Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Hari Jadi Ke-81 Jateng, Beasiswa Santri Buka Jalan untuk Menggapai Cita-Cita
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Hari Jadi Ke-81 Jateng, Beasiswa Santri Buka Jalan untuk Menggapai Cita-Cita
JatengBerita

Hari Jadi Ke-81 Jateng, Beasiswa Santri Buka Jalan untuk Menggapai Cita-Cita

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 18 Agustus 2026 11:25
By Adel Maulina Zulfa
6 Min Read
Share
Program beasiswa santri menjadi unggulan Jateng dalam Pesantren Obah
Program beasiswa santri jadi unggulan Jateng dalam Pesantren Obah. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG – Program Beasiswa Santri merupakan satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus memperkuat perhatian terhadap pesantren dan santri. Memasuki Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, berbagai program pemberdayaan digulirkan, salah satunya beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren.

Contents
  • 942 Orang Ikut Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren
  • 15 Santri Kuliah ke Luar Negeri
  • Santri Tetap Membawa Nilai Pesantren
  • Pemprov Jateng Ingin Santri Percaya Diri
  • Lulusan Diminta Kembali Berkontribusi ke Pesantren
  • Penghafal Al-Qur’an Juga Mendapat Tali Asih

Program beasiswa santri tersebut menjadi bagian dari Pesantren Obah, program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Beasiswa tidak hanya diberikan untuk pendidikan di dalam negeri. Sejumlah santri juga mendapat kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri, termasuk China, Mesir, dan Yaman.

942 Orang Ikut Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

Program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026 mendapat antusiasme tinggi. Berdasarkan data Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, sebanyak 942 orang mendaftar dalam program beasiswa santri.

Rinciannya, 702 pendaftar program beasiswa santri ini merupakan seorang santri dan 240 lainnya adalah pengasuh pesantren. Setelah melalui proses seleksi akademik dan wawancara, sebanyak 73 orang dinyatakan lolos. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah kemampuan, seperti membaca kitab kuning, hafalan Al-Qur’an, pengetahuan kepesantrenan, serta wawasan kebangsaan.

Ketua LFSP Jawa Tengah Hasyim Muhammad mengatakan, program tersebut secara khusus dirancang untuk memberikan kesempatan kepada santri dan pengasuh pesantren untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit untuk bisa masuk. Karena itu, pemprov secara spesial memberi kesempatan ini,” ujarnya.

15 Santri Kuliah ke Luar Negeri

Dari 73 penerima beasiswa, sebanyak 15 orang mendapat beasiswa luar negeri untuk jenjang S1. Sementara 58 penerima lainnya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri pada jenjang S1, S2, dan S3.

Untuk penerima beasiswa luar negeri, bantuan mencakup biaya pendidikan, visa, biaya hidup, asuransi kesehatan, hingga tiket pesawat pulang-pergi. Adapun penerima beasiswa dalam negeri mendapatkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester.

Bidang studi yang dipilih para penerima juga beragam. Di antaranya kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, pertanian, teknologi, humaniora, dan keislaman.

Hasyim mengatakan program beasiswa tersebut merupakan program perdana yang dilaksanakan pada 2026. Program serupa direncanakan kembali dibuka pada tahun-tahun berikutnya.

Santri Tetap Membawa Nilai Pesantren

Salah satu penerima beasiswa adalah Aqila Keisha Haulina, santri asal Kudus yang kini mendapat kesempatan kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Aqila sebelumnya menempuh pendidikan di MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an 2 Muria dan MA Mu’allimat NU Kudus. Ia mengaku bersyukur mendapat beasiswa karena bantuan tersebut dapat mengurangi beban orang tuanya dalam membiayai kuliah.

Sejak kecil, Aqila bercita-cita menjadi tenaga medis. Ia berharap kelak dapat menjadi dokter gigi yang tetap memegang nilai agama dan kemanusiaan.

“Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama,” katanya.

