Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang Meriah, 46 Defile Pamerkan Budaya Nusantara
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Nasional > Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang Meriah, 46 Defile Pamerkan Budaya Nusantara
Nasional

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang Meriah, 46 Defile Pamerkan Budaya Nusantara

Afifah Anis CH
Last updated: 12 September 2026 15:27
By Afifah Anis CH
6 Min Read
Share
defile meriahkan pembukaan MTQ Nasional 2026
defile meriahkan pembukaan MTQ Nasional 2026. (dok. Pemprov)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Kota Semarang berubah menjadi panggung budaya Nusantara saat Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI 2026 digelar, Sabtu (12/9/2026). Sebanyak 46 defile dari berbagai provinsi, kabupaten/kota, serta instansi dan lembaga di Jawa Tengah tampil membawa identitas budaya daerah masing-masing.

Contents
  • 46 Defile Ramaikan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional
  • Taj Yasin: MTQ Jadi Momentum Satukan Keberagaman
  •  “Gumreget Nyawiji” Jadi Pesan Kebersamaan Jawa Tengah
  • Kafilah Papua Tengah Tampilkan Budaya Tujuh Suku
  • Kepulauan Riau Bawa Simbol Tugu Bahasa
  • Agenda MTQ Nasional XXXI Berlanjut hingga 20 September

Pawai menempuh rute sekitar 2,5 kilometer, dari Balai Kota Semarang hingga Jalan Pahlawan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Pakaian adat, ornamen tradisional, musik, hingga atraksi drumband membuat suasana sepanjang jalur pawai semakin semarak.

46 Defile Ramaikan Pawai Ta’aruf MTQ Nasional

Pawai dibuka penampilan Korps Musik Taruna (Korsiktar) Universitas Maritim AMNI Semarang. Irama drumband mengiringi barisan sebelum satu per satu defile peserta melintas di hadapan masyarakat.

Beragam identitas daerah kemudian tampil dalam satu iring-iringan. Peserta dari berbagai provinsi berpadu dengan defile kabupaten/kota dan sejumlah lembaga di Jawa Tengah.

Antusiasme masyarakat juga terlihat di sepanjang rute. Warga memenuhi sejumlah titik untuk menyaksikan parade, mengabadikan penampilan peserta, dan memberikan sambutan kepada para kafilah.

Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah defile Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang. Perwakilan dari berbagai agama turut hadir dalam pawai, memperlihatkan pesan keberagaman dan kerukunan di tengah perhelatan MTQ Nasional.

Taj Yasin: MTQ Jadi Momentum Satukan Keberagaman

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang menyambut peserta bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi partisipasi berbagai daerah dalam Pawai Ta’aruf.

Ia mengatakan semakin banyak provinsi yang ikut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.

“Alhamdulillah kita bersyukur, dua hari sebelum kita laksanakan kirab ta’aruf ada beberapa provinsi yang baru. Akan tetapi pada hari ini kita bisa saksikan luar biasa, provinsi-provinsi ternyata mengirim untuk kirab ta’aruf ini,” kata Taj Yasin.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang ikut mengirimkan defile.

Menurutnya, Pawai Ta’aruf menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kita pengin menampilkan dari kebudayaan-kebudayaan, dari adat untuk bersatu padu membangun Indonesia ini dengan lewat MTQ Nasional, membumikan Al-Qur’an,” ujarnya.

 “Gumreget Nyawiji” Jadi Pesan Kebersamaan Jawa Tengah

Taj Yasin menilai kemeriahan Pawai Ta’aruf menunjukkan bahwa MTQ Nasional dapat menjadi ruang kebersamaan tanpa membedakan suku, ras, maupun agama.

“Ini kita tahu, ini adalah sebuah keberkahan buat kita bersama, tidak melihat suku, ras, agama, semuanya kumpul, kita bersatu,” katanya.

Semangat tersebut juga dibawa Jawa Tengah melalui tema defile “Gumreget Nyawiji”.

Tema itu menggambarkan semangat masyarakat untuk bergerak bersama dan membangun Jawa Tengah tanpa meninggalkan siapa pun.

“Jadi kita pengin satu menjadi satu kesatuan untuk membangun Jawa Tengah ini. Tidak melihat siapa-siapa, tidak ada yang ditinggalkan, kita ajak bersama-sama untuk maju,” ujar Taj Yasin.

