Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Inacraft 2026 Jadi Jalan UMKM Jateng Tembus Pasar Global, Taj Yasin Soroti Produk yang Siap Ekspor
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Inacraft 2026 Jadi Jalan UMKM Jateng Tembus Pasar Global, Taj Yasin Soroti Produk yang Siap Ekspor
Jateng

Inacraft 2026 Jadi Jalan UMKM Jateng Tembus Pasar Global, Taj Yasin Soroti Produk yang Siap Ekspor

Afifah Anis CH
Last updated: 7 Oktober 2026 18:18
By Afifah Anis CH
7 Min Read
Share
Inacraft 2026, Taj Yasin, UMKM Jateng, produk UMKM Jawa Tengah, Dekranasda Jawa Tengah, pasar global, ekspor UMKM, produk kriya Jawa Tengah
Inacraft 2026, Taj Yasin, UMKM Jateng, produk UMKM Jawa Tengah, Dekranasda Jawa Tengah, pasar global, ekspor UMKM, produk kriya Jawa Tengah. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM –  Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM Jateng) terus didorong untuk meramaikan pasar nasional. Ajang Inacraft Oktober Vol. 5 2026 ditargetkan menjadi pintu masuk bagi produk-produk unggulan Jateng untuk menembus pasar internasional.

Contents
  • Produk UMKM Jateng Akan Dikurasi untuk Pasar Internasional
  • Dekranasda Jateng Soroti Inovasi Produk Batik dan Wastra
  • 72 UMKM Jateng Ramaikan Inacraft 2026
  • Produk Ramah Lingkungan Jadi Perhatian
  • Inovasi Sragen Olah Limbah Tekstil Jadi Produk Fashion
  • UMKM Jateng Bidik Pasar Global

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, banyak produk kriya dan UMKM Jateng yang memiliki potensi untuk dipasarkan ke berbagai negara.

Hal itu disampaikan saat mengunjungi Paviliun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah dalam ajang Inacraft Oktober Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (7/10/2026).

Menurut Taj Yasin, pameran seperti Inacraft bukan hanya tempat memamerkan produk. Momentum tersebut juga penting untuk memetakan produk yang memiliki peluang masuk ke pasar luar negeri.

“Dengan Inacraft saya melihat potensinya besar. Tadi kita coba arahkan mana yang harus dikirim untuk pameran ke luar negeri, ada yang ke Eropa, Afrika, dan mana yang bisa dikirim ke Arab,” kata Taj Yasin.

Produk UMKM Jateng Akan Dikurasi untuk Pasar Internasional

Taj Yasin menilai proses kurasi menjadi bagian penting sebelum produk UMKM Jateng dibawa ke pasar global.

Produk yang sudah memiliki kualitas baik perlu dipetakan berdasarkan karakter dan kebutuhan pasar di masing-masing negara.

“Ini yang harus kita kurasi lagi supaya mereka hari ini pameran di sini bisa ke internasional. Itu yang penting,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan UMKM Jateng dalam pameran berskala nasional maupun internasional harus memberikan dampak jangka panjang.

Tidak hanya meningkatkan promosi, tetapi juga membuka jaringan bisnis, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Dekranasda Jateng Soroti Inovasi Produk Batik dan Wastra

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, menilai produk yang ditampilkan dalam Paviliun Jateng menunjukkan perkembangan inovasi yang cukup menarik.

Salah satunya terlihat dari semakin beragamnya produk turunan batik dan wastra.

“Inovasi-inovasinya bagus-bagus. Produk-produk turunannya juga sangat bagus, mulai dari ready to wear sampai pengelolaan limbah seperti kain perca yang dibuat menjadi berbagai aksesori,” kata Nawal.

Menurut Nawal, inovasi menjadi salah satu kunci agar produk UMKM dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Segmentasi pasar juga perlu diperhatikan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen.

Ia pun mengajak masyarakat untuk datang langsung ke Paviliun Jawa Tengah selama Inacraft berlangsung.

“Mudah-mudahan semakin keren UMKM di Jawa Tengah. Ayo datang ke JCC, di Paviliun Jawa Tengah. Kita menghadirkan banyak produk kriya, batik, dan sebagainya,” ujarnya.

72 UMKM Jateng Ramaikan Inacraft 2026

Kepala Dinas Koperasi Jawa Tengah, Linda Widiastuti Ariningrum, mengatakan keikutsertaan Jateng dalam INACRAFT 2026 mengusung tema “From Smart Village to Global Market”.

Jawa Tengah membuka 14 stan yang menjadi ruang promosi bagi 72 UMKM.

Dari jumlah tersebut, 50 UMKM bergerak di sektor fashion dan 10 UMKM bergerak di bidang craft. Sisanya menampilkan berbagai produk lain, termasuk sapu dan kerajinan lainnya.

Menurut Linda, produk yang dibawa ke Inacraft tidak dipilih secara sembarangan.

