Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jateng Jadi Provinsi Pertama Penilaian Wisata Ramah Muslim 2026, Bidik Wisatawan Mancanegara
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Jateng Jadi Provinsi Pertama Penilaian Wisata Ramah Muslim 2026, Bidik Wisatawan Mancanegara
Jateng

Jateng Jadi Provinsi Pertama Penilaian Wisata Ramah Muslim 2026, Bidik Wisatawan Mancanegara

Afifah Anis CH
Last updated: 13 Agustus 2026 09:36
By Afifah Anis CH
8 Min Read
Share
Jawa Tengah menjadi provinsi pertama penilaian EHTC untuk wisata ramah Muslim 2026
Jawa Tengah menjadi provinsi pertama penilaian EHTC untuk wisata ramah Muslim 2026. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG – Jawa Tengah mendapat perhatian khusus dalam pengembangan wisata ramah Muslim di Indonesia. Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung memilih Jawa Tengah sebagai provinsi pertama dalam rangkaian penilaian wisata ramah Muslim yang dilakukan di 15 provinsi sepanjang 2026.

Contents
  • EHTC Nilai Komitmen Pemprov Jateng Jadi Kunci Pengembangan Wisata Ramah Muslim
  • Tujuh Bulan Jadi Masa Krusial Persiapan Pariwisata Ramah Muslim Jateng
  • Taj Yasin: Wisata Ramah Muslim Bagian dari Strategi Ekonomi Syariah
  • RPH hingga Pedagang Didorong Masuk Rantai Industri Halal
  • Kawasan Industri Halal Rembang Disiapkan Jadi Pengungkit Ekosistem Halal
  • Hotel di Jateng Diminta Lebih Ramah terhadap Wisatawan Muslim
  • Wisatawan Muslim Mancanegara Jadi Pasar Potensial Jawa Tengah
  • Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jadi Fokus Jateng 2027

Visitasi tersebut menjadi momentum bagi Jawa Tengah untuk memperkuat kualitas destinasi, layanan wisata, serta ekosistem industri halal guna menangkap peluang pertumbuhan wisata ramah muslim, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Ketua EHTC Poltekpar NHI Bandung, Sumariadi, mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi wisata yang besar dengan segmen wisatawan Muslim yang signifikan. Karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing pariwisata Jawa Tengah.

“Sangat penting bagi Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kualitas layanannya agar wisatawan Muslim merasa nyaman dan tenang saat berwisata. Ketika kebutuhan mereka, mulai dari kemudahan menemukan makanan halal, sarana beribadah, hingga daya tarik bernuansa Muslim, terlayani dengan baik, tingkat kepuasan wisatawan tentu akan meningkat,” ujarnya.

EHTC Nilai Komitmen Pemprov Jateng Jadi Kunci Pengembangan Wisata Ramah Muslim

Menurut Sumariadi, pengembangan pariwisata ramah Muslim tidak cukup hanya mengandalkan potensi destinasi. Komitmen pemerintah daerah serta kesiapan seluruh ekosistem pariwisata menjadi faktor penting agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhannya.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen yang dinilai menunjukkan komitmen terhadap pengembangan pariwisata ramah Muslim yang inklusif.

Salah satu fokus yang didorong Pemprov Jateng adalah membangun halal value chain atau rantai nilai halal dari hulu hingga hilir.

Percepatan sertifikasi halal diarahkan tidak hanya kepada pelaku usaha pariwisata dan UMKM di sekitar destinasi, tetapi juga sektor penyedia bahan baku seperti Rumah Potong Hewan (RPH), Rumah Potong Unggas (RPU), dan Rumah Potong Ayam (RPA).

Tujuh Bulan Jadi Masa Krusial Persiapan Pariwisata Ramah Muslim Jateng

Sumariadi menilai waktu yang tersisa menuju 2027 perlu dimanfaatkan secara maksimal. Sosialisasi, penguatan sumber daya manusia, serta kesiapan infrastruktur pendukung dinilai harus mulai dipersiapkan sejak sekarang.

“Waktu tujuh bulan ini adalah masa persiapan yang sangat krusial. Harapannya, proses sosialisasi secara internal berjalan optimal sehingga pada tahun 2027 mendatang, Jawa Tengah benar-benar siap dan matang dalam menyambut kedatangan wisatawan Muslim, baik nusantara maupun mancanegara,” katanya.

Penguatan ekosistem tersebut diharapkan mampu menjadikan Jawa Tengah tidak hanya sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga sebagai salah satu destinasi yang memiliki layanan pariwisata ramah Muslim dengan standar yang semakin baik.

Taj Yasin: Wisata Ramah Muslim Bagian dari Strategi Ekonomi Syariah

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pengembangan wisata ramah Muslim menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat pariwisata berkelanjutan sekaligus menangkap peluang ekonomi berbasis syariah.

“Prinsipnya kita menyongsong tahun 2027, yaitu pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah, termasuk adanya pariwisata yang ramah Muslim,” kata Taj Yasin.

Ia menegaskan pengembangan sektor tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga perlu menggandeng Bank Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pelaku usaha, asosiasi hotel dan restoran, akademisi, hingga pondok pesantren.

