Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Bupati Banjarnegara Salurkan Jadup untuk Korban Longsor Pagentan, Relokasi Segera Disiapkan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Bupati Banjarnegara Salurkan Jadup untuk Korban Longsor Pagentan, Relokasi Segera Disiapkan
Banjarnegara

Bupati Banjarnegara Salurkan Jadup untuk Korban Longsor Pagentan, Relokasi Segera Disiapkan

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 18 Maret 2026 10:27
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
Penyaluran Jadup korban longsor Pagentan
Pemerintah salurkan Jadup bagi korban logsor Pagentan. (dok. kominfo)
SHARE

PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara mulai menyalurkan bantuan jatah hidup (Jadup) kepada warga terdampak bencana longsor di Kecamatan Pagentan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Amalia Desiana di Desa Gumingsir dan Desa Karangnangka, Selasa (17/3/2026).

Contents
  • Selain Jadup, Relokasi Warga Ditargetkan Mulai 2026
  • Lahan Lama Tetap Milik Warga, Tapi Tak Boleh Dihuni
  • Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Dalam penyaluran tersebut, Bupati Amalia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir secara langsung memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan warga terdampak benar-benar mendapatkan perhatian dan solusi nyata. Ini bukan kali pertama kami turun langsung ke Pagentan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebelumnya telah melakukan peninjauan lokasi sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sosial PPPA Banjarnegara, Sila Satriana, menjelaskan bahwa bantuan Jadup diberikan sebesar Rp900 ribu per bulan untuk setiap kepala keluarga. Pada tahap awal, bantuan langsung diberikan untuk tiga bulan sekaligus, sehingga warga menerima total Rp2,7 juta.

“Ke depan bantuan akan disalurkan setiap bulan. Harapannya ini bisa meringankan beban warga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Selain Jadup, Relokasi Warga Ditargetkan Mulai 2026

Selain bantuan kebutuhan hidup atau Jadup, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan program relokasi bagi warga terdampak longsor. Rencana ini akan memanfaatkan tanah bengkok desa sebagai lokasi hunian baru.

Bupati Amalia menyebutkan, relokasi ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2026, atau paling lambat 2027, dengan harapan bisa segera memberikan tempat tinggal yang lebih aman bagi warga.

“Kami memahami kondisi keuangan daerah yang terbatas. Namun, kami tetap berupaya agar relokasi bisa segera terealisasi,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan menghindari kecemburuan sosial selama proses penanganan berlangsung.

Lahan Lama Tetap Milik Warga, Tapi Tak Boleh Dihuni

Pemerintah memastikan bahwa lahan milik warga di lokasi terdampak tetap menjadi hak pribadi. Namun, area tersebut tidak lagi diperbolehkan untuk dihuni karena memiliki risiko tinggi terhadap bencana longsor.

Sebagai alternatif, lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti pertanian atau perkebunan.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Camat Pagentan, Andri Sulistyo, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam membantu warganya. Ia berharap pendampingan terus dilakukan hingga seluruh proses pemulihan selesai.

Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan bahwa wilayah Banjarnegara termasuk daerah rawan bencana. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih peka terhadap tanda-tanda alam serta menjaga keseimbangan lingkungan.

“Dengan memahami kondisi alam dan menjaga lingkungan, risiko bencana bisa ditekan,” ujarnya.

*Ikuti media sosial kami.

Kekeringan Banjarnegara Meluas, BPBD Distribusikan 10 Juta Liter Air Bersih ke 68 Desa
Bukan Sekadar Berdoa Minta Hujan, PLN UBP Mrica Soroti Pentingnya Menjaga DAS Serayu
Warga Jalatunda Krisis Air Bersih, Polres Banjarnegara Salurkan Bantuan
Bupati Amalia Dorong BUMDesma Banjarnegara Inovatif dan Patuh Regulasi
PLN Indonesia Power UBP Mrica Salurkan Air Bersih untuk Warga Kaliajir Hadapi Kekeringan
TAGGED:bantuan hidujadupkorban longsorlongsor pagentan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Luncurkan SI Polan Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026, Polda Jateng Hadirkan Aplikasi “Si Polan” untuk Pemudik
Next Article destinasi wisata 6 Juta Wisatawan Diprediksi Padati Destinasi Wisata Jawa Tengah Saat Lebaran 2026

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.