KABARBANYUMASRAYA.COM – Berkapasitas 180 MW, PLTA PB Soedirman terus dijaga keandalannya selama 37 tahun beroperasi untuk menopang sistem kelistrikan Jawa Tengah sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Selama 37 tahun beroperasi, PLTA PB Soedirman di Kabupaten Banjarnegara masih memegang peran penting dalam menopang sistem kelistrikan Jawa Tengah melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Keandalan pembangkit dan keberlanjutan manfaat Bendungan Mrica menjadi perhatian dalam kunjungan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) ke PLTA PB Soedirman, Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica, Banjarnegara.
Rombongan Lemhannas meninjau langsung Bendungan Mrica dan fasilitas pembangkit yang telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade tersebut.
PLTA PB Soedirman Berkapasitas 180 MW
PLTA PB Soedirman memiliki kapasitas terpasang 180 megawatt (MW). Pembangkit ini menjadi salah satu infrastruktur energi terbarukan yang berkontribusi terhadap kebutuhan listrik di Jawa Tengah.
Untuk menjaga kinerja pembangkit, PLN Indonesia Power UBP Mrica melakukan pengelolaan dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diperlukan agar fasilitas pembangkitan tetap andal dan mampu mendukung pasokan listrik secara berkesinambungan.
Inspektur Jenderal Lemhannas RI Irjen Pol Chaidir mengatakan, kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai manfaat infrastruktur yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
“Kami mengunjungi waduk yang telah berfungsi selama 37 tahun dan melihat secara langsung berbagai fungsi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Chaidir.
Keandalan Pembangkit Jadi Kunci Ketahanan Energi
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho mengatakan, menjaga keandalan PLTA PB Soedirman selama 37 tahun merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memastikan energi terbarukan tetap memberikan kontribusi bagi kebutuhan listrik.
“Menjaga keandalan PLTA PB Soedirman merupakan bentuk dedikasi kami untuk memastikan energi terbarukan dapat terus mendukung kebutuhan listrik pelanggan,” kata Wasis.
Menurutnya, keandalan pembangkit menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan layanan kelistrikan. Terlebih, kebutuhan energi terus berkembang seiring aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Karena itu, pemeliharaan pembangkit dilakukan secara konsisten untuk memastikan fasilitas tetap berfungsi secara optimal.
Manfaat PLTA PB Soedirman Tak Hanya untuk Listrik
PLN Indonesia Power UBP Mrica juga berupaya memperluas manfaat keberadaan pembangkit melalui pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.
Wasis menilai keberadaan pembangkit tidak semestinya hanya dilihat dari kontribusinya terhadap pasokan energi.
Hubungan yang kuat dengan masyarakat dan pemangku kepentingan juga diperlukan agar keberadaan infrastruktur energi memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
37 Tahun PLTA PB Soedirman Jaga Peran Strategis Energi Terbarukan
Setelah beroperasi selama 37 tahun, PLTA PB Soedirman tetap menjadi bagian penting dari infrastruktur energi di Banjarnegara dan Jawa Tengah.
Pengelolaan pembangkit yang berkelanjutan, pemanfaatan energi terbarukan, serta penguatan hubungan dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya mempertahankan peran strategis PLTA PB Soedirman.
Ke depan, pembangkit tersebut diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi sekaligus menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekitar.
*Ikuti media sosial kami.
