Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Komite II DPD RI Kagum Terobosan Jawa Tengah di Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Komite II DPD RI Kagum Terobosan Jawa Tengah di Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan
Jateng

Komite II DPD RI Kagum Terobosan Jawa Tengah di Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 28 Januari 2026 10:39
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
DPD RI saat berkunjung ke Jateng soal ketahanan pangan
DPD RI kagum atas terobosan pertanian jawa tengah untuk ketahanan pangan. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

GEBRAKAN Jawa Tengah dalam mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian untuk ketahanan pangan mendapat apresiasi dari Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Contents
  • Isu Lahan hingga Regenerasi Petani Jadi Sorotan
  • Perlindungan Petani hingga Petani Milenial
  • Best Practice Jateng Dinilai Layak Masuk Undang-Undang
  • Dorong Stimulan untuk Petani Muda Demi Ketahanan Pangan
  • Target Produksi Padi Jateng 10,5 Juta Ton pada 2026

Capaian tersebut dinilai layak menjadi rujukan nasional dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Untuk menggali masukan, Komite II DPD RI melakukan kunjungan kerja dan rapat dengar pendapat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (26/1/2026).

Rombongan Komite II DPD RI dipimpin Wakil Ketua I Angelius Wake Kako dan Wakil Ketua II A. Abd. Waris Halid. Hadir sebagai juru bicara, Anggota Komite II DPD RI asal Jawa Tengah, Abdul Kholik. Rombongan diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng, Iwanuddin Iskandar, bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Isu Lahan hingga Regenerasi Petani Jadi Sorotan

Dalam pertemuan tersebut, Iwanuddin Iskandar memaparkan berbagai persoalan dan tantangan sektor pertanian untuk ketahanan pangan di Jawa Tengah. Isu yang mengemuka antara lain perlindungan lahan pertanian, infrastruktur penunjang, regenerasi petani, harga pupuk, serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi.

“Semoga berbagai masukan yang muncul dalam pertemuan ini dapat diakomodasi dalam RUU yang sedang disusun, sehingga benar-benar berdaya guna bagi perlindungan petani dan penguatan ketahanan pangan ke depan,” ujar Iwan.

Ia menegaskan, Jawa Tengah terus menjalankan berbagai terobosan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Upaya tersebut tercermin dari peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai yang menempatkan Jawa Tengah di jajaran teratas nasional.

Perlindungan Petani hingga Petani Milenial

Selain dari pemerintah daerah, Komite II DPD RI juga menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pertanian, perwakilan petani dan Serikat Petani Indonesia, akademisi, hingga BUMD.

Sejumlah isu strategis yang mengemuka meliputi perlindungan petani, penguatan koperasi sebagai penampung komoditas pertanian, dampak perubahan iklim, serta pengembangan petani milenial dan perempuan petani.

Best Practice Jateng Dinilai Layak Masuk Undang-Undang

Kepada wartawan usai pertemuan, Angelius Wake Kako menjelaskan, kunjungan Komite II DPD RI merupakan bagian dari penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terkait rencana revisi UU Nomor 19 Tahun 2013.

“Undang-undang ini perlu direvisi karena masih banyak aspek penting yang belum terakomodasi dalam regulasi yang berlaku saat ini,” katanya.

Menurut Angelius, Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan DIM karena memiliki sejumlah praktik terbaik yang dapat dijadikan acuan nasional. Salah satunya adalah peran aktif BUMD dan koperasi dalam menyerap hasil pertanian petani.

“Kami melihat Jawa Tengah memiliki best practice dalam pelembagaan petani. Ini menjadi modal penting untuk kita normalkan dan masukkan dalam undang-undang yang baru,” terangnya.

Dorong Stimulan untuk Petani Muda Demi Ketahanan Pangan

RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang tengah disusun, lanjut Angelius, juga akan mengakomodasi peran petani milenial dan perempuan petani. Pemerintah diharapkan memberikan stimulan agar generasi muda tertarik terjun ke sektor pertanian, hal ini sangat penting untuk mendorong tercapainya ketahanan pangan.

“Saat ini petani kita masih didominasi generasi tua. Salah satu penyebabnya karena kesejahteraan yang belum memadai. RUU ini kita dorong agar ada stimulan bagi petani milenial supaya lebih bersemangat untuk peningkatan produksi demi ketahanan pangan,” ujarnya.

Target Produksi Padi Jateng 10,5 Juta Ton pada 2026

Sebagai bagian dari komitmen swasembada pangan nasional 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan langkah tegas untuk menjaga lahan pertanian dari alih fungsi.

Pada tahun 2026, Pemprov Jateng menargetkan produksi padi mencapai 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat dibanding realisasi 2025 yang mencapai 9,4 juta ton. Sementara itu, produksi jagung ditargetkan naik menjadi 3,7 juta ton pipilan kering

Rekor Nasional! 73 Persen Tanah Wakaf di Jawa Tengah Sudah Bersertifikat
Gencarkan Layanan Kesehatan Ternak Keliling untuk Menjamin Kesehatan Hewan Kurban
Simbol Perdamaian, 2.570 Lentera Terangi Langit Borobudur di Waisak 2570 BE
181 Anak Disabilitas Jateng Terima Kursi Roda Adaptif, Ahmad Luthfi: Mereka Berhak Setara
Jateng Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar, Target Produksi 180 Ribu Ton Susu per Tahun
TAGGED:ketahanan pangan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Titik nol kilometer cilacap rute sepeda Cek 5 Rute Sepeda Favorit di Cilacap: Ada Jalur Titik Nol hingga Pesisir, Lengkap dengan Jaraknya!
Next Article uhc awards Dukungan Penuh JKN, Kebumen–Purworejo Digganjar UHC Awards 2026

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.