INISIATIF Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka kembali rute penerbangan internasional dari Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang memberikan dampak positif terhadap mobilitas investor dan pertumbuhan investasi di Jawa Tengah.
Pembukaan rute Semarang–Kuala Lumpur dan Semarang–Singapura dinilai mempermudah akses langsung pelaku usaha, terutama investor asing, tanpa harus transit melalui Jakarta.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa kehadiran penerbangan internasional membawa keuntungan signifikan, tidak hanya bagi sektor pariwisata tetapi juga investasi.
“Begitu rute Semarang–Singapura dibuka dengan maskapai Scoot, kami melihat peningkatan kunjungan pelaku usaha dari Singapura ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, yang memang mayoritas investornya berasal dari Singapura,” ujar Sakina, Kamis (22/1/2026).
Efisiensi Waktu Jadi Daya Tarik Utama Investor
Menurut Sakina, penerbangan langsung memangkas waktu tempuh investor menuju Jawa Tengah secara signifikan. Sebelumnya, investor harus transit di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang.
“Sekarang jauh lebih efisien. Akses langsung ke Jawa Tengah membuat investor lebih nyaman dan fleksibel dalam melakukan kunjungan bisnis, khususnya ke kawasan industri seperti KEK Kendal,” jelasnya.
Singapura Jadi Investor Asing Utama di Jawa Tengah
Berdasarkan data DPMPTSP Jawa Tengah, investor asal Singapura telah menanamkan modal sebesar Rp11,43 triliun, atau sekitar 22,48 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Tengah.
Capaian tersebut menempatkan Singapura sebagai negara investor asing terbesar kedua, setelah Hong Kong.
“Sebagian besar investasi dari Singapura masuk ke kawasan industri. KEK Kendal sendiri merupakan konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd dari Singapura, yang fokus pada pembangunan infrastruktur kawasan,” paparnya.
Pemprov Jateng Dorong Ekspansi Investasi ke Daerah Lain
Tak hanya berfokus pada kawasan industri, Pemprov Jawa Tengah juga aktif mendorong investor yang telah mapan agar memperluas investasi ke daerah lain di luar kawasan industri utama.
“Strateginya adalah membangun relasi yang baik dengan investor asing, domestik, maupun lokal. Kami juga melakukan pendampingan intensif, termasuk saat sistem OSS RBA sempat mengalami kendala. Kami hadir untuk memfasilitasi,” imbuh Sakina.
Ahmad Luthfi Perkuat Peran sebagai Manajer Investasi Jateng
Seperti diketahui, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menaruh perhatian besar pada penguatan iklim investasi. Dalam berbagai kesempatan, Luthfi menegaskan perannya sebagai manajer pemasaran investasi Jawa Tengah.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah membuka kembali jalur penerbangan internasional dari Semarang, yang sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 hingga tahun 2024.
Pada masa kepemimpinannya, Ahmad Luthfi menginisiasi pembukaan rute internasional ke Malaysia pada September 2025, disusul rute ke Singapura pada Desember 2025, sebagai upaya memperkuat konektivitas global Jawa Tengah.
