GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI Jateng) untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga kondusivitas masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap diwarnai hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian.
- Ahmad Luthfi Sebut Ulama Berperan Menjaga Stabilitas Sosial
- Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Organisasi Keagamaan
- Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Meningkat, Kemiskinan Menurun
- MUI Jadi Rumah Besar Organisasi Islam di Indonesia
- Musda XI MUI Jateng Susun Program Kerja Periode 2026–2031
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jateng Tahun 2026 yang berlangsung di Ungaran, Kabupaten Semarang. Menurut Luthfi, ulama memiliki posisi strategis karena kedekatan mereka dengan masyarakat mampu menjadi kekuatan penting dalam menjaga ketenangan sosial dan memperkuat persatuan.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, masyarakat membutuhkan figur yang dapat memberikan pemahaman serta edukasi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
“Ketika ulama hadir di tengah masyarakat dan memberikan pembinaan, suasana akan lebih sejuk dan kondusif,” kata Luthfi.
Ahmad Luthfi Sebut Ulama Berperan Menjaga Stabilitas Sosial
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi mengibaratkan peran ulama seperti radiator pada mesin kendaraan yang berfungsi menjaga suhu tetap stabil saat kondisi memanas. Analogi tersebut menggambarkan pentingnya kehadiran tokoh agama dalam meredam potensi konflik sosial dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi daerah saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, dinamika ekonomi global, hingga berbagai persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pembangunan dan menjaga stabilitas daerah.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Yang dibutuhkan adalah super team, bukan Superman,” ujarnya.
Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Organisasi Keagamaan
Gubernur juga mengajak pengurus MUI Jateng periode mendatang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia bahkan membuka ruang seluas-luasnya bagi MUI untuk menjadikan kantor gubernur sebagai tempat berdiskusi dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan umat dan masyarakat.
“Saya ingin kantor gubernur menjadi rumah bersama untuk membangun komunikasi dan kolaborasi,” katanya.
Luthfi menilai sinergi antara pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Meningkat, Kemiskinan Menurun
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,89 persen. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,88 persen menjadi 9,39 persen.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kondisi daerah yang aman, damai, dan kondusif berkat dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk kontribusi para ulama dalam menjaga stabilitas sosial.
MUI Jadi Rumah Besar Organisasi Islam di Indonesia
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Pusat Marsudi Syuhud menegaskan bahwa MUI merupakan wadah yang menghimpun berbagai organisasi Islam di Indonesia, mulai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Irsyad, hingga Al-Washliyah.
Menurut Marsudi, keberagaman pandangan keagamaan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat memecah belah masyarakat.
“MUI hadir sebagai rumah besar yang mampu menyatukan berbagai perbedaan demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Musda XI MUI Jateng Susun Program Kerja Periode 2026–2031
Musda XI MUI Jateng mengusung tema “Menjaga Moralitas Beragama, Bermasyarakat, dan Bernegara”. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah kebijakan dan program kerja MUI Jateng untuk periode 2026–2031.
Melalui forum tersebut, MUI diharapkan semakin memperkuat perannya dalam menjaga persatuan bangsa, membangun moderasi beragama, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital yang terus berkembang.
Kolaborasi antara pemerintah dan ulama dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga harmoni sosial sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan di Jawa Tengah.
*Ikuti media sosial kami.
