PARA nelayan di Kabupaten Cilacap menghadapi masa sulit akibat datangnya musim angin barat yang membuat aktivitas melaut terganggu. Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan banyak nelayan kecil memilih tidak melaut karena faktor keselamatan.
Situasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya pendapatan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan laut.
Melihat kondisi tersebut, Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Cilacap menyalurkan bantuan sosial kepada warga pesisir yang membutuhkan.
Kegiatan bakti sosial tersebut digelar di Aula Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap pada Jumat (13/3/2026). Dalam kegiatan itu, panitia menyalurkan sebanyak 500 paket sembako kepada nelayan kecil yang terdampak musim paceklik.
Selain bantuan sembako, panitia juga memberikan santunan berupa uang kepada anak-anak yatim serta sejumlah warga kurang mampu di kawasan pesisir.
Musim Angin Barat Membuat Nelayan Kesulitan Melaut
Ketua SNI Cilacap, Edy Santoso, menjelaskan bahwa musim angin barat yang dikenal oleh nelayan sebagai masa paceklik membuat aktivitas melaut menjadi sangat terbatas. Cuaca laut yang tidak bersahabat membuat banyak nelayan kecil kesulitan mencari ikan dan terpaksa mengurangi aktivitas melaut.
“Memang kalau musim angin barat seperti ini, nelayan kecil mengalami paceklik atau sulit mencari ikan,” ujar Edy.
Pria yang akrab disapa Bos Edy tersebut menambahkan bahwa kondisi ini mendorong para pengusaha kapal yang tergabung dalam SNI Cilacap untuk berbagi kepada masyarakat pesisir yang terdampak.
Melalui kegiatan sosial ini, pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para nelayan selama masa paceklik.
“Alhamdulillah kita bisa berbagi walaupun tidak banyak. Mudah-mudahan bingkisan ini bermanfaat bagi mereka,” katanya.
Santunan untuk Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu
Koordinator SNI Cilacap, Agustina, menambahkan bahwa total ada 500 paket sembako yang dibagikan dalam kegiatan tersebut.
Bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada nelayan, tetapi juga menyasar warga kurang mampu lainnya di wilayah pesisir. Beberapa penerima bantuan di antaranya pemulung, tukang becak, hingga anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian.
Menurut Agustina, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian SNI untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terlebih di bulan Ramadan ketika kebutuhan ekonomi masyarakat cenderung meningkat.
“Intinya kami ingin berbagi kebahagiaan dan sedikit rezeki untuk mereka, apalagi saat ini sedang masa baratan sehingga banyak yang mengalami paceklik karena tidak bisa melaut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa saat musim angin barat biasanya kondisi laut kurang bersahabat sehingga aktivitas penangkapan ikan berkurang drastis. Hal tersebut membuat penghasilan nelayan ikut menurun.
“Semoga dengan bantuan dari kami bisa membantu meringankan beban mereka,” tambahnya.
Kolaborasi dengan PPS Cilacap
Kegiatan bakti sosial ini juga terlaksana berkat kolaborasi antara SNI Cilacap dengan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPS).
Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan kegiatan sosial bagi masyarakat pesisir yang sedang menghadapi masa sulit.
Agustina menyampaikan apresiasi kepada pihak PPS Cilacap yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala PPS Cilacap, Imas Masriah, atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. “Kegiatan ini bisa terlaksana berkat sinergi, kolaborasi, dan kerja sama yang baik dengan PPS Cilacap,” katanya.
