BADAN Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjarnegara menyiapkan 1.217 petugas lapangan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Ribuan petugas tersebut akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Banjarnegara mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kabupaten Banjarnegara, Edwin Triyoga, mengatakan seluruh petugas telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari sebagai bekal sebelum turun ke lapangan. Pembekalan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan sesuai standar dan mampu menggambarkan kondisi ekonomi secara akurat.
“Pelatihan mencakup tata cara pengisian kuesioner, pemahaman konsep dan definisi pertanyaan, hingga teknik berkomunikasi dengan responden agar data yang diperoleh sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata Edwin saat kegiatan Pencanangan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 di Fox Harris Hotel Banjarnegara, Jumat (12/6/2026).
Menurut Edwin, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan sensus sebelumnya. Selain mendata seluruh unit usaha, sensus kali ini juga mencakup pemutakhiran data usaha pertanian masyarakat dan pembaruan data sosial ekonomi penduduk.
Ia menjelaskan bahwa integrasi berbagai data tersebut akan menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi ekonomi daerah maupun nasional.
“Sensus ini sangat penting karena menjadi instrumen untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia, termasuk Banjarnegara. Hasilnya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Hasil Sensus Ekonomi Ditargetkan Terbit Akhir 2026
Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Data yang dihasilkan memiliki peran strategis sebagai acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, investasi, pemberdayaan usaha, hingga pengembangan sektor ekonomi daerah.
Secara nasional, pelaksanaan SE2026 telah dimulai sejak Mei 2026 untuk kategori usaha besar dan menengah. Pendataan dilakukan melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), yaitu sistem pengisian data secara mandiri berbasis web.
Untuk memastikan seluruh data dapat terkumpul dengan optimal, BPS juga menyediakan layanan pendampingan bagi pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam proses pengisian data secara daring.
Edwin menambahkan, hasil awal sensus ditargetkan mulai dipublikasikan pada akhir Desember 2026. Informasi yang disajikan akan mencakup profil usaha hingga tingkat wilayah terkecil, sementara indikator ekonomi yang lebih rinci akan diumumkan setelah proses pengolahan data selesai.
Bupati Ajak Masyarakat Berikan Data yang Akurat
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas.
Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan akan sangat menentukan arah pembangunan daerah di masa mendatang.
“Data hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan pembangunan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat agar seluruh potensi ekonomi Banjarnegara dapat terpetakan dengan baik,” kata Amalia.
Ia menilai data yang valid akan membantu pemerintah dalam melanjutkan program pembangunan yang telah berjalan sekaligus merancang kebijakan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Bupati juga berpesan kepada seluruh petugas lapangan agar menjalankan tugas secara profesional, teliti, dan penuh tanggung jawab.
“Kami berharap seluruh petugas dapat melaksanakan sensus ini dengan baik dan akurat. Data yang dikumpulkan akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Banjarnegara di masa depan,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dunia usaha, potensi ekonomi daerah, serta dinamika sosial ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kebijakan pembangunan yang diambil dapat lebih efektif, berbasis data, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
*Ikuti media sosial kami.