Produk harus memenuhi sejumlah kriteria, mulai dari menjadi produk unggulan daerah, memiliki kualitas baik, menjaga kontinuitas produksi, hingga mempunyai orientasi pasar nasional dan global.

“Produk yang kita tampilkan merupakan produk unggulan Jawa Tengah atau masing-masing daerah dengan kualitas dan kontinuitas terjaga. Mengapa? Karena memang orientasinya sudah global market,” jelas Linda.

Produk Ramah Lingkungan Jadi Perhatian

Selain kualitas dan kontinuitas produksi, Pemprov Jateng juga menekankan inovasi, kreativitas, kebaruan, dan keberlanjutan.

Produk UMKM yang ditampilkan diharapkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menjawab perubahan kebutuhan konsumen.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah penggunaan material ramah lingkungan dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Jadi ada nilai inovasi, kreativitas, lalu keberlanjutannya. Bagaimana produk ini memanfaatkan limbah, bagaimana produk-produk ini berbasis recycle material,” kata Linda.

Konsep tersebut dinilai semakin relevan karena pasar global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam memilih produk.

Inovasi Sragen Olah Limbah Tekstil Jadi Produk Fashion

Salah satu contoh inovasi datang dari Kabupaten Sragen.

Produk tersebut memanfaatkan bahan turunan tekstil yang sebelumnya belum banyak dikembangkan menjadi produk fashion bernilai ekonomi.

Desainer muda asal Sragen, Akhsan, melalui brand Ikaten, mengembangkan teknologi upcycle woven dengan memanfaatkan limbah benang sarung goyor.

Limbah tersebut kemudian diolah menjadi karya tenun bersama Simbah Surati, salah seorang perajin tenun tradisional di Sragen.

Kolaborasi tersebut menghasilkan produk fashion yang menyasar konsumen milenial dan Generasi Z.

Produk itu sekaligus menjadi contoh bagaimana limbah tekstil dapat diolah menjadi produk baru tanpa meninggalkan nilai tradisional dari kerajinan tenun.

Akhsan mengaku bersyukur mendapat fasilitasi dari Dekranasda Kabupaten Sragen sehingga dapat bertemu dan berkolaborasi dengan Simbah Surati.

“Terima kasih sekali karena sudah difasilitasi dengan pameran. Ke depannya bisa ada regenerasi untuk tenun tradisional yang saat ini dikembangkan Simbah Surati,” harapnya.

UMKM Jateng Bidik Pasar Global

Pada keikutsertaan sebelumnya, Jawa Tengah menargetkan transaksi sekitar Rp800 juta dalam ajang Inacraft.

Tahun ini, keikutsertaan Jateng tidak hanya diarahkan untuk mengejar transaksi selama pameran. Lebih jauh, ajang tersebut diharapkan menjadi momentum membangun koneksi dengan calon pembeli dan pasar internasional.

Sejumlah daerah turut membawa produk unggulannya melalui Paviliun Dekranasda Jawa Tengah. Di antaranya Kabupaten Kendal, Purbalingga, Klaten, Jepara, Sukoharjo, Kebumen, Kota Semarang, Tegal, Pekalongan, dan Salatiga.

Bagi Pemprov Jawa Tengah, semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar global, semakin besar pula peluang UMKM Jateng daerah naik kelas.

Dengan kurasi yang tepat, inovasi berkelanjutan, kualitas produksi yang konsisten, serta kemampuan membaca karakter konsumen internasional, produk UMKM Jateng diharapkan tidak hanya dikenal di Indonesia.

Target akhirnya adalah membawa produk dari desa dan daerah di Jawa Tengah menuju pasar dunia.

Jadi Pusat Investasi Baru, Dorong Revitalisasi Pelabuhan dan Perluasan Pasar Global
Porprov XVII Jateng Digelar 25–31 Oktober 2026 di Semarang Raya
Dari Ujian Bencana hingga Lompatan Ekonomi dan Investasi, Setahun Luthfi–Yasin Pimpin Jawa Tengah
Pekerja Non Formal Terima Bantuan Beras, Pemprov Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran 2026
APBD Perubahan 2026 Fokus Perbaikan Jalan, Pemprov Jateng Prioritaskan Infrastruktur
TAGGED:Dekranasda Jawa Tengahekspor UMKMInacraft 2026pasar globalproduk kriya Jawa Tengahproduk UMKM Jawa Tengahtaj yasinUMKM Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Telaga Merdada menyusut akibat kemarau. Petani kentang Dieng harus membeli solar hingga 15 liter per hari demi menyelamatkan tanaman menjelang panen Air Telaga Merdada Kian Menyusut, Begini Perjuangan Petani Kentang Dieng Bertahan
Next Article Ilustrasi 280 Hewan Peliharaan Divaksin Gratis, Banyumas Perkuat Benteng Cegah Rabies Waspada Rabies, Banyumas Tambah Vaksin Gratis Jadi 800 Dosis

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.