Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Bukan Adu Nyali, Puluhan “Hantu” Gentayangan Bikin Heboh Warga Purwanegara
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Bukan Adu Nyali, Puluhan “Hantu” Gentayangan Bikin Heboh Warga Purwanegara
Banjarnegara

Bukan Adu Nyali, Puluhan “Hantu” Gentayangan Bikin Heboh Warga Purwanegara

Afifah Anis CH
Last updated: 23 Agustus 2026 12:47
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Hantu gentayangan di Desa Purwanegara
Hantu gentayangan di jalanan Desa Purwanegara dalam Gerak Jalan Gayeng Horor. (dok.KBR)
SHARE

BANJARNEGARA – Suasana malam di Desa Purwanegara, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (22/8/2026) malam, berubah menjadi panggung parade hantu. Puluhan warga berkostum pocong, tuyul, genderuwo, dan berbagai karakter menyeramkan turun ke jalan dalam Gerak Jalan Gayeng Horor untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Contents
  • Warga Purwanegara Padati Jalan Sejak Malam
  • Setiap RT Tampilkan Kreativitas
  • Bukan Sekadar Hiburan, Perkuat Gotong Royong

Bukan suasana mencekam yang muncul, aksi para peserta justru mengundang gelak tawa warga. Kostum unik, riasan menyeramkan, yel-yel, hingga tingkah spontan peserta membuat sepanjang rute gerak jalan dipenuhi kemeriahan.

Warga Purwanegara Padati Jalan Sejak Malam

Antusiasme masyarakat Purwanegara dan sekitarnya terlihat sejak sekitar pukul 19.00 WIB. Warga berdatangan dan memenuhi sejumlah titik di sepanjang rute. Sebagian berdiri di tepi jalan, sementara lainnya duduk menunggu rombongan peserta melintas.

Begitu barisan peserta muncul, suasana langsung riuh. Warga berlomba mengabadikan momen menggunakan telepon seluler, terutama saat melihat peserta dengan kostum hantu yang dianggap paling unik dan menghibur.

Irma, salah seorang warga, mengatakan Gerak Jalan Gayeng Horor menjadi kegiatan yang selalu dinantikan karena digelar dua tahun sekali. “Meski kostumnya menyeramkan, gerakan dan yel-yelnya justru lucu, unik, dan bikin tertawa,” ujarnya.

Setiap RT Tampilkan Kreativitas

Kepala Desa Purwanegara, Renda Sabita Noris, mengatakan konsep Gerak Jalan Gayeng Horor memang berbeda dari gerak jalan pada umumnya. Kegiatan digelar malam hari dengan peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing RT.

Setiap kelompok diberi ruang untuk memilih karakter hantu sekaligus menyiapkan kostum dan penampilan sekreatif mungkin.

Menurut Renda, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan sebagai hiburan. Ada pesan sosial yang ingin disampaikan melalui konsep unik tersebut.

Ia menjelaskan, setiap manusia memiliki hawa nafsu yang dapat mendorong pada perilaku buruk. Melalui simbol “hantu” yang dikeluarkan ke jalan, masyarakat diajak melakukan refleksi agar dapat mengendalikan sisi negatif dalam diri.

Bukan Sekadar Hiburan, Perkuat Gotong Royong

Selain menjadi hiburan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. Persiapan kostum dan penampilan membuat warga di masing-masing RT harus bekerja sama dan bergotong royong.

Renda berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi pengingat pentingnya persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Momen hari kemerdekaan ini kami ingin mengajak semua untuk tetap bersatu, bergotong royong membangun desa, dan menjaga kesatuan bangsa,” katanya.

Gerak Jalan Gayeng Horor pun menjadi lebih dari sekadar parade kostum. Di balik penampilan pocong, tuyul, genderuwo, dan karakter lainnya, tersimpan pesan tentang kreativitas, kebersamaan, gotong royong, serta semangat warga Purwanegara dalam merayakan kemerdekaan.

Malam itu, jalan desa berubah menjadi panggung terbuka. Para “hantu” turun ke jalan, bukan untuk menakuti, tetapi untuk menghibur sekaligus memeriahkan HUT ke-81 RI di Desa Purwanegara.

*Ikuti media sosial kami.

Jelajah Kuliner Khas Banjarnegara, dari Soto Krandegan hingga Combro Kalipalet
Kisah Nuhwanto, Mustahik Baznas Banjarnegara yang Kini Punya Usaha Mebel
Ratusan Pendekar Muda Banjarnegara Berebut Tiket Popda di Kejurda Pencak Silat Pelajar 2026
Sulap Lahan Sempit Jadi Sumber Pangan, Rutan Banjarnegara Tebar 5.000 Benih Lele Bioflok
24 Tahun Mengabdi, Perawat RS Emanuel Sebut Program JKN Ringankan Beban Pasien
TAGGED:agustusangotong royonghantu gentayanganHUT RIjalan gayeng hororlurah rendapurwanegara
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article 15.159 Orang Kunjungi Pameran UMKM Jateng, Transaksi Tembus Rp1,165 Miliar 15.159 Orang Kunjungi Pameran UMKM Jateng, Transaksi Tembus Rp1,165 Miliar
Next Article Kla Project ajak ribuan penonton bernostalgia Dari “Gerimis” hingga “Tentang Kita”, KLa Project Bikin Ribuan Penonton Harmony of Java 2026 Bernostalgia

Berita Terbaru

Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.