UPAYA penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dan Waduk Mrica terus diperkuat oleh PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Mrica. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melibatkan masyarakat secara langsung melalui Focus Group Discussion (FGD).
FGD ini bertujuan menyerap aspirasi dan masukan warga sebagai dasar penyusunan program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang akan dijalankan pada tahun 2026.
Senior Manager PT Indonesia Power UBP Mrica, Nazrul Very Andhi, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah menjalankan berbagai program penanganan limbah dan sedimentasi waduk, termasuk pengolahan eceng gondok menjadi pupuk organik.
“Pada 2026, program ini akan kami kembangkan lebih jauh berdasarkan hasil FGD dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyelamatan DAS Serayu mulai hulu sampai hilir,” kata Nazrul.
Eceng Gondok Disulap Jadi Pakan Unggas dan Ikan
Nazrul mengungkapkan, eceng gondok yang selama ini menjadi masalah utama di Waduk Mrica tidak hanya akan diolah menjadi pupuk, tetapi juga dikembangkan menjadi pakan unggas dan pakan ikan.
“Dengan pengolahan yang tepat, eceng gondok bisa memiliki nilai ekonomi. Harapannya, ini membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar waduk,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan limbah waduk dilakukan secara berkelanjutan agar tidak hanya berdampak pada perbaikan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga.
CSR Berbasis Partisipasi Warga, Kolaborasi Jadi Kunci
Seluruh program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indonesia Power UBP Mrica, kata Nazrul, selalu berbasis partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, FGD menjadi ruang penting untuk menyelaraskan program perusahaan dengan kebutuhan riil warga.
“Hasil FGD ini akan kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan. Kami menyadari, penyelamatan DAS Serayu dan waduk tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi dari masyarakat di wilayah hulu hingga hilir,” tegasnya.
Reforestasi Hulu Sungai Tekan Sedimentasi Waduk Mrica
Selain fokus di kawasan waduk, PT Indonesia Power juga menggencarkan upaya penyelamatan kawasan hulu Sungai Serayu, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, provinsi, pemerintah pusat, TNI, Polri, serta masyarakat.
Sepanjang 2025, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah reforestasi atau penanaman kembali pohon di kawasan hutan yang terdegradasi.
“Sekitar 20 ribu pohon telah ditanam di kawasan hulu sungai. Tujuannya memulihkan fungsi ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus menjaga keanekaragaman hayati,” kata Nazrul.
Langkah ini diharapkan mampu menekan laju sedimentasi Sungai Merawu, yang selama ini menjadi penyumbang sedimen terbesar ke Waduk Mrica.
Camat Bawang Apresiasi FGD Lintas Wilayah Hulu–Hilir untuk DAS Serayu
Camat Bawang, Akmad Kudasi, mengapresiasi pelaksanaan FGD yang melibatkan unsur masyarakat dari wilayah hulu hingga hilir DAS Serayu.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif seperti ini sangat penting untuk merumuskan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. FGD menjadi sarana strategis untuk mencari formula bersama dalam menyelamatkan Waduk Mrica dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
