KABARBANYUMASRAYA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjarnegara turun tangan menyelidiki dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 18 siswa SD dan MI di Kecamatan Purwareja Klampok, Senin (28/9/2026).
Belasan siswa tersebut mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Klampok I untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Dinkes Banjarnegara kini mengambil sampel makanan dan menyiapkan pemeriksaan terhadap penjamah makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut.
Sampel MBG Diperiksa di Laboratorium
Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Banjarnegara, Hery Purwono, mengatakan investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada para siswa.
Sampel makanan yang dikonsumsi telah diamankan dan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Pengujian dilakukan guna mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau kandungan tertentu yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
“Masih kita tunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah makanan tersebut terkontaminasi atau tidak,” kata Hery.
Dinkes belum menyimpulkan bahwa makanan MBG menjadi penyebab keluhan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Penjamah Makanan dan Peralatan Produksi Ikut Diperiksa
Selain sampel makanan, Dinkes Banjarnegara akan memeriksa para penjamah makanan yang bekerja di dapur SPPG terkait.
Pemeriksaan dilakukan melalui tes usap atau swab untuk mengetahui kondisi kesehatan penjamah makanan serta mendeteksi kemungkinan penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan.
Pemeriksaan juga mencakup peralatan yang digunakan selama proses produksi, mulai dari pengolahan hingga pewadahan makanan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan penyediaan MBG telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.
“Selama ini kita sudah melakukan pengawasan dan inspeksi ke SPPG terkait dengan pelaksanaan SOP yang sudah ditetapkan, mulai dari pengolahan hingga distribusi,” ujar Hery.
Dinkes juga terus memantau penerima MBG lainnya untuk mengantisipasi munculnya keluhan kesehatan tambahan.
Kondisi 18 Siswa Membaik dan Sudah Pulang
Hery memastikan kondisi 18 siswa yang sempat mendapat penanganan di Puskesmas Klampok I berangsur membaik.
Seluruh siswa telah diperbolehkan pulang pada Senin siang. Meski demikian, kondisi mereka tetap dipantau sebagai bagian dari observasi lanjutan.
“Untuk kondisi anak sampai siang semua sudah pulang, namun masih dilakukan observasi dan dipantau terus, termasuk penerima lainnya,” katanya.
Dinkes mengimbau penerima MBG untuk memperhatikan kondisi makanan sebelum dikonsumsi. Jika ditemukan bau, warna, tekstur, atau rasa yang tidak lazim, makanan sebaiknya tidak dikonsumsi dan segera dilaporkan kepada pengelola.
Ada Laporan Bau Makanan Tidak Lazim
Dalam investigasi awal, Dinkes menerima laporan mengenai adanya aroma yang tidak lazim pada makanan yang dikonsumsi siswa.
Namun, Hery menegaskan temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya mual dan muntah.
“Untuk indikasi belum bisa memastikan. Tetapi ada laporan dari makanan yang dikonsumsi ada bau yang tidak lazim dan tidak selayaknya pada makanan tersebut. Ini masih dalam tahap pemeriksaan, termasuk untuk memastikan apakah ini penyebabnya atau ada penyebab lain,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan dapat diketahui sekitar empat hari setelah sampel diperiksa. Hasil tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya kontaminasi pada makanan serta kemungkinan faktor lain yang menyebabkan keluhan.
Sambil menunggu hasil laboratorium, Dinkes Banjarnegara meminta masyarakat dan pengelola MBG meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan makanan dengan kondisi yang tidak normal.
