Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: 181 Anak Disabilitas Jateng Terima Kursi Roda Adaptif, Ahmad Luthfi: Mereka Berhak Setara
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > 181 Anak Disabilitas Jateng Terima Kursi Roda Adaptif, Ahmad Luthfi: Mereka Berhak Setara
Jateng

181 Anak Disabilitas Jateng Terima Kursi Roda Adaptif, Ahmad Luthfi: Mereka Berhak Setara

kaisar
Last updated: 13 Agustus 2026 14:18
By kaisar
7 Min Read
Share
Gubernur serahkan bantuan kursi roda adaptif bagi anak disabilitas
Gubernur serahkan bantuan kursi roda adaptif bagi anak disabilitas. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG – Sebanyak 181 anak disabilitas di Jawa Tengah mendapat kursi roda adaptif yang dibuat berdasarkan ukuran dan kebutuhan fisik masing-masing. Bantuan ini bukan sekadar alat bantu mobilitas, tetapi diharapkan menjadi pintu bagi anak-anak disabilitas untuk lebih leluasa belajar, bermain, beraktivitas, dan berinteraksi dengan lingkungan.

Contents
  • Kursi Roda Disesuaikan dengan Kondisi Tubuh Setiap Anak
  • Orang Tua Berharap Kursi Roda Bantu Tumbuh Kembang Anak
  • Ahmad Luthfi Minta Orang Tua Tetap Kuat Mendampingi Anak
  • 181 Kursi Roda Adaptif Dibagikan di Sejumlah Wilayah Jateng
  • Pemprov Jateng Gandeng Lembaga Australia dan Bali
  • Orang Tua Juga Mendapat Pendampingan Terapi
  • 50 Penyandang Disabilitas Disiapkan Alat Bantu Prostetik
  • Bantuan Disabilitas Jadi Komitmen Jateng Wujudkan Kesetaraan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, kondisi fisik tidak boleh menjadi alasan bagi seseorang untuk kehilangan kesempatan memperoleh akses dan perlakuan yang setara. Pernyataan itu disampaikan Luthfi saat meninjau proses pengukuran, pengepasan, dan perakitan kursi roda adaptif di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026).

“Tidak ada manusia yang lahir dalam kondisi yang sama. Karena itu, mereka harus kita perlakukan sama dengan kita, sehingga mereka lebih berdaya guna, memiliki daya saing, dan semakin percaya diri,” kata Luthfi.

Kursi Roda Disesuaikan dengan Kondisi Tubuh Setiap Anak

Berbeda dari kursi roda standar, kursi roda adaptif dirancang secara khusus agar sesuai dengan kondisi tubuh penerimanya. Setiap bagian, mulai dari sandaran kepala, sabuk pengaman, meja, hingga pijakan kaki, disesuaikan berdasarkan hasil pengukuran.

Karena proses tersebut membutuhkan ketepatan, kursi roda tidak bisa langsung diberikan begitu saja kepada penerima. Pengukuran dan pengepasan dilakukan terlebih dahulu agar alat bantu dapat memberikan dukungan yang optimal.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur menjelaskan, kegiatan tersebut memang difokuskan pada proses penyesuaian alat bantu untuk masing-masing penerima.

“Hari ini kegiatannya adalah pengukuran, pengepasan, dan perakitan kursi roda bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” katanya.

Sebagian penerima merupakan anak dengan cerebral palsy yang mengalami kekakuan otot dan membutuhkan penyangga tubuh secara khusus. Kursi roda adaptif diharapkan mampu membantu mempertahankan posisi duduk anak sehingga mereka lebih nyaman ketika melakukan aktivitas sehari-hari.

Mulai dari makan, belajar, bermain, hingga berinteraksi dengan orang lain dapat dilakukan dengan dukungan posisi tubuh yang lebih tepat.

Orang Tua Berharap Kursi Roda Bantu Tumbuh Kembang Anak

Bagi keluarga penerima, bantuan kursi roda adaptif memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar perangkat mobilitas.

Sulistyowati, salah seorang orang tua penerima, berharap kursi roda yang disesuaikan dengan kondisi tubuh anaknya dapat membantu menopang tubuh sekaligus mendukung proses perawatan.

“Harapan saya, tulang anak saya yang semula menekuk bisa menjadi lebih lurus. Dia memang membutuhkan kursi seperti ini,” katanya.

Menurutnya, keberadaan kursi roda adaptif juga dapat mempermudah anak menjalani aktivitas sehari-hari sekaligus meringankan beban orang tua ketika memberikan pendampingan.

“Semoga ke depan semakin banyak bantuan seperti ini yang diberikan, sehingga kami yang membutuhkan bisa terbantu,” katanya.

