Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Kisah Nuhwanto, Mustahik Baznas Banjarnegara yang Kini Punya Usaha Mebel
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Kisah Nuhwanto, Mustahik Baznas Banjarnegara yang Kini Punya Usaha Mebel
Banjarnegara

Kisah Nuhwanto, Mustahik Baznas Banjarnegara yang Kini Punya Usaha Mebel

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 22 September 2026 11:04
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
Kisah Nuhwanto, Mustahik Baznas Banjarnegara yang Kini Punya Usaha Mebel
Kisah Nuhwanto, Mustahik Baznas Banjarnegara yang Kini Punya Usaha Mebel. (dok. Kominfo)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Pelatihan ekonomi produktif yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara mulai menunjukkan hasil. Nuhwanto, warga Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, berhasil mengembangkan keterampilan pertukangan kayu menjadi usaha mebel yang kini mempekerjakan tiga orang.

Contents
  • Berawal dari Pelatihan Baznas, Kini Punya Usaha Mebel
  • Pesanan Meluas hingga Tangerang
  • Alumni Pelatihan Kini Jadi Instruktur
  • Baznas Banjarnegara Lanjutkan Program Pemberdayaan

Nuhwanto merupakan alumni pelatihan pertukangan kayu Baznas Banjarnegara pada 2024. Dua tahun setelah mengikuti pelatihan, ia mengembangkan usaha bernama Seniki Pernik Kayu Banjarnegara.

Tak hanya menjadi pelaku usaha mebel, Nuhwanto kini dipercaya Baznas sebagai instruktur pelatihan pertukangan kayu untuk membagikan pengalaman kepada peserta baru.

Berawal dari Pelatihan Baznas, Kini Punya Usaha Mebel

Produk yang dihasilkan dari usaha mebel Nuhwanto cukup beragam, mulai dari meja makan, kusen, pintu, talenan, tatakan masak berbahan limbah kayu hingga kandang merpati.

Salah satu produk yang saat itu memasuki tahap akhir pengerjaan adalah kandang anak domba Batur untuk pelanggan dari Tangerang.

“Dulu saya ikut pelatihan pertukangan kayu Baznas tahun 2024. Dari pelatihan itu saya bisa mengembangkan keterampilan dan memberanikan diri membuka usaha mebel. Alhamdulillah sekarang usaha mulai berkembang,” kata Nuhwanto.

Peralatan yang diterimanya melalui program Baznas menjadi salah satu modal awal untuk memulai dan mengembangkan usaha.

Pesanan Meluas hingga Tangerang

Perkembangan usaha membuat pemasaran produk Nuhwanto tidak lagi terbatas di Banjarnegara. Ia memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produknya kepada calon pelanggan di berbagai daerah.

Pesanan kini datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Sragen, Boyolali, Jakarta, Bekasi hingga Tangerang.

“Alhamdulillah produk kami diminati pasar. Pemasaran semakin luas, tak lagi terbatas di Banjarnegara,” ujarnya.

Meningkatnya permintaan juga membuat Nuhwanto membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini, tiga orang membantu proses produksi di bengkelnya.

Alumni Pelatihan Kini Jadi Instruktur

Nuhwanto merupakan satu dari 20 peserta pelatihan pertukangan kayu Baznas Banjarnegara pada 2024. Perjalanan usahanya dinilai menjadi salah satu contoh keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi.

Nurul Aini wakil ketua Baznas Banjarnegara mengatakan keberhasilan Nuhwanto menunjukkan bahwa pelatihan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi, selama peserta memiliki kemauan untuk belajar dan mengembangkan keterampilannya.

“Pak Nuhwanto bisa menjadi inspirasi. Beliau bisa membuka lapangan kerja, jadi selaras dengan misi Baznas yang semula mustahik menjadi muzaki,” kata Nurul Aini.

Kini, pengalaman Nuhwanto juga dimanfaatkan untuk membantu peserta baru. Ia dipercaya menjadi instruktur dan berbagi keterampilan yang sebelumnya diperoleh dari pelatihan Baznas.

Baznas Banjarnegara Lanjutkan Program Pemberdayaan

Program pemberdayaan ekonomi Baznas Banjarnegara terus berlanjut pada 2026. Tahun ini, pelatihan usaha ekonomi produktif digelar dalam empat bidang, yakni pembuatan dawet ayu, fried chicken, roti kering dan barista kopi.

Masing-masing bidang diikuti 15 peserta sehingga total terdapat 60 peserta.

Selain pelatihan, Baznas Banjarnegara juga memberikan bantuan peralatan serta menyalurkan bantuan ternak kambing kepada 20 mustahik. Setiap penerima mendapatkan sepasang kambing, terdiri dari satu jantan dan satu betina.

Program tersebut diarahkan untuk membantu penerima manfaat membangun sumber penghasilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Kisah Nuhwanto menunjukkan bahwa perjalanan dari mustahik menuju muzaki tidak berlangsung instan. Pelatihan menjadi langkah awal, sementara keterampilan, keberanian berusaha dan konsistensi menjadi modal untuk mengembangkan usaha hingga mampu membuka lapangan pekerjaan.

*Ikuti media sosial kami.

Angin Kencang Mengamuk di Grogol Banjarnegara, Atap Rumah Warga Beterbangan
Tangis Haru Sambut Kepulangan 1.042 Jemaah Haji Banjarnegara dari Tanah Suci
Dieng Culture Festival 2026 Digelar 28-30 Agustus, Jazz Atas Awan Kembali Hadir
6 Posko Mudik Lebaran 2026 Disiapkan di Banjarnegara, Jalur Dieng hingga Karangkobar Rawan Longsor
Sinergi Humanis Rutan Banjarnegara–Pemkab: Dari Lahan MBG hingga Bolen Pisang Berdaya Saing
TAGGED:Baznas Banjarnegaraekonomi produktif Banjarnegaramustahik jadi muzakiNuhwantopelatihan BaznasSeniki Pernik Kayu.usaha mebelusaha mebel Banjarnegara
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Warga binaan Rutan Banjarnegara mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan di RSUD setelah alami sakit perut Alami Sakit Perut, Rutan Banjarnegara Gerak Cepat Rujuk Warga Binaan ke RSUD
Next Article Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Jastip Jabatan di Pemprov Jateng, Semua Lewat Manajemen Talenta Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Jastip Jabatan di Pemprov Jateng, Semua Lewat Manajemen Talenta

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.