RPH hingga Pedagang Didorong Masuk Rantai Industri Halal

Penguatan industri halal di Jawa Tengah dilakukan dari sisi hulu hingga hilir. Pemprov Jateng mendorong RPH, RPU, dan RPA memiliki sertifikasi halal sehingga bahan baku yang digunakan pelaku usaha memiliki jaminan kehalalan.

Tidak berhenti di sektor produksi, edukasi juga diarahkan kepada pedagang dan pelaku usaha makanan.

“Kalau tadi dari hulunya ke hilirnya yaitu para pedagang, asosiasi bakso. Kami juga melatih kepada mereka, mengarahkan pembelian bahan bakunya dari rumah-rumah pemotongan hewan yang halal,” katanya.

Menurutnya, rantai industri halal yang semakin kuat akan memberikan dampak ekonomi lebih luas. Manfaatnya tidak hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga UMKM, pedagang, dan sektor usaha lokal yang berada di sekitar destinasi wisata.

Pemprov Jateng juga mendorong pelaku usaha mempromosikan produk halal melalui berbagai kanal penjualan, termasuk gerai yang berada di kawasan wisata maupun jalur perjalanan masyarakat.

Kawasan Industri Halal Rembang Disiapkan Jadi Pengungkit Ekosistem Halal

Selain memperkuat rantai pasok, Jawa Tengah juga mendorong pembentukan kawasan industri halal di Kabupaten Rembang.

Taj Yasin berharap kawasan tersebut dapat menjadi salah satu pengungkit kesadaran masyarakat terhadap produk dan industri halal. Keberadaannya juga diharapkan memperkuat keterkaitan antara sektor industri halal dengan pariwisata.

“Kalau sudah ada kawasan industri halalnya, paling tidak masyarakat semakin aware terhadap halal, termasuk halal tourism,” ujarnya.

Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, pengembangan wisata ramah Muslim diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan industri, UMKM, perdagangan, hingga destinasi wisata.

Hotel di Jateng Diminta Lebih Ramah terhadap Wisatawan Muslim

Sektor perhotelan juga menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata ramah Muslim. Pemprov Jateng mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk meningkatkan layanan yang mampu memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.

Taj Yasin menekankan bahwa kemajuan teknologi dan fasilitas hotel perlu diimbangi dengan aspek kenyamanan bagi seluruh segmen wisatawan.

“Jangan sampai canggih tetapi tidak ramah Muslim,” tegasnya.

Fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim dinilai dapat meningkatkan pengalaman selama berkunjung. Pada akhirnya, pengalaman positif tersebut berpotensi memperkuat citra destinasi dan mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung.

Wisatawan Muslim Mancanegara Jadi Pasar Potensial Jawa Tengah

Taj Yasin menyebut peluang pengembangan wisata ramah Muslim juga terlihat dari meningkatnya ketertarikan wisatawan Muslim terhadap Jawa Tengah.

Ia mencontohkan wisatawan asal Malaysia yang ditemuinya dalam perjalanan menuju Jawa Tengah. Kemudahan memperoleh makanan halal dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih destinasi.

“Alhamdulillah, wisatawan Muslim ke Jawa Tengah ini meningkat,” kata Taj Yasin.

Selain pasar Malaysia, Jawa Tengah juga melihat peluang dari wisatawan asal Maroko dan negara lainnya. Selama ini, sebagian wisatawan mancanegara lebih mengenal Bali sebagai tujuan wisata di Indonesia, sehingga Jawa Tengah memiliki peluang untuk menawarkan alternatif destinasi yang memiliki karakter budaya sekaligus layanan yang lebih ramah bagi wisatawan Muslim.

Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jadi Fokus Jateng 2027

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebelumnya telah menetapkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai sektor yang akan diperkuat pada 2027.

Pengembangan wisata ramah Muslim menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut. Dengan menggabungkan potensi destinasi, penguatan industri halal, peningkatan kualitas layanan, serta pemberdayaan UMKM, Jawa Tengah berupaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih inklusif.

Visitasi EHTC ke Jawa Tengah pun menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kesiapan sekaligus memperkuat langkah menuju 2027. Jika seluruh unsur bergerak bersama, Jawa Tengah berpeluang semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang tidak hanya kaya budaya dan alam, tetapi juga nyaman, aman, dan ramah bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara.

*Ikuti media sosial kami.

Waspada WhatsApp Palsu Catut Nama Sekda Kebumen, Modusnya Minta Uang
Pemprov Jateng Buka Posko Pengawasan THR 2026, Perusahaan Diingatkan Tak Boleh Telat Bayar
Dekranasda Jateng Bakal Bawa Produk Unggulan ke Makassar
Gaji ASN Jateng Dipastikan Tetap Lancar, Pemprov Ungkap Kondisi Belanja Pegawai
Kunjungan Kehormatan Diraja Brunei Buka Babak Baru Investasi Strategis di Jateng
TAGGED:EHTC 2026pariwisata ramah Muslim Jatengtaj yasinwisata halal Jatengwisata halal Jawa Tengahwisata ramah muslim
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Aksi donor darah Rutan Banjarnegara Tebar Kepedulian dan Harapan bagi Masyarakat, Rutan Banjarnegara Donor Darah
Next Article Gubernur serahkan bantuan kursi roda adaptif bagi anak disabilitas 181 Anak Disabilitas Jateng Terima Kursi Roda Adaptif, Ahmad Luthfi: Mereka Berhak Setara

Berita Terbaru

Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.