Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Atasi Krisis Air Irigasi, Warga Pasang Dekem di Sungai Merawu
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Atasi Krisis Air Irigasi, Warga Pasang Dekem di Sungai Merawu
Banjarnegara

Atasi Krisis Air Irigasi, Warga Pasang Dekem di Sungai Merawu

Afifah Anis CH
Last updated: 16 April 2026 12:51
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Dekem menjadi satu solusi tangani krisis air irigasi petani
Pemasangan Dekem menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air irigasi bagi petani. (dok. Kominfo)
SHARE

RATUSAN warga bersama pemerintah daerah bergotong royong memasang bronjong bambu tradisional atau dekem di aliran Sungai Merawu, sebagai satu upaya penanganan darurat di tengah krisis air irigasi untuk aliran pertanian.

Contents
  • Arus Sungai Berubah, Krisis Air Irigasi Terjadi, Ratusan Hektare Sawah Terdampak
  • Pemulihan Irigasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan
  • Dari Kearifan Lokal ke Solusi Permanen
  • Alat Berat Disiagakan, Warga Berharap Pemulihan Cepat

Aksi kerja bakti massal pemasangan dekem sebagai upaya darurat dalam atasi krisis air irigasi, sekaligus untuk memulihkan fungsi irigasi yang telah terganggu selama hampir tiga tahun terakhir. Selain itu, pemasangan dekem juga bertujuan mengatasi abrasi tebing sungai serta menormalkan kembali aliran air.

Arus Sungai Berubah, Krisis Air Irigasi Terjadi, Ratusan Hektare Sawah Terdampak

Kepala UPT Wilayah 3 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarnegara, Adi Purnomo, menjelaskan bahwa pemasangan sekitar 60 unit dekem dilakukan untuk mengarahkan kembali arus sungai ke jalur tengah. Sehingga ini menjadi bagian penanganan darurat dalam krisis air irigasi untuk menyelamatkan lahan pertanian.

Selama ini, pendangkalan dasar sungai serta perubahan arah aliran akibat aktivitas galian di bagian hilir membuat petani krisis air, sebab air tidak lagi masuk ke saluran irigasi Bendungan Clangap.

“Krisis air bagi petani ini sudah hampir tiga tahun terjadi, sehingga lahan petani kesulitan mendapatkan air. Posisi dasar sungai lebih rendah dari pintu irigasi, sehingga air tidak bisa mengalir masuk. Dengan dekem ini, arus diarahkan agar air bisa naik kembali,” katanya.

Dampak dari kondisi tersebut cukup besar. Sekitar 480 hektare lahan pertanian di lima desa terdampak, yakni Desa Jenggawur, Banjar Kulon, dan Banjarmangu di Kecamatan Banjarmangu, serta Desa Gumisir dan Linggasari di Kecamatan Wanadadi.

Akibatnya, petani mengalami gagal tanam hingga penurunan hasil panen secara signifikan.

Pemulihan Irigasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan

Camat Banjarmangu, Gaba Tri Sumbarwanto, menegaskan pentingnya percepatan pemulihan irigasi, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Jika tidak segera ditangani, potensi kerugian ekonomi akan semakin besar. Produksi pertanian dari wilayah ini tidak hanya untuk Banjarnegara, tetapi juga menyuplai daerah lain,” ujarnya.

Dari Kearifan Lokal ke Solusi Permanen

Saat ini, penanganan masih dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan kearifan lokal berupa dekem sebagai solusi sementara. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan bahwa penanganan permanen sedang dalam proses melalui dukungan pemerintah pusat.

Usulan anggaran yang sebelumnya berkisar Rp8–9 miliar kini telah disetujui meningkat menjadi Rp46 miliar melalui APBN. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan pengaman tebing serta normalisasi Sungai Merawu secara menyeluruh.

Alat Berat Disiagakan, Warga Berharap Pemulihan Cepat

Sambil menunggu proses lelang proyek, alat berat berupa ekskavator tetap disiagakan di lokasi untuk mengeruk material pasir dan batu yang kerap menyumbat saluran irigasi, terutama saat curah hujan tinggi.

Warga berharap kolaborasi antara upaya tradisional dan intervensi pemerintah ini mampu mempercepat pemulihan sistem irigasi. Dengan demikian, produktivitas pertanian di kawasan Sungai Merawu dapat kembali normal dan menopang perekonomian masyarakat.

*Ikuti media sosial kami.

Banjarnegara Mulai Dilanda Kekeringan, PMI Salurkan Air Bersih untuk Warga
BPBD Banjarnegara Latih Warga Evakuasi Mandiri dan Pasang EWS
Satpol PP Banjarnegara Monitoring Kafe dan Karaoke, Pastikan Patuh Jam Operasional Ramadan
Polres dan Kemenag Banjarnegara Perkuat Keamanan Cegah Perundungan dan Judi Online
KONI Banjarnegara Siapkan Atlet Lebih Kompetitif, Pelatih Dapat Pembekalan Khusus dari UNNES
TAGGED:dekemirigasikrisis airpenanganan darurat
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pantau kesehatan ternak melalui program healing Gencarkan Layanan Kesehatan Ternak Keliling untuk Menjamin Kesehatan Hewan Kurban
Next Article Asrama Atlet disabilitas NPCI Jateng Kini Miliki Asrama Atlet Disabilitas, Dorong Lahirnya Prestasi Paralympic

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.