PURBALINGGA,KABARBANYUMASRAYA – Kepedulian Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif kepada warga kurang mampu kembali diwujudkan secara langsung dengan membagikan paket sembako.
- Bupati Fahmi: Gaji dan Tunjangan Dikembalikan untuk Masyarakat
- Bantuan Paket Sembako Tidak Besar, tetapi Diharapkan Meringankan Beban Warga
- Purbalingga Gotong Royong Siapkan Bantuan Lebih Luas
- Kepala Desa Binangun Apresiasi Kepedulian Bupati
- Datangi Lansia Sebatang Kara, Bupati Siapkan Kamar Mandi dan Air Bersih
- Penyintas Stroke Dapat Perhatian, Rumah Wartini Akan Diperbaiki
- Rasminah Dapat Pendampingan Kesehatan dan Bantuan Tempat Tidur
Sebanyak 135 paket sembako yang bersumber dari gaji dan tunjangan Bupati disalurkan kepada masyarakat Desa Binangun, Kecamatan Mrebet, Purbalingga secara langsung pada masyarakat yang rentan dan membutuhkan.
Penyaluran paket sembako tersebut menjadi bagian dari program “Satu Langkah Kepedulian, Berbagi untuk Bersama”, yang digagas Fahmi sebagai bentuk komitmennya mengembalikan gaji dan tunjangan yang diterimanya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Tak hanya membagikan paket sembako, Fahmi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga Syahzani Fahmi Muhammad Hanif juga mendatangi sejumlah warga dalam kondisi rentan untuk melihat langsung kebutuhan mereka.
Desa Binangun dipilih karena termasuk salah satu wilayah yang menjadi prioritas penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Purbalingga.
Bupati Fahmi: Gaji dan Tunjangan Dikembalikan untuk Masyarakat
Fahmi mengatakan, keputusan menyalurkan gaji dan tunjangannya kepada masyarakat merupakan komitmen yang telah disampaikan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai bupati.
Ia menilai jabatan sebagai kepala daerah bukan semata-mata posisi administratif, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini merupakan realisasi apa yang menjadi janji saya sejak sebelum menjabat bupati, bahwa gaji dan tunjangan yang saya terima akan kembali diserahkan kepada masyarakat untuk memberikan manfaat yang nyata,” kata Fahmi.
Menurutnya, sebelum menjadi bupati, dirinya telah mempunyai sumber penghasilan yang dinilai cukup dari dunia usaha. Karena itu, ketika mendapat amanah menjadi kepala daerah, ia ingin menjadikan jabatan tersebut sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.
“Jabatan bupati adalah sebagai pengabdian dan bakti saya, bagaimana kehadiran saya bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.
Bantuan Paket Sembako Tidak Besar, tetapi Diharapkan Meringankan Beban Warga
Fahmi mengakui bantuan paket sembako yang diberikan melalui program tersebut belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Namun, ia berharap bantuan paket sembako dari gaji dan tunjangan tersebut setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.
“Meskipun tidak seberapa, karena ternyata gaji dan tunjangan bupati itu tidak banyak. Apa yang bisa diberikan maka akan saya berikan. Mungkin masalah tidak selesai hanya dengan bantuan ini, namun semoga bisa sedikit membantu apa yang bapak ibu butuhkan,” katanya.
Ia menegaskan, perhatian pemerintah daerah akan diarahkan kepada program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung.
“Program saya berfokus pada yang dibutuhkan masyarakat dan punya dampak nyata,” kata Bupati Fahmi.
Purbalingga Gotong Royong Siapkan Bantuan Lebih Luas
Komitmen membantu masyarakat kurang mampu juga akan diperluas melalui program Purbalingga Gotong Royong.
Fahmi menyebut program tersebut direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026 dan dilanjutkan pada Januari 2027. Program ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat yang memiliki kemampuan lebih.
Melalui skema gotong royong tersebut, jenis bantuan yang diberikan nantinya tidak hanya berupa sembako.
