KABARBANYUMASRAYA.COM – Upaya menjaga ketersediaan air menjadi perhatian penting bagi masyarakat sekaligus sektor energi. PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP Mrica) pun menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan dan keberkahan bagi lingkungan serta masyarakat.
Kegiatan salat istisqa dilaksanakan secara serentak di seluruh subunit UBP Mrica dengan melibatkan insan perusahaan. Selain menjadi sarana berdoa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran mengenai pentingnya menjaga sumber daya air yang menopang kehidupan dan pembangkitan listrik tenaga air.
Bagi UBP Mrica, ketersediaan air memiliki arti strategis. Sebagai pengelola PLTA Panglima Besar Jenderal Soedirman, unit tersebut bergantung pada keberlanjutan sumber daya air untuk mendukung produksi energi bersih.
Karena itu, doa bersama di tengah kemarau juga menjadi pengingat bahwa menjaga air membutuhkan langkah nyata, mulai dari pelestarian lingkungan hingga perlindungan kawasan tangkapan air di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.
Salat Istisqa Jadi Ikhtiar di Tengah Kemarau
Pelaksanaan salat istisqa menjadi bentuk ikhtiar spiritual keluarga besar PLN Indonesia Power UBP Mrica untuk memohon hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan yang digelar serentak di seluruh subunit tersebut mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap kondisi sumber daya air, terutama ketika musim kemarau meningkatkan perhatian terhadap ketersediaan air.
Senior Manager UBP Mrica, Wasis Jati Waskitho, mengatakan bahwa air memiliki peran penting, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai sumber energi yang mendukung aktivitas masyarakat.
“Shalat Istisqa merupakan ikhtiar spiritual kita untuk memohon hujan. Tetapi di sisi lain, ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa air harus dijaga. Bagi UBP Mrica, air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga sumber energi bersih. Karena itu, menjaga keberlanjutan air berarti turut menjaga keberlanjutan energi dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap air perlu diwujudkan melalui tindakan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya menjaga sumber daya air tidak hanya dilakukan ketika kemarau berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Kelestarian DAS Serayu Berpengaruh terhadap Keberlanjutan PLTA
Sebagai pengelola PLTA Panglima Besar Jenderal Soedirman, UBP Mrica memiliki keterkaitan erat dengan kondisi lingkungan di wilayah DAS Serayu.
Waduk Mrica menjadi bagian penting dalam sistem pembangkitan listrik tenaga air. Oleh sebab itu, keberlanjutan sumber daya air dan kondisi kawasan tangkapan air menjadi perhatian dalam menjaga manfaat waduk bagi pembangkitan energi.
Tutupan vegetasi, kelestarian kawasan hulu, dan pengelolaan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya menjaga ekosistem daerah aliran sungai. Kerusakan lingkungan di wilayah tangkapan air dapat memengaruhi kondisi hidrologis dan meningkatkan risiko sedimentasi, meskipun dampaknya bergantung pada berbagai faktor.
Karena itu, pelestarian DAS Serayu perlu melibatkan berbagai pihak agar fungsi lingkungan tetap terjaga dan manfaat sumber daya air dapat dirasakan secara berkelanjutan.
UBP Mrica Dorng Penghijauan dan Pemberdayaan Masyarakat
Komitmen PLN Indonesia Power UBP Mrica dalam menjaga keberlanjutan air juga diwujudkan melalui berbagai program lingkungan bersama masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah DAS Serayu.
Upaya tersebut mencakup penghijauan, penanaman pohon, penguatan kelompok masyarakat, serta pengembangan kegiatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran bahwa perlindungan sumber daya air tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Peran pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dari hulu hingga hilir.
Wasis menegaskan, kolaborasi menjadi faktor penting agar upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Konservasi tidak bisa dilakukan sendirian. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran masing-masing. Yang kita jaga hari ini bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk memastikan manfaat air tetap dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” lanjutnya.
Melalui keterlibatan masyarakat dalam program lingkungan, upaya konservasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap sumber daya alam di sekitar tempat tinggal.
Menjaga Air Berarti Menjaga Masa Depan Energi Bersih
Bagi UBP Mrica, kelestarian DAS Serayu merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangkitan listrik tenaga air sekaligus mendukung manfaat lingkungan bagi masyarakat.
Ketersediaan air yang terjaga menjadi salah satu faktor penting bagi operasional PLTA. Pada saat yang sama, pengelolaan lingkungan yang baik turut mendukung keberlangsungan fungsi ekosistem dan kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar.
Melalui pelaksanaan salat istisqa, UBP Mrica mengajak seluruh pihak untuk memadukan ikhtiar spiritual dengan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Pelestarian kawasan hulu, penanaman pohon, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari langkah yang perlu dilakukan secara konsisten.
Harapannya, hujan yang turun nantinya membawa manfaat bagi kehidupan, membantu memenuhi kebutuhan air, dan mendukung keberlanjutan ekosistem serta energi bersih.
Sebab, menjaga air bukan hanya soal memenuhi kebutuhan hari ini, melainkan juga memastikan sumber daya yang menopang kehidupan dan pembangkitan listrik tetap tersedia bagi generasi mendatang.
