BUPATI Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyerahkan bantuan pribadi dari gaji dan tunjangannya kepada keluarga korban kebakaran di Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, Purbalingga.
Selain itu, dukungan juga mengalir dari warga, Baznas, pemerintah desa, hingga berbagai organisasi sebagai wujud kuatnya semangat gotong royong. Hal ini membuktikan semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam membantu warga yang tertimpa musibah di Kabupaten Purbalingga.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Fahmi Muhammad Hanif turun langsung mengunjungi keluarga Sukono dan Miswati, korban kebakaran di Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, sekaligus menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp8 juta untuk mendukung pemulihan pascabencana.
Bupati Berikan Gaji dan Tunjangan untuk Korban Kebakaran
Kunjungan yang dilakukan bupati itu tidak hanya menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah, tetapi juga menunjukkan komitmen Bupati Fahmi yang kembali menyalurkan gaji dan tunjangannya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk pada korban kebakaran ini.
Musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB menghanguskan sebagian besar rumah milik keluarga Sukono. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.45 WIB setelah petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Purbalingga bersama warga berjibaku memadamkan kobaran api.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta akibat rusaknya rangka atap rumah dan hampir seluruh harta benda di dalamnya.
“Insya Allah nanti dari saya secara pribadi akan memberikan bantuan dari gaji dan tunjangan saya sebesar Rp8 juta untuk membantu apa yang dibutuhkan, seperti renovasi rumah, listrik, maupun perabotan. Monggo nanti bisa digunakan sesuai kebutuhan,” ujar Bupati Fahmi.
Gotong Royong Warga Ringankan Beban Korban Kebakaran
Dalam kesempatan itu, Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan berbagai elemen yang bergerak cepat membantu keluarga korban kebakaran sejak hari pertama kebakaran terjadi.
Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Purbalingga.
“Banyak pihak-pihak yang membantu meringankan kerugian yang dialami oleh Pak Sukono dan keluarga,” kata Fahmi.
Dukungan yang diterima keluarga korban datang dari berbagai kalangan. Warga Desa Karangcegak berhasil menggalang dana sebesar Rp4,5 juta, sementara Pemerintah Desa Karangcegak membantu perbaikan bagian atap rumah.
Bantuan juga mengalir dari Ranting Nahdlatul Ulama (NU), PMI Kutasari, Program Keluarga Harapan (PKH), SMP Negeri 1 Kutasari, KUA Kutasari, anggota DPRD, hingga berbagai komunitas dan relawan lainnya.
Selain bantuan dana, masyarakat secara sukarela bergotong royong memperbaiki rumah, memenuhi kebutuhan harian keluarga korban, serta menyediakan tempat tinggal sementara hingga rumah kembali layak dihuni.
Baznas dan Pemkab Purbalingga Turut Salurkan Bantuan Sosial
Selain bantuan pribadi dari Bupati, keluarga Sukono juga menerima dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purbalingga berupa santunan uang tunai dan paket sembako.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui DinsospermasdesKBP3A menyalurkan bantuan kebutuhan dasar sebagai bagian dari perlindungan sosial bagi korban bencana. Sementara itu, BPBD Kabupaten Purbalingga turut memberikan bantuan logistik berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama masa pemulihan.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, dan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan pascakebakaran.
Bupati Berharap Korban Segera Kembali Memiliki Rumah Layak Huni
Bupati Fahmi berharap seluruh bantuan yang telah terkumpul dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pembangunan kembali rumah korban sehingga keluarga Sukono dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Semoga berbagai bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk membantu proses pemulihan sehingga keluarga Pak Sukono dapat kembali memiliki kediaman yang layak,” harapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu warga yang mengalami musibah, karena kebersamaan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai bencana.
*Ikuti media sosial kami.
