KABARBANYUMASRAYA.COM – Selama ini, keberadaan eceng gondok di Waduk Mrica selalu menjadi persoalan serius, namun melalui inovasi Pecofera, tanaman air itu kini memiliki nilai ekonomi.
Melalui inovasi yang dikembangkan Serayu Network, kelompok masyarakat binaan PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica, tanaman gulma ini diolah menjadi pelet pakan ternak dan ikan yang dimanfaatkan kelompok peternak serta pembudidaya ikan.
Pecofera menjadi salah satu upaya mengubah potensi sumber daya lokal yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Pemanfaatan eceng gondok tersebut juga membuka peluang usaha masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan dan perikanan di Kabupaten Banjarnegara.
Selama ini, pertumbuhan eceng gondok menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan perairan Waduk Mrica. Persoalan lingkungan di kawasan tersebut juga berkaitan dengan sedimentasi yang dipengaruhi degradasi lingkungan di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.
Eceng Gondok Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Adi, mengapresiasi inovasi pemanfaatan eceng gondok tersebut.
Menurutnya, pengolahan sumber daya lokal menjadi produk pakan berpotensi memberikan manfaat ganda, yakni membantu mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menyediakan alternatif bahan baku bagi peternak dan pembudidaya ikan.
“Pemanfaatan eceng gondok menjadi produk pakan merupakan inovasi yang menarik. Selain membantu mengurangi permasalahan lingkungan, pemanfaatan potensi lokal seperti ini juga dapat membuka alternatif sumber pakan bagi peternak dan pembudidaya ikan,” katanya.
Ia berharap pengembangan Pecofera terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas produk, kandungan nutrisi, serta standar keamanan pakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Ketua Serayu Network, Maman Fansyah, mengatakan Pecofera dikembangkan dengan mengedepankan prinsip ekonomi sirkular. Konsep tersebut menempatkan material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah atau persoalan lingkungan agar dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
“Melalui Pecofera, kami ingin menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang. Eceng gondok yang selama ini menjadi tantangan dalam pengelolaan waduk dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan,” ujarnya.
Ia berharap inovasi tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak kelompok masyarakat yang terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi.
Mulai Dimanfaatkan Peternak dan Pembudidaya Ikan
Manfaat Pecofera mulai dirasakan kelompok peternak unggas dan pembudidaya ikan yang telah memanfaatkan produk tersebut.
Kehadiran pelet berbahan eceng gondok memberikan alternatif pemanfaatan bahan baku lokal. Selain itu, inovasi ini mendorong masyarakat untuk lebih produktif mengolah potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Salah satu pengguna mengapresiasi pengembangan Pecofera karena mampu mengubah tanaman yang sebelumnya dianggap mengganggu menjadi produk yang memiliki kegunaan.
“Kami melihat Pecofera sebagai inovasi yang memberikan manfaat karena eceng gondok yang sebelumnya dianggap sebagai masalah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna. Kami berharap pemanfaatannya terus berkembang sehingga semakin banyak peternak dan pembudidaya ikan yang memperoleh manfaat,” ujarnya.
Eceng Gondok dan Sedimen Waduk Diolah Jadi Produk Lain
Pecofera bukan satu-satunya inovasi yang dikembangkan Serayu Network bersama PLN Indonesia Power UBP Mrica. Kelompok masyarakat tersebut juga memanfaatkan eceng gondok dan sedimen Waduk Mrica untuk menghasilkan produk lain.
Salah satunya adalah Lidok, pupuk organik berbahan eceng gondok dan sedimen waduk. Selain itu, sedimen yang terkumpul juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan media tanam.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan DAS Serayu.
Melalui pengembangan yang dilakukan, material yang selama ini menjadi tantangan dalam pengelolaan Waduk Mrica diarahkan agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat membuka peluang usaha apabila dikelola melalui inovasi dan kolaborasi. Ke depan, pengembangan produk-produk tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat serta mendukung sektor peternakan, perikanan, dan ketahanan pangan di Kabupaten Banjarnegara.