Bantuan kursi roda adaptif
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat berdialog dengan anak disabilitas. (dok. Pemprov Jateng)

Ahmad Luthfi Minta Orang Tua Tetap Kuat Mendampingi Anak

Di hadapan keluarga penerima, Ahmad Luthfi juga menyampaikan pesan agar para orang tua tetap sabar dan kuat dalam mendampingi anak-anak penyandang disabilitas. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Ia juga berbagi pengalaman pribadi dalam merawat anaknya.

“Yang sabar dan kuat, ya. Ini titipan Allah untuk kita. Saya tahu ini tidak mudah karena saya juga pernah mengalami. Saya merawat anak saya sampai sekarang, usianya sudah 20 tahun. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas tidak berhenti pada penyediaan alat bantu. Dukungan emosional dan pendampingan keluarga juga menjadi bagian penting agar anak dapat berkembang secara optimal.

181 Kursi Roda Adaptif Dibagikan di Sejumlah Wilayah Jateng

Dari total 181 unit kursi roda adaptif, sebanyak 61 unit diperuntukkan bagi penerima dari Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Demak.

Penyerahan bagi kelompok tersebut dipusatkan di Kantor Kecamatan Kota Kudus. Sementara itu, 120 unit lainnya diberikan kepada penerima yang mengikuti kegiatan di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Penerima bantuan sebelumnya didata melalui kolaborasi kader sosial Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta dinas sosial kabupaten dan kota.

Pendataan tersebut menemukan sejumlah anak yang membutuhkan kursi adaptif, tetapi belum pernah memperoleh bantuan alat bantu serupa.

Pemprov Jateng Gandeng Lembaga Australia dan Bali

Program penyediaan kursi roda adaptif tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Global Village Foundation Bali dan Wheelchairs For Kids Australia.

Kolaborasi tidak hanya mencakup penyediaan kursi roda. Kedua lembaga tersebut turut mendukung proses pengukuran, perakitan, hingga penyesuaian kursi berdasarkan kebutuhan masing-masing anak.

Pendekatan tersebut membuat bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran karena setiap kursi disiapkan berdasarkan kondisi penerimanya.

Orang Tua Juga Mendapat Pendampingan Terapi

Pemprov Jawa Tengah tidak berhenti pada penyerahan alat bantu. Pendampingan lanjutan juga disiapkan untuk membantu keluarga memahami cara memaksimalkan penggunaan kursi roda adaptif.

Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan terapis dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai terapi yang dapat dilakukan secara rutin di rumah.

Dengan pendampingan tersebut, kursi roda diharapkan tidak hanya menjadi alat mobilitas, tetapi juga mendukung proses terapi dan aktivitas anak dalam kehidupan sehari-hari.

50 Penyandang Disabilitas Disiapkan Alat Bantu Prostetik

Selain kursi roda adaptif, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan bantuan alat bantu kaki dan tangan palsu bagi 50 penyandang disabilitas.

Saat ini, bantuan tersebut masih memasuki tahap pengukuran. Sebanyak 22 penerima menjalani pengukuran di Kantor Kecamatan Kota Kudus, sedangkan 28 penerima lainnya mengikuti proses pengukuran di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Seluruh penerima bantuan juga mendapatkan paket sembako sebagai bagian dari program Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Bantuan Disabilitas Jadi Komitmen Jateng Wujudkan Kesetaraan

Kegiatan bakti sosial tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Bagi Pemprov Jateng, pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas bukan hanya persoalan menyediakan kursi roda atau perangkat prostetik. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan anak-anak disabilitas agar dapat tumbuh, belajar, beraktivitas, dan mengembangkan potensi mereka.

Semangat kesetaraan menjadi pesan utama dari program tersebut. Sebab, ketika alat bantu disesuaikan dengan kebutuhan penerima dan didukung pendampingan yang tepat, keterbatasan fisik tidak harus menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memiliki masa depan yang lebih mandiri dan percaya diri.

*Ikuti media sosial kami.

Penutupan HUT ke-81 Jateng di Boyolali Meriah, Ada Lari 5K hingga 4.500 Porsi Kuliner Gratis
Siap Sambut Arus Mudik, Jalan Nasional di Jateng 93,47 Persen Mantap
Antusiasme Peserta Tinggi, Ratusan Pelari Ikuti Semarang Mountain Race 2026
Dugaan Keracunan Program MBG di Kudus, Pemprov Jateng Turun Tangan Lakukan Evaluasi
Ahmad Luthfi Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Motor Pertumbuhan Jateng
TAGGED:ahmad luthfianak disabilitasbantuan kursi roda adaptifgubernur jatengkursi roda
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Jawa Tengah menjadi provinsi pertama penilaian EHTC untuk wisata ramah Muslim 2026 Jateng Jadi Provinsi Pertama Penilaian Wisata Ramah Muslim 2026, Bidik Wisatawan Mancanegara
Next Article Sekda Jateng saat menggelar rapat koordinasi terkait perayaan HUT RI ke 81 Tahun 2026 HUT RI ke 81 Jateng Bakal Digelar di Simpang Lima, Sekda Ajak Masyarakat Bangkit Bersama

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.