Pembukaan MTQ Nasional 2026
Pembukaan MTQ Nasional 2026. (dok. Pemprov Jateng)

Kafilah Papua Tengah Tampilkan Budaya Tujuh Suku

Keberagaman budaya semakin terasa melalui penampilan kafilah dari berbagai wilayah Indonesia.

Kafilah Papua Tengah, misalnya, membawa sekitar 100 anggota dalam rombongan. Sebanyak 28 orang di antaranya mengikuti Pawai Ta’aruf dengan mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai ornamen khas Papua Tengah.

Ketua Kafilah Papua Tengah Wahyu Budi Santoso mengatakan rombongannya sengaja menampilkan pakaian adat serta simbol budaya daerah, termasuk ornamen burung cenderawasih.

Peserta Papua Tengah Emi Titin Indrawati menambahkan, pakaian yang dikenakan merepresentasikan sejumlah kebudayaan dan suku di Papua Tengah.

“Ini pakaian baju adat Kamoro Amungme dari Papua Tengah, dan Damal dan sebagainya, tujuh suku di sana,” ujarnya.

Rombongan juga membawa tifa, topi Papua, rumbai, dan tongkat sebagai bagian dari penampilan budaya.

Emi mengaku terkesan dengan penyambutan masyarakat Jawa Tengah.

“Menurut saya ini sudah terprepare dengan baik dan memberikan kesan yang baik buat kita dari luar daerah tentunya. Alhamdulillah meriah,” katanya.

Kepulauan Riau Bawa Simbol Tugu Bahasa

Kafilah Kepulauan Riau juga tampil dengan identitas budaya khas daerahnya. Mereka membawa tema Tugu Bahasa yang berkaitan dengan sejarah bahasa Melayu sebagai salah satu akar bahasa Indonesia.

Perwakilan Kafilah Kepulauan Riau Sofyan Sulaiman mengatakan simbol tersebut sengaja ditampilkan untuk mengenalkan sejarah dan budaya bahasa kepada masyarakat.

“Kita dalam pawai karnaval ini menunjukkan Tugu Bahasa. Bahasa sebagai salah satu budaya nasional,” katanya.

Kafilah Kepulauan Riau mengirimkan 121 peserta untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI dan mengikuti seluruh cabang serta golongan yang diperlombakan.

Sofyan mengapresiasi antusiasme masyarakat Jawa Tengah yang memenuhi jalur pawai.

Menurutnya, Pawai Ta’aruf memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung kekayaan budaya dari berbagai provinsi di Indonesia.

Agenda MTQ Nasional XXXI Berlanjut hingga 20 September

Pawai Ta’aruf menjadi salah satu rangkaian MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Jawa Tengah pada 11-20 September 2026.

Setelah pembukaan pada 12 September, rangkaian lomba akan memasuki tahap penyisihan seluruh cabang musabaqah pada 13-17 September.

Final seluruh cabang dijadwalkan berlangsung 18 September. Selanjutnya, para kafilah mengikuti city tour dan penutupan MTQ Nasional pada 19 September sebelum kembali ke daerah masing-masing pada 20 September.

Dengan kemeriahan Pawai Ta’aruf, MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya budaya, masyarakat, dan semangat persatuan dari berbagai penjuru Indonesia.

*Ikuti media sosial kami.

Aroma Kopi Lereng Muria Mendunia, Dari UMKM Kudus Tembus Pasar Internasional
WFH ASN Setiap Jumat Segera Berlaku di Jateng, Pemprov Siapkan Aturan Teknis
Jateng Borong 6 Penghargaan Adinata Syariah 2026, Pacu Pembentukan Kawasan Industri Halal
Semifinal MTQ Nasional 2026, 12 Kafilah Ditantang Gali Gagasan soal Ecotheology
NPCI Jateng Kini Miliki Asrama Atlet Disabilitas, Dorong Lahirnya Prestasi Paralympic
TAGGED:budaya nusantaradefilemtq nasionalpembukaan mtq
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho (Rompi Biru) sedang berbincang dengan Irjen Pol Chaidir, S.H., S.I.K., M.Si., M.P.P., M.Han (Sebelah kiri) terkait pemanfaatan waduk PLTA PB Soedirman yang sudah beroperasi selama 37 tahun 37 Tahun Beroperasi, PLTA PB Soedirman Tetap Jadi Andalan Energi Terbarukan di Jateng
Next Article Wagub Taj Yasin ajak masyarakat ikut sukseskan MTQ Nasional Ayo Datang! Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang Dimeriahkan Opick dan Rekor MURI

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.