MENJELANG arus mudik dan balik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama jajaran kepolisian menyiapkan enam pos pengamanan dan pelayanan terpadu. Posko tersebut akan difungsikan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar.
Kapolres Banjarnegara AKBP Marsika Fendi melalui Kabag Ops Kompol Prijo Djatmiko menyampaikan, enam titik telah masuk dalam perencanaan awal. Namun, keputusan final masih menunggu hasil rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Adapun lokasi yang direncanakan meliputi jalur utama Klampok, Mandiraja, Alun-alun Banjarnegara, Terminal Induk Banjarnegara, Singomerto, serta Pos Dieng yang menjadi pintu masuk kawasan wisata dataran tinggi.
Keberadaan posko ini diharapkan dapat memberikan pelayanan cepat, mulai dari pengaturan lalu lintas, bantuan darurat, hingga informasi jalur alternatif bagi pemudik.
Jalur Karangkobar–Dieng Masuk Peta Rawan Longsor
Selain pengamanan arus kendaraan, faktor keselamatan akibat kondisi geografis menjadi perhatian serius. Berdasarkan analisis Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, sejumlah ruas jalan di Banjarnegara tergolong rawan longsor, terutama jalur provinsi dan akses pegunungan.
Beberapa titik yang perlu diwaspadai pemudik antara lain Karangkobar–Banjarnegara, Banjarnegara–Madukara–Pagentan, Pagentan–Dieng, Karangkobar–Dieng, serta Kalibening–Pekalongan.
Wilayah perbukitan dengan kontur tanah labil membuat jalur tersebut rentan terhadap pergerakan tanah, khususnya saat intensitas hujan tinggi. Pemudik diimbau memantau informasi cuaca dan kondisi lalu lintas sebelum melintas.
BNPB Catat Peningkatan Bencana, Siapkan Enam Strategi Mitigasi Selama Arus Mudik
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa tren bencana pada 2026 menunjukkan kenaikan signifikan. Hingga awal Maret 2026, tercatat sekitar 500 kejadian bencana secara nasional, dengan 82 peristiwa terjadi di Jawa Tengah. Mayoritas berupa banjir, tanah longsor, dan dampak cuaca ekstrem.
Untuk mengantisipasi risiko selama periode mudik Lebaran, BNPB menyiapkan enam langkah strategis, yakni memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, menyebarluaskan peta jalur rawan bencana, mengaktifkan pos komando di titik kritis, mengerahkan personel siaga, menyiapkan rencana kontinjensi kawasan wisata, serta membuka opsi operasi modifikasi cuaca bila diperlukan.
Dengan dukungan enam pos pengamanan, pemetaan jalur rawan longsor, serta penguatan mitigasi bencana, Banjarnegara berupaya memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan minim risiko, meski di tengah potensi cuaca ekstrem.
*Baca media group Kami.