“Nanti sembako akan lebih banyak, ada bantuan RTLH, jambanisasi, transport masyarakat pengidap penyakit katastropik, perlengkapan anak sekolah, hingga alat bantu disabilitas,” katanya.
Fahmi berharap masyarakat ikut mendukung dan mendoakan agar program tersebut berjalan sesuai rencana.
Desa Binangun sendiri menjadi salah satu dari 14 desa di Purbalingga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, sehingga mendapat perhatian khusus dalam berbagai program intervensi pemerintah daerah.
Kepala Desa Binangun Apresiasi Kepedulian Bupati
Kepala Desa Binangun Maksum menyampaikan apresiasi atas kepedulian Fahmi yang secara konsisten menyalurkan gaji dan tunjangannya untuk membantu masyarakat, termasuk dengan membagikan paket sembako kali ini.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan perhatian kepala daerah kepada warga yang membutuhkan tidak berhenti pada kebijakan, tetapi diwujudkan melalui aksi langsung di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Gaji dan tunjangan yang seharusnya menjadi hak bupati justru disalurkan kepada masyarakat,” ujar Maksum.
Ia juga mendoakan agar Bupati Fahmi beserta keluarga selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, umur panjang, serta kehidupan keluarga yang harmonis.
Datangi Lansia Sebatang Kara, Bupati Siapkan Kamar Mandi dan Air Bersih
Usai menyerahkan paket sembako, Fahmi tidak langsung meninggalkan Desa Binangun. Ia bersama rombongan mendatangi sejumlah warga yang berada dalam kondisi rentan untuk melihat kebutuhan mereka secara langsung.
Salah satunya adalah Tumiarji (80), lansia yang hidup seorang diri. Kondisi fasilitas sanitasi menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Tumiarji karena selama ini masih harus menumpang mandi di rumah tetangga.
Setelah melihat kondisi tersebut, Fahmi memastikan pemerintah akan membantu pembangunan kamar mandi sekaligus akses air bersih bagi Tumiarji.
Selain itu, bantuan sembako dan bantuan pribadi juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyintas Stroke Dapat Perhatian, Rumah Wartini Akan Diperbaiki
Perhatian serupa diberikan kepada Wartini (65), penyintas stroke yang telah menjalani pengobatan sejak 2023. Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan membantu memenuhi kebutuhan penunjang aktivitas dan perawatan Wartini, di antaranya kursi roda, walker, dan kasur.
Pelayanan kesehatan melalui Puskesmas juga akan dipastikan tetap berjalan secara optimal. Selain kebutuhan kesehatan, kondisi tempat tinggal Wartini turut menjadi perhatian. Bagian atap rumah yang dinilai membutuhkan perbaikan akan segera diupayakan agar tempat tinggalnya menjadi lebih aman dan layak.
Rasminah Dapat Pendampingan Kesehatan dan Bantuan Tempat Tidur
Kunjungan kemudian berlanjut ke kediaman Rasminah (65) yang mengalami sejumlah gangguan kesehatan, termasuk stroke, diabetes, gangguan penglihatan, serta keterbatasan mobilitas sehingga tidak lagi mampu berjalan.
Bupati Fahmi juga menyerahkan bantuan sembako dan bantuan pribadi kepada Rasminah. Ia juga memastikan Rasminah mendapatkan pendampingan kesehatan dari Puskesmas serta bantuan tempat tidur untuk menunjang proses perawatan di rumah.
Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan pola penanganan kemiskinan yang tidak hanya mengandalkan bantuan dalam bentuk paket kebutuhan pokok, tetapi juga berupaya menyentuh kebutuhan spesifik warga, seperti sanitasi, tempat tinggal, alat bantu mobilitas, dan akses pelayanan kesehatan.
Bagi Pemkab Purbalingga, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program penanggulangan kemiskinan benar-benar menyasar warga yang membutuhkan dan memberikan manfaat secara langsung.
*Ikuti media sosial kami.
