelah menundukkan PP Walisongo Sragen dengan skor 2-1.

Atas kemenangan tersebut, Darul Amanah Kendal berhak menerima hadiah sebesar Rp15 juta. Sementara itu, Walisongo Sragen sebagai juara kedua memperoleh Rp8 juta.

Adapun posisi ketiga ditempati bersama oleh PP Darul Ulum Batang dan PP Syubbanul Wathon Magelang. Masing-masing memperoleh hadiah sebesar Rp5 juta.

Hasil pertandingan tersebut sekaligus menandai keberhasilan penyelenggaraan Football Santri 2026 dalam mempertemukan tim-tim pesantren sekaligus memberikan ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.

Pemprov Jateng Dorong Kegiatan Santri Berdampak Luas

Taj Yasin menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional. Ia berharap koordinasi antara pemerintah dan penyelenggara dapat dilakukan lebih awal agar kegiatan serupa dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.

Menurutnya, kegiatan Hari Santri tidak hanya bertujuan memeriahkan peringatan tahunan, tetapi juga perlu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Bukan hanya memeriahkan Hari Santri saja, tetapi juga berdampak kepada masyarakat. Itu yang penting,” tegasnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi, termasuk di bidang olahraga, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi ciri khas kehidupan pesantren.

Babak final Football Santri 2026 menjadi rangkaian peringatan hari santri
Babak final Football Santri 2026 menjadi rangkaian peringatan hari santri. (dok. Pemprov Jateng)

Football Santri Diharapkan Berkembang ke Tingkat Nasional

Ketua PWNU Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua Umum PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozin, berharap Football Santri dapat berkembang menjadi kompetisi berskala nasional.

Ia ingin pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga pemain sepak bola berprestasi yang membawa karakter khas santri.

“Kami berharap dari pondok-pondok pesantren lahir pemain sepak bola tingkat nasional yang memiliki karakter pesantren. Sportif sekaligus sopan,” ujar Gus Rozin.

Menurutnya, persaingan dalam olahraga dapat berjalan beriringan dengan nilai kesantunan. Para santri diharapkan mampu menunjukkan sportivitas, menghormati lawan, serta menjaga sikap baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sementara itu, Ketua RMI PWNU Jawa Tengah Ahmad Fadlullah Turmudzi mengatakan, Football Santri 2026 merupakan penyelenggaraan perdana. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Taj Yasin, terhadap kompetisi yang melibatkan para santri tersebut.

“Ini kali pertama kita menyelenggarakan Football Santri, bahkan mungkin yang pertama di Indonesia. Dari sekian rangkaian kegiatan RMI PWNU Jawa Tengah, alhamdulillah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gus Yasin selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah, selalu memberikan dukungan,” tandasnya.

Penyelenggaraan perdana ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan kompetisi sepak bola pesantren yang lebih luas. Selain mempererat silaturahmi antarpesantren, Football Santri berpotensi menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan kesantunan kepada generasi muda.

Pastikan Tepat Sasaran, Pemprov Jateng Kirim 16 Relawan dan Ribuan Paket Bantuan ke NTT
Dorong Kemandirian Fiskal, Jateng Mulai Susun Target Pendapatan Daerah 2027
Target 3 Juta Rumah Dikebut! Pemerintah Pusat–Daerah Bersatu Tekan Backlog Nasional
ASN Ayah di Jateng Dapat Flexi Time Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
HUT RI ke 81 Jateng Bakal Digelar di Simpang Lima, Sekda Ajak Masyarakat Bangkit Bersama
TAGGED:final Football SantriFootball Santri 2026gus yasinpesantren Jawa Tengah.sepak bola
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Atlet sepak takraw Banjarnegara sukses sumbangkan perak untuk Banjarnegara di Porprov Jateng 2026 Porprov Jateng 2026: Banjarnegara Raih Perak Pertama, Kini Kantongi 6 Medali

Berita Terbaru

Atlet sepak takraw Banjarnegara sukses sumbangkan perak untuk Banjarnegara di Porprov Jateng 2026
Porprov Jateng 2026: Banjarnegara Raih Perak Pertama, Kini Kantongi 6 Medali
Banjarnegara
Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.