Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Musda MUI Jateng 2026, Gubernur Ajak Ulama Jadi Penyejuk Masyarakat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Musda MUI Jateng 2026, Gubernur Ajak Ulama Jadi Penyejuk Masyarakat
Jateng

Musda MUI Jateng 2026, Gubernur Ajak Ulama Jadi Penyejuk Masyarakat

Afifah Anis CH
Last updated: 11 Juni 2026 14:04
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Gubernur hadiri Musda MUI Jateng
Gubernur Ahmad Luthfi saat menghadiri Musda MUI Jateng tahun 2026. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI Jateng) untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga kondusivitas masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap diwarnai hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian.

Contents
  • Ahmad Luthfi Sebut Ulama Berperan Menjaga Stabilitas Sosial
  • Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Organisasi Keagamaan
  • Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Meningkat, Kemiskinan Menurun
  • MUI Jadi Rumah Besar Organisasi Islam di Indonesia
  • Musda XI MUI Jateng Susun Program Kerja Periode 2026–2031

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jateng Tahun 2026 yang berlangsung di Ungaran, Kabupaten Semarang. Menurut Luthfi, ulama memiliki posisi strategis karena kedekatan mereka dengan masyarakat mampu menjadi kekuatan penting dalam menjaga ketenangan sosial dan memperkuat persatuan.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, masyarakat membutuhkan figur yang dapat memberikan pemahaman serta edukasi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

“Ketika ulama hadir di tengah masyarakat dan memberikan pembinaan, suasana akan lebih sejuk dan kondusif,” kata Luthfi.

Ahmad Luthfi Sebut Ulama Berperan Menjaga Stabilitas Sosial

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi mengibaratkan peran ulama seperti radiator pada mesin kendaraan yang berfungsi menjaga suhu tetap stabil saat kondisi memanas. Analogi tersebut menggambarkan pentingnya kehadiran tokoh agama dalam meredam potensi konflik sosial dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi daerah saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, dinamika ekonomi global, hingga berbagai persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pembangunan dan menjaga stabilitas daerah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Yang dibutuhkan adalah super team, bukan Superman,” ujarnya.

Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Organisasi Keagamaan

Gubernur juga mengajak pengurus MUI Jateng periode mendatang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia bahkan membuka ruang seluas-luasnya bagi MUI untuk menjadikan kantor gubernur sebagai tempat berdiskusi dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan umat dan masyarakat.

“Saya ingin kantor gubernur menjadi rumah bersama untuk membangun komunikasi dan kolaborasi,” katanya.

Luthfi menilai sinergi antara pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Meningkat, Kemiskinan Menurun

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,89 persen. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,88 persen menjadi 9,39 persen.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kondisi daerah yang aman, damai, dan kondusif berkat dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kontribusi para ulama dalam menjaga stabilitas sosial.

MUI Jadi Rumah Besar Organisasi Islam di Indonesia

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Pusat Marsudi Syuhud menegaskan bahwa MUI merupakan wadah yang menghimpun berbagai organisasi Islam di Indonesia, mulai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Irsyad, hingga Al-Washliyah.

Menurut Marsudi, keberagaman pandangan keagamaan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat memecah belah masyarakat.

“MUI hadir sebagai rumah besar yang mampu menyatukan berbagai perbedaan demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Musda XI MUI Jateng Susun Program Kerja Periode 2026–2031

Musda XI MUI Jateng mengusung tema “Menjaga Moralitas Beragama, Bermasyarakat, dan Bernegara”. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah kebijakan dan program kerja MUI Jateng untuk periode 2026–2031.

Melalui forum tersebut, MUI diharapkan semakin memperkuat perannya dalam menjaga persatuan bangsa, membangun moderasi beragama, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital yang terus berkembang.

Kolaborasi antara pemerintah dan ulama dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga harmoni sosial sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan di Jawa Tengah.

*Ikuti media sosial kami.

Jateng Perkuat Literasi Keuangan hingga Desa, Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online
Jadi Lumbung Pangan, Komitmen Jaga Lahan Sawah Dilindungi di Tengah Tekanan Investasi
Hadiri Haul Tas’an Wartono di Kudus, Wagub Soroti Pertumbuhan Ekonomi yang Harus Berdampak
Tetap Kuliah di Tengah Kekhawatiran Pascagempa, 224 Mahasiswa NTT Dapat Bantuan Kos
Wagub Taj Yasin Pastikan Jateng Siap Jadi Jalur Utama Arus Mudik 2026
TAGGED:era digitalmajlis ulamamui jatengmusda muiualma jadi penyejuk masyarakat
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Banjarnegara mulai terapkan aturan pengelolaan sampah Pemkab Banjarnegara Perketat Pengelolaan Sampah untuk Kejar Target Nasional 2030
Next Article Hanun saat prosesi pemotongan rambut gimbal Kisah Unik Hanun, Anak Rambut Gimbal di Banjarnegara yang Minta Sapi Cokelat untuk Ruwatan

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.