Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Tancap Gas Ekonomi Halal 2027, Jateng Incar Wisatawan Timur Tengah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Tancap Gas Ekonomi Halal 2027, Jateng Incar Wisatawan Timur Tengah
JatengBerita

Tancap Gas Ekonomi Halal 2027, Jateng Incar Wisatawan Timur Tengah

Afifah Anis CH
Last updated: 6 Februari 2026 19:35
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
ekonomi halal
Jawa Tengah tancap gas pengembangan ekonomi halal dan pariwisata berkelanjutan 2027. Bidik wisatawan Timur Tengah, Pemprov siapkan ekosistem ramah muslim dan promosi terpadu. (dok. Pemprov)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menyiapkan arah baru pembangunan daerah dengan menjadikan pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi halal berbasis syariah sebagai prioritas utama pada 2027. Strategi ini disusun untuk menangkap peluang besar wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah, yang kian menunjukkan tren peningkatan.

Contents
  • Pariwisata dan Ekonomi Halal Jadi Arah Pembangunan 2027
  • Wisatawan Timur Tengah Dinilai Paling Potensial
  • Aglomerasi Pariwisata untuk Promosi Terpadu
  • Pariwisata Halal Harus Sejalan dengan Lingkungan Bersih
  • Pertumbuhan Pariwisata dan Kelestarian Alam Harus Berjalan Seimbang

Kebijakan tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 sekaligus Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran Semarang, Jumat (6/2/2026).

Pariwisata dan Ekonomi Halal Jadi Arah Pembangunan 2027

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin menegaskan bahwa pembangunan Jawa Tengah ke depan tidak semata mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan inklusivitas dan keberlanjutan ekonomi.

“Alhamdulillah, untuk tahun 2027 Jawa Tengah kita arahkan pada sektor pariwisata dan penguatan ekonomi melalui ekonomi halal berbasis syariah. Ini menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, ekonomi halal bukan sekadar tren global, melainkan peluang nyata yang mampu menggerakkan sektor UMKM, jasa pariwisata, hingga investasi berbasis syariah.

Wisatawan Timur Tengah Dinilai Paling Potensial

Berdasarkan analisis data kunjungan wisatawan mancanegara, Gus Yasin menyebut wisatawan asal Timur Tengah sebagai salah satu segmen pasar paling potensial bagi Jawa Tengah.

“Wisatawan Timur Tengah sangat menyukai destinasi dengan konsep ramah muslim. Ekosistem itu sudah mulai tumbuh di beberapa daerah seperti Karanganyar, Wonosobo, dan Temanggung,” ungkapnya.

Penguatan fasilitas halal, layanan pariwisata berbasis syariah, serta jaminan kenyamanan beribadah dinilai menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya tarik Jawa Tengah di mata wisatawan kawasan tersebut.

Aglomerasi Pariwisata untuk Promosi Terpadu

Untuk memperkuat daya saing, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan konsep aglomerasi pariwisata, salah satunya di kawasan Semarang Raya.

Melalui sistem ini, destinasi, pelaku usaha, hingga layanan pendukung pariwisata akan terhubung dalam satu ekosistem promosi terpadu, sehingga pemasaran dapat dilakukan secara lebih terarah, masif, dan berkelanjutan.

Pariwisata Halal Harus Sejalan dengan Lingkungan Bersih

Meski fokus pada pengembangan ekonomi halal, Gus Yasin menegaskan bahwa kebersihan dan kualitas lingkungan tetap menjadi syarat mutlak keberhasilan pariwisata.

Ia menolak keras jika wisatawan yang datang ke Jawa Tengah justru dihadapkan pada persoalan sampah dan lingkungan yang tidak tertata.

“Kita dukung penuh program Asta Cita Bapak Presiden, termasuk menciptakan lingkungan yang asri, aman, dan bersih. Semua stakeholder harus bergerak bersama menjaga kebersihan,” tegasnya.

Pertumbuhan Pariwisata dan Kelestarian Alam Harus Berjalan Seimbang

Dalam perencanaan pembangunan 2027, Pemprov Jawa Tengah tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pemerintah akan memperketat perizinan industri, baik di wilayah hulu (pegunungan) maupun hilir (pantai), guna menjaga keseimbangan ekosistem.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan harmoni antara pertumbuhan ekonomi pariwisata dan pelestarian alam, sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai magnet investasi hijau dan destinasi halal unggulan di Indonesia.

*Ikuti media sosial kami.

Run for Rivers Sungai Watch, Gubernur Lari Sambil Punguti Sampah Sungai di Pekalongan
HUT ke-81 RI, Pemprov Jateng Dorong Layanan Dasar, Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Rakyat
Jateng Bidik Investasi India, Tawarkan Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Bernilai Strategis
Belajar dari DIY, PKA VII Jateng Dorong Digitalisasi Pariwisata dan Desa Wisata
60 Hari Panen, Petani Banjarnegara Raup Untung Rp40 Juta dari Bawang Merah
TAGGED:ekonomi halaltimur tengahwisatawan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article tanah gerak tegal Dampingi Wapres Gibran, Ahmad Luthfi Kembali Tinjau Pengungsi Tanah Gerak di Tegal
Next Article Wagus sampaikan peningkatan ekonomi jawa tengah Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,37 Persen, Lampaui Nasional dan Dorong Penurunan Kemiskinan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.