Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Alarm Keluarga di Jateng, Data BPS Ungkap 30 Persen Pernikahan Berakhir Perceraian
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Alarm Keluarga di Jateng, Data BPS Ungkap 30 Persen Pernikahan Berakhir Perceraian
JatengBerita

Alarm Keluarga di Jateng, Data BPS Ungkap 30 Persen Pernikahan Berakhir Perceraian

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 10 Februari 2026 14:31
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
perceraian Jateng
Data BPS mencatat sekitar 30 persen pernikahan di Jawa Tengah berujung perceraian. Merespons kondisi ini, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menggagas kelas calon pengantin sebagai langkah preventif memperkuat ketahanan keluarga. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

TINGGINYA angka perceraian di Jawa Tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 30 persen pernikahan berakhir dengan perceraian, sebuah angka yang dinilai mengkhawatirkan bagi ketahanan keluarga.

Contents
  • Gus Yasin Dorong Kelas Catin untuk Cegah Masalah Rumah Tangga
  • BP4 Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Keluarga
  • Data BPS Jadi Alarm, Perceraian Capai 30 Persen
  • Pemprov Jateng Siapkan Kelas Catin Secara Daring
  • Materi Kelas Gunakan Modul Kemenag dan Fasilitator Bersertifikat

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan bahwa dampak perceraian tidak hanya dirasakan pasangan suami istri, tetapi juga membawa efek jangka panjang bagi anak dan stabilitas sosial masyarakat.

Sebagai langkah preventif, Gus Yasin menggagas program kelas calon pengantin (catin) untuk membekali pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Gagasan tersebut disampaikan saat audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah di ruang kerja Wakil Gubernur.

Gus Yasin Dorong Kelas Catin untuk Cegah Masalah Rumah Tangga

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Gus Yasin menyampaikan bahwa persoalan rumah tangga pasca pernikahan kini semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan serius sejak awal.

“Saya ingin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program kelas calon pengantin. Meski di tengah keterbatasan anggaran, program ini penting karena persoalan rumah tangga pasca pernikahan semakin kompleks,” ujar Gus Yasin.

Ia menilai, kelas calon pengantin dapat menjadi upaya pencegahan konflik rumah tangga, termasuk potensi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), sejak dini.

BP4 Siap Berkolaborasi Perkuat Ketahanan Keluarga

Gus Yasin juga mendorong sinergi antara BP4 dan program Kecamatan Berdaya, yang telah memiliki paralegal untuk mendampingi masyarakat terdampak konflik rumah tangga dan KDRT.

Ketua BP4 Jawa Tengah, Eman Sulaeman, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, peran BP4 sejalan dengan misi pemerintah dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkelanjutan.

“BP4 tidak hanya melakukan pembinaan, tetapi juga mediasi, advokasi keluarga berkonflik, hingga mitigasi dampak perceraian, terutama bagi anak-anak. Kami memiliki konsultan dan fasilitator yang tersertifikasi,” katanya.

Data BPS Jadi Alarm, Perceraian Capai 30 Persen

Eman mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS tahun 2024, angka perceraian di Jawa Tengah mencapai sekitar 30 persen dari total pernikahan yang tercatat.

“Angka ini sangat tinggi. Bahkan dari 70 persen yang tidak bercerai pun, belum tentu seluruhnya menjalani rumah tangga yang harmonis,” katanya.

Ia menilai, kelas calon pengantin yang digagas Pemprov Jateng akan sangat membantu dalam membangun kesiapan mental, emosional, dan sosial pasangan sebelum menikah.

Pemprov Jateng Siapkan Kelas Catin Secara Daring

Sementara itu, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, menyampaikan bahwa Pemprov Jateng sejatinya telah memiliki sejumlah program pendukung ketahanan keluarga, seperti pembinaan generasi reproduksi sehat dan penguatan peran keluarga.

Rencana kelas calon pengantin juga telah dibahas dan berpotensi dilaksanakan secara daring agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Kami berencana membuka kelas bagi pasangan yang akan menikah sebagai ruang belajar dan konsultasi. Karena berkeluarga bukan hanya soal kebahagiaan, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan,” katanya.

Materi Kelas Gunakan Modul Kemenag dan Fasilitator Bersertifikat

Menurut Ema, materi kelas calon pengantin akan mengacu pada modul Kementerian Agama, serta melibatkan konsultan dan fasilitator yang tersertifikasi Mahkamah Agung, termasuk dari BP4 Jawa Tengah.

Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, Pemprov Jawa Tengah berharap mampu memperkuat ketahanan keluarga dan menekan angka perceraian secara bertahap dan berkelanjutan.

*Ikuti media sosial kami.

Wagub Jateng Kawal Langsung Penanganan Banjir Pekalongan dari Lapangan
Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026, Polda Jateng Hadirkan Aplikasi “Si Polan” untuk Pemudik
Tancap Gas Ekonomi Halal 2027, Jateng Incar Wisatawan Timur Tengah
Manfaat Nyata BPJS Kesehatan, Operasi Batu Empedu Gratis Berkat JKN
Dekranasda Jateng Bakal Bawa Produk Unggulan ke Makassar
TAGGED:kasus perceraian jatengperceraianpernikahan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article gerakan shalawat Gus Yasin Disebut Inspirator Gerakan Shalawat di Jawa Tengah, Gema Spiritual Kian Menguat
Next Article tinjau rs terkait pasien pbi jk Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Boleh Ada RS di Jateng Tolak Pasien PBI JK

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.