Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Percepat Sekolah Inklusi, Wagub Jateng Buka Jalan Pendidikan Setara bagi Anak Disabilitas
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Percepat Sekolah Inklusi, Wagub Jateng Buka Jalan Pendidikan Setara bagi Anak Disabilitas
Jateng

Percepat Sekolah Inklusi, Wagub Jateng Buka Jalan Pendidikan Setara bagi Anak Disabilitas

Afifah Anis CH
Last updated: 7 Februari 2026 15:30
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
sekolah inklusi
Pemprov Jawa Tengah mempercepat penguatan sekolah inklusi untuk membuka akses pendidikan setara bagi anak disabilitas. (dok. Pemprov)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus melangkah maju dalam memastikan hak pendidikan yang setara bagi anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas. Melalui penguatan dan perluasan sekolah inklusi, Pemprov Jateng menargetkan tidak ada lagi anak disabilitas yang tertinggal dari akses pendidikan yang layak.

Contents
  • Pemprov Jateng Tangani Isu Disabilitas Secara Terpadu dan Berbasis Data
  • Wagub Akui Akses Pendidikan Disabilitas Masih Belum Merata
  • Kampanye Sekolah Inklusi Jadi Fondasi Lima Tahun Terakhir
  • Evaluasi Sekolah Inklusi Dipercepat, Tak Boleh Ada Anak Tertinggal
  • Komunitas Difabel Dorong Percepatan Rencana Aksi Daerah Disabilitas

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 sekaligus Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Jawa Tengah Tahun 2027, yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (6/2/2026).

Pemprov Jateng Tangani Isu Disabilitas Secara Terpadu dan Berbasis Data

Wagub Taj Yasin menegaskan, penanganan isu disabilitas di Jawa Tengah dilakukan secara sistematis dan terintegrasi, dengan menitikberatkan pada sinkronisasi data serta penguatan regulasi di seluruh 35 kabupaten/kota.

Saat ini, Pemprov Jateng telah memiliki peta sebaran penyandang disabilitas yang cukup detail sebagai landasan penyusunan kebijakan. Berdasarkan data Dinas Sosial Jawa Tengah, jumlah penyandang disabilitas di provinsi ini mencapai sekitar 100 ribu orang yang tersebar di berbagai wilayah.

“Data ini menjadi modal penting untuk menata ulang aksesibilitas, terutama di sektor pendidikan melalui sekolah inklusi dan peningkatan kelayakan hidup,” ujar Taj Yasin.

Wagub Akui Akses Pendidikan Disabilitas Masih Belum Merata

Secara terbuka, Wagub mengakui bahwa hingga kini masih terdapat keterbatasan akses pendidikan dan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas di Jawa Tengah. Namun, pengakuan tersebut justru menjadi titik awal untuk melakukan perbaikan yang lebih tepat sasaran.

“Kami menyadari masih ada kekurangan. Karena itu, kebijakan terus kami evaluasi agar penanganan penyandang disabilitas bisa lebih presisi dan berdampak nyata,” katanya.

Kampanye Sekolah Inklusi Jadi Fondasi Lima Tahun Terakhir

Dalam lima tahun terakhir, Pemprov Jateng secara konsisten melakukan kampanye masif tentang sekolah inklusi dan peningkatan kesadaran publik. Langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi sebelum memasuki tahap pemenuhan hak-hak disabilitas yang lebih teknis dan menyeluruh.

“Masyarakat harus memahami bahwa saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki hak yang sama atas pendidikan dan kehidupan yang layak. Kita ingin mereka mandiri, berdaya secara ekonomi, bahkan mampu menjadi kepala keluarga,” kata Taj Yasin.

Melalui Musrenbang 2026, Pemprov Jateng memastikan seluruh aspirasi komunitas difabel akan diintegrasikan dalam RKPD Jawa Tengah Tahun 2027.

Evaluasi Sekolah Inklusi Dipercepat, Tak Boleh Ada Anak Tertinggal

Wagub juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk mengkaji ulang efektivitas sekolah inklusi yang telah berjalan. Evaluasi ini dilakukan guna memastikan tidak ada lagi anak penyandang disabilitas usia sekolah yang kehilangan hak pendidikannya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan layanan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Komunitas Difabel Dorong Percepatan Rencana Aksi Daerah Disabilitas

Dalam forum Musrenbang, perwakilan Roemah Difabel Jawa Tengah, Didik Sugiyanto, menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Jawa Tengah yang mendeklarasikan diri sebagai Bapak Disabilitas.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya percepatan penyusunan dan implementasi Rencana Aksi Daerah (RAD) Disabilitas, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan Perda Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2023.

“Kami masih menemukan penyandang disabilitas usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan, serta usia produktif yang belum bekerja. Kami berharap RAD Disabilitas segera diselesaikan agar solusi dapat berjalan secara sistematis,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Jateng Siapkan 3 Kawasan Regional untuk Atasi Krisis Sampah
Muscab HIMNI Jadi Momentum Konsolidasi Masyarakat Nias di Jawa Tengah
Gubernur Luthfi Ultimatum BUMD: Tingkatkan PAD atau Siap Dievaluasi
2.935 Atlet Taekwondo Ikuti Gubernur Cup 2026, Bidik Lahirnya Sang Juara
Wagub Taj Yasin Minta Kafilah MTQ Korpri Jateng Tak Sekadar Mengejar Prestasi, tetapi Mendalami Makna Al-Qur’an
TAGGED:disabilitaspendidikansekolah inklusi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kunjungan Rutan Banjarnegara Sinergi Humanis Rutan Banjarnegara–Pemkab: Dari Lahan MBG hingga Bolen Pisang Berdaya Saing
Next Article beasiswa santri Beasiswa Santri Jateng 2026: Kuliah Gratis hingga Luar Negeri, Ini Fasilitas Lengkapnya

Berita Terbaru

Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.