TEPAT satu tahun memimpin Jawa Tengah, pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen sepanjang 2025. Pendekatan collaborative government menjadi fondasi pembangunan. Hasilnya, angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen dan tingkat pengangguran terbuka berada di kisaran 4,66 persen.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam ajang Anugerah Collaborative Award 2026 di Gradhika Bhakti Praja. “Gubernur bukan superman, tetapi harus bekerja dengan super tim untuk membangun wilayah,” ujar Luthfi.
44 Kampus Bermitra, 73 MoU Baru Disepakati
Sepanjang 2025, sebanyak 44 perguruan tinggi telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah dalam riset, inovasi kebijakan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada 2026, sebanyak 73 perguruan tinggi kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU), dengan 123 kampus lain disiapkan menyusul.
Beberapa kampus penerima penghargaan kolaborasi antara lain:
- Universitas Diponegoro
- Universitas Sebelas Maret
- UIN Walisongo
- Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Gubernur menegaskan, kolaborasi tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi harus menghasilkan dampak konkret bagi masyarakat.
Ekonomi Tumbuh, Jadi Lumbung Pangan Nasional dan Investasi Rp88,5 Triliun
Jawa Tengah juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan produktivitas padi mencapai sekitar 9,5 juta ton sepanjang 2025.
Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal mencapai Rp88,5 triliun. Angka tersebut mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat daya beli masyarakat.
Ke depan, pemerintah provinsi akan memperkuat investasi padat karya, membuka peluang investasi padat modal, serta mendorong ekonomi hijau melalui berbagai insentif dan relaksasi pajak.
Dengan kolaborasi lintas daerah dan perguruan tinggi, Jawa Tengah optimistis pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
