KABARBANYUMASRAYA.COM – Sebanyak 509 pesilat muda dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 2026 di GOR Tanis Indoor Banjarnegara, 8–10 Oktober 2026. Ajang ini menjadi arena bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan hasil pembinaan pencak silat di masing-masing daerah.
Peserta terbagi dalam tiga kelompok usia, mulai dari usia dini, praremaja tingkat SMP, hingga remaja tingkat SMA. Selain memperebutkan hasil terbaik, kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi pesilat untuk meningkatkan pengalaman bertanding, kedisiplinan, dan sportivitas.
Ketua Panitia Kejurprov Pencak Silat PSHT, Bayu Mahendra, mengatakan ratusan peserta yang merupakan pesilat muda tersebut berasal dari puluhan kontingen yang mengikuti pertandingan sesuai kategori usia masing-masing.
“Untuk kategori usia dini diikuti 135 peserta dari 26 kontingen. Kemudian kategori SMP atau praremaja sebanyak 243 peserta dari 31 kontingen, sedangkan kategori SMA atau remaja diikuti 131 peserta dari 25 kontingen,” kata Bayu.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi pesilat muda dalam kejuaraan tingkat provinsi yang digelar di Banjarnegara.
509 Pesilat Muda Bertanding dalam Tiga Kelompok Usia
Berdasarkan data panitia, kategori praremaja menjadi kelompok dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 243 pesilat dari 31 kontingen.
Sementara itu, kategori usia dini diikuti 135 pesilat dari 26 kontingen. Adapun kategori remaja tingkat SMA melibatkan 131 pesilat yang berasal dari 25 kontingen.
Pertandingan ini merupakan upaya dalam memberikan ruang bagi pesilat muda untuk terus mengasah kemampuan dan meraih prestasi lebih tinggi lagi.
“Kejuaraan ini memang untuk pesilat muda, artinya mereka terbagi dalam kelompok umur,” katanya.
Berikut rincian peserta Kejurprov Pencak Silat PSHT 2026:
- Usia dini: 135 peserta dari 26 kontingen.
- Praremaja tingkat SMP: 243 peserta dari 31 kontingen.
- Remaja tingkat SMA: 131 peserta dari 25 kontingen.
Secara keseluruhan, terdapat 509 peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut. Pembagian kategori berdasarkan kelompok usia memberikan ruang bagi para atlet untuk bertanding sesuai jenjang pembinaannya.
Pesilat dari Berbagai Daerah Jawa Tengah Berkumpul di Banjarnegara
Kejurprov PSHT 2026 tidak hanya diikuti pesilat dari Kabupaten Banjarnegara. Sejumlah daerah lain juga mengirimkan atlet untuk berpartisipasi, di antaranya Banyumas, Kabupaten Semarang, Wonosobo, Purbalingga, dan Salatiga.
Kehadiran kontingen dari berbagai wilayah menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang pertemuan atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman, serta mengenal karakter permainan lawan yang berbeda.
Bagi pesilat muda, kesempatan bertanding dalam kompetisi tingkat provinsi dapat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Mereka dituntut menerapkan teknik yang telah dilatih, menjaga konsentrasi, dan mengambil keputusan secara tepat selama pertandingan.
Persaingan antarpeserta juga menjadi kesempatan bagi pelatih dan tim pembinaan untuk mengevaluasi perkembangan atlet, sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Kejurprov PSHT Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda
Penyelenggaraan Kejurprov Pencak Silat PSHT 2026 menjadi salah satu ruang pembinaan bagi pesilat sejak usia dini hingga remaja.
Melalui kompetisi yang terstruktur, atlet dapat mengasah kemampuan teknik, ketahanan mental, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi tekanan saat bertanding. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mengikuti kejuaraan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Pembinaan sejak usia dini juga penting untuk membangun fondasi kemampuan atlet secara bertahap. Dengan pendampingan pelatih dan kesempatan bertanding yang berkelanjutan, pesilat diharapkan mampu mengembangkan potensi sesuai jenjang usianya.
Selain mengejar prestasi, pencak silat mengajarkan nilai-nilai penghormatan terhadap lawan, kepatuhan terhadap peraturan, pengendalian diri, dan sikap sportif dalam menerima hasil pertandingan.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan atlet, sehingga keberhasilan kejuaraan tidak hanya dilihat dari hasil pertandingan, tetapi juga dari proses pembentukan karakter para pesilat.
Banjarnegara Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Selama Tiga Hari
Berlangsung pada 8–10 Oktober 2026, Kejurprov Pencak Silat PSHT menjadikan Banjarnegara sebagai titik berkumpulnya ratusan pesilat dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Pelaksanaan kejuaraan ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan pencak silat, memperluas pengalaman bertanding atlet muda, serta mendorong lahirnya pesilat berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
Dengan melibatkan peserta dari tiga kelompok usia, kejuaraan tersebut juga memberikan gambaran mengenai pentingnya kesinambungan pembinaan atlet, mulai dari tahap pengenalan kompetisi hingga persiapan menuju jenjang prestasi berikutnya.
Kehadiran ratusan pesilat di GOR Tanis Indoor Banjarnegara menjadi momentum untuk terus mengembangkan pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.