Penerima lainnya, Akhmad Khafidz Al Mubarok, mendapat kesempatan menempuh pendidikan S1 bidang Computer Science and Technology di Dalian University of Technology, China. Ia memilih bidang tersebut karena sudah memiliki ketertarikan terhadap teknologi sejak kecil.

Khafidz berharap ilmu yang diperolehnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

Program beasiswa santri
Wakil Gubernur Jateng saat menyerahkan secara simbolis program beasiswa santri. (dok. Pemprov Jateng)

Pemprov Jateng Ingin Santri Percaya Diri

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, santri memiliki keunggulan karena tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga dibekali nilai keagamaan dan toleransi.

Karena itu, ia mendorong para santri penerima beasiswa agar memiliki kepercayaan diri dan mampu bersaing di berbagai bidang. Luthfi juga berharap pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah ikut terlibat dalam pengembangan program beasiswa bagi santri.

Menurutnya, pemberian beasiswa bagi santri perlu terus diperluas agar semakin banyak generasi pesantren yang memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi.

Lulusan Diminta Kembali Berkontribusi ke Pesantren

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, beasiswa tersebut bukan sekadar untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik. Lebih dari itu, penerima beasiswa diharapkan memiliki keahlian yang dapat memberikan manfaat bagi pesantren dan masyarakat.

Pesantren, kata Taj Yasin, membutuhkan sumber daya manusia dengan berbagai kompetensi. Mulai dari tenaga kesehatan, pertanian, teknologi, hingga pengembangan usaha.

“Pesantren butuh dokter, pesantren butuh usaha pertanian dan lain sebagainya,” katanya.

Karena itu, para penerima beasiswa diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Mereka juga didorong untuk kembali dan berkontribusi kepada pesantren yang memberikan rekomendasi.

Penghafal Al-Qur’an Juga Mendapat Tali Asih

Selain beasiswa pendidikan, Pemprov Jawa Tengah juga memberikan tali asih atau bisyaroh kepada santri penghafal Al-Qur’an. Sejak 2025, ribuan santri telah menerima bantuan masing-masing sebesar Rp1 juta.

Taj Yasin menegaskan, pemberian tali asih tersebut tidak dibatasi oleh asal KTP. Santri yang menghafal Al-Qur’an dan belajar di pesantren di Jawa Tengah dapat memperoleh bantuan tersebut.

Penerimanya bahkan tidak hanya berasal dari Jawa Tengah. Sejumlah santri dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Yogyakarta, hingga Kalimantan juga mendapatkan tali asih. Program tersebut diharapkan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap para penghafal Al-Qur’an sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pesantren di Jawa Tengah.

Memasuki usia ke-81, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia.

Melalui beasiswa dan berbagai program pemberdayaan, para santri diharapkan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kepesantrenan.

*Ikuti media sosial kami.

Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi Langsung ke Gubernur
Sekda Ajak ASN Jadi Bapak Asuh Bagi 62 Penerima Beasiswa ke Korsel
Wagub Taj Yasin Minta Kafilah MTQ Korpri Jateng Tak Sekadar Mengejar Prestasi, tetapi Mendalami Makna Al-Qur’an
Gubernur Jateng Minta ASN Tak Kendur Usai Libur Lebaran, Pelayanan Publik Harus Lebih Responsif
Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu Jelang Ramadan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan Subsidi dan 308 Gerakan Pangan Murah
TAGGED:beasiswa santrigubernur luthfikuliah gratisprogram pesantren oobahtaj yasin
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur Jateng menyerahkan surat pada napi yang terima remisi HUR RI ke 81 9.551 Napi di Jateng Terima Remisi HUT RI ke-81, 254 Orang Langsung Bebas
Next Article Ilustrasi orang sedang membaca Alqur'an.(dok Istock) Ahlul Qur’an, Benteng Moral dan Penuntun Umat di Tengah Tantangan Zaman

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.