Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Sumarno: ASN Jangan Alergi Kritik, Komplain Warga Jadi Evaluasi Pelayanan Publik
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Sumarno: ASN Jangan Alergi Kritik, Komplain Warga Jadi Evaluasi Pelayanan Publik
Jateng

Sumarno: ASN Jangan Alergi Kritik, Komplain Warga Jadi Evaluasi Pelayanan Publik

Afifah Anis CH
Last updated: 28 Juli 2026 12:20
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
Sekda jateng minta ASN jangan anti krtitik dan jadikan evaluasi pelayanan publik
Sekda jateng minta ASN jangan anti krtitik dan jadikan evaluasi pelayanan publik. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEKRETARIS DAERAH Jawa Tengah menegaskan kritik dan komplain masyarakat bukan ancaman bagi ASN, melainkan masukan berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ombudsman RI juga memperluas penilaian layanan pada 2026 dengan melibatkan masyarakat sebagai penilai langsung.

Contents
  • Pelayanan Tak Cukup Hanya dari Penilaian Internal
  • Komplain Warga Harus Menjadi Alarm Perbaikan Pelayanan Publik
  • Ombudsman: Pelayanan Publik Adalah Wajah Kehadiran Negara
  • Penilaian Ombudsman 2026 Libatkan Masyarakat, Kepercayaan Publik Bernilai 20 Persen

Sekda Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menutup diri terhadap kritik maupun keluhan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi pelayanan publik.

Menurutnya, setiap masukan dari warga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, bukan dianggap sebagai bentuk serangan terhadap pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Sumarno dalam Entry Meeting Opini Ombudsman RI Penilaian Administrasi Pelayanan Publik Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (28/7/2026).

Pelayanan Tak Cukup Hanya dari Penilaian Internal

Menurut Sumarno, pemerintah tidak bisa menilai kualitas pelayanannya hanya berdasarkan penilaian internal. Karena itu, evaluasi dari Ombudsman RI menjadi instrumen penting untuk melihat sejauh mana pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Apa yang dilakukan oleh teman-teman Ombudsman itu konsepnya adalah membantu kita semua. Suatu aktivitas atau pekerjaan kalau kita menilai sendiri, tentu terasa sudah sangat baik. Padahal di mata masyarakat belum tentu demikian,” ujar Sumarno.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan sekadar memperoleh nilai tinggi dalam penilaian administrasi, melainkan bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas.

“Ukuran itu bukan tujuan. Ukuran hanyalah indikator untuk melihat apakah pelayanan yang kita berikan sudah memenuhi standar. Yang jauh lebih penting adalah masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang baik dan optimal,” katanya.

Komplain Warga Harus Menjadi Alarm Perbaikan Pelayanan Publik

Sumarno meminta seluruh penyelenggara pelayanan publik mengubah cara pandang terhadap kritik. Menurutnya, keluhan masyarakat justru menjadi pengingat agar pemerintah terus memperbaiki diri dan tidak terlena merasa telah memberikan pelayanan terbaik.

Ia menilai budaya antikritik hanya akan menghambat peningkatan kualitas layanan yang menjadi hak masyarakat.

“Kalau kita sebagai pelayan masyarakat tentu akan banyak menerima komplain, pertanyaan, maupun protes. Mari kita anggap itu sebagai bagian dari masyarakat membantu kita. Jangan justru antipati terhadap kritik, masukan, pertanyaan maupun komplain dari masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Sumarno menekankan bahwa peningkatan pelayanan publik membutuhkan sinergi seluruh pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, karena masyarakat yang dilayani merupakan tanggung jawab bersama.

Ombudsman: Pelayanan Publik Adalah Wajah Kehadiran Negara

Wakil Ketua Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona, mengatakan Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik secara nasional.

Menurutnya, kegiatan entry meeting yang dilaksanakan setiap tahun bertujuan memastikan seluruh instansi terus memperbaiki tata kelola pelayanan dan meminimalkan praktik maladministrasi.

“Pelayanan publik adalah wajah kehadiran negara di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, instansi penyelenggara harus memberikan layanan yang mudah diakses, transparan, tepat waktu, adil, dan bebas dari maladministrasi,” kata Rahmadi.

Ia menegaskan, penilaian administrasi pelayanan publik bukan bertujuan mencari kesalahan instansi pemerintah, melainkan mengidentifikasi ruang perbaikan agar kepatuhan terhadap standar pelayanan terus meningkat.

Penilaian Ombudsman 2026 Libatkan Masyarakat, Kepercayaan Publik Bernilai 20 Persen

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, Siti Farida, menjelaskan Penilaian Administrasi Pelayanan Publik Tahun 2026 akan dimulai pada Agustus mendatang dengan sejumlah pembaruan.

Salah satu perubahan penting adalah masuknya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai lokus baru penilaian.

Selain itu, masyarakat akan memiliki peran lebih besar dalam menentukan hasil penilaian. Sebanyak 20 persen bobot penilaian berasal dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang mereka terima.

“Penilaian besok akan membuka ruang kepada masyarakat untuk menilai secara langsung. Jadi ada bobot 20 persen yang menilai bukan Ombudsman,” ujar Farida.

Ia memastikan sistem penilaian dirancang secara independen sehingga identitas pemberi penilaian maupun hasilnya tidak dapat diketahui ataupun dimanipulasi.

“Bahkan kami juga tidak mengetahui siapa yang memberikan penilaian maupun hasil penilaiannya, sehingga sama sekali tidak bisa direkayasa,” pungkasnya.

Farida berharap seluruh kepala daerah dan pimpinan perangkat daerah terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin tinggi.

*Ikuti media sosial kami.

Infrastruktur Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas Pemprov Jawa Tengah Tahun 2026
Reaktivasi PBI JK BPJS Kesehatan Kebumen, Ribuan Warga Kembali Berpeluang Aktifkan JKN
Kabar Baik! Pertamina Jamin Stok BBM di Jawa Tengah dan DIY Aman, Distribusi Tetap Lancar
170 Peserta Ramaikan Triana Widodo Cup #1, Wonosobo Bidik Atlet Tenis Meja Nasional
Prambanan hingga Borobudur Diperkuat sebagai Ruang Ibadah, Taj Yasin Soroti Potensi Wisata Religi
TAGGED:asan antikritikevaluasi pelayananpelayanan publik
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article BPBD terus lakukan droping air bersih pada warga terdampak kekeringan 25 Daerah Terdampak Kekeringan, Pemprov Jateng Genjot Distribusi Air Bersih dan Bantuan Pompa Pertanian
Next Article Bupati Fahmi saat meninjau rumah korban kebakaran di Kutasari Bupati Fahmi Salurkan Bantuan Pribadi Rp8 Juta untuk Korban Kebakaran di Kutasari

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.