Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Pastikan Tak Ada yang Putus Sekolah, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Bantuan untuk 5.000 Anak Miskin Ekstrem
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Pastikan Tak Ada yang Putus Sekolah, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Bantuan untuk 5.000 Anak Miskin Ekstrem
Jateng

Pastikan Tak Ada yang Putus Sekolah, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Bantuan untuk 5.000 Anak Miskin Ekstrem

kaisar
Last updated: 8 Juli 2026 16:13
By kaisar
4 Min Read
Share
Gubernur siapkan bantuan pendidikan untuk warga miskin ekstrem
GUbernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi siapkan program pendidikan untuk anak warga miskin ekstrem. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya memastikan seluruh anak dari keluarga miskin ekstrem tetap mendapatkan hak atas pendidikan. Meski ratusan calon peserta didik belum lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui program sekolah kemitraan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pemerintah telah menyiapkan solusi berupa bantuan pendidikan bagi 5.000 anak dari keluarga miskin ekstrem agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di SMA maupun SMK, baik negeri maupun swasta.

Contents
  • Bantuan Pendidikan Disiapkan untuk 5.000 Anak Miskin Ekstrem
  • Program Sekolah Kemitraan Masih Menyisakan Ratusan Kursi
  • Sekolah Gratis di Negeri dan Swasta Perkuat Pemerataan Pendidikan

Kebijakan tersebut menjadi langkah nyata Pemprov Jawa Tengah dalam mencegah anak-anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.

Bantuan Pendidikan Disiapkan untuk 5.000 Anak Miskin Ekstrem

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah telah menyusun skema penyaluran bantuan pendidikan kepada 5.000 warga dari kategori miskin ekstrem. Bantuan akan didistribusikan melalui sekolah negeri maupun sekolah swasta sesuai dengan kebutuhan dan daya tampung yang tersedia.

“Catatan kita dari miskin ekstrem yang kemarin 5.000, nanti akan kita bagi ke sana. Jadi Dinas Pendidikan sudah memproyeksikan kita akan bantu 5.000 masyarakat yang miskin ekstrem. Kita bagi kepada sekolah swasta maupun sekolah negeri,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurut Luthfi, seluruh skema tersebut telah dipetakan secara matang sehingga setiap anak dari keluarga miskin ekstrem tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya maupun keterbatasan kuota.

“Itu sudah kita bagi habis. Dan nanti tidak akan terjadi lagi di wilayah kita. Ini sudah kita lakukan sejak tahun 2025,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dapat diakses seluruh masyarakat tanpa memandang kondisi ekonomi keluarga.

Program Sekolah Kemitraan Masih Menyisakan Ratusan Kursi

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan sebanyak 597 calon murid baru belum lolos dalam seleksi SPMB melalui program sekolah kemitraan.

Pada tahun ajaran 2026, program tersebut menyediakan 5.004 kursi, namun hingga proses seleksi berakhir baru terisi 3.662 siswa atau sekitar 73 persen dari total kuota yang tersedia.

Program sekolah kemitraan merupakan inovasi Pemprov Jawa Tengah untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui kerja sama dengan sekolah swasta.

Tahun ini, program tersebut melibatkan 139 sekolah swasta, terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK, yang bersama-sama menyediakan ribuan kursi bagi peserta didik baru.

Sekolah Gratis di Negeri dan Swasta Perkuat Pemerataan Pendidikan

Selain memperkuat program sekolah kemitraan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tetap menjalankan kebijakan sekolah gratis di seluruh SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri.

Pada tahun ajaran 2026/2027, kuota sekolah gratis di ketiga jenjang pendidikan tersebut mencapai 231.724 siswa, atau sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah.

Melalui kombinasi sekolah gratis di sekolah negeri dan dukungan sekolah swasta melalui program kemitraan, Pemprov Jawa Tengah berharap tidak ada lagi anak dari keluarga kurang mampu yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.

Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka putus sekolah, serta memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan merata.

*Ikuti media sosial kami.

Ahmad Luthfi Resmi Tunjuk Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati Sukoharjo
Wagub Taj Yasin Soroti Bullying di Pati dan Pemalang, Sekolah Diminta Perkuat Edukasi Karakter
Taj Yasin Raih Budai Award 2026 Unissula, Sebut Kepemimpinan adalah Kerja Tim
Bendungan Jlantah Diresmikan, Petani Karanganyar Kini Bisa Panen Padi Tiga Kali Setahun
Pesilat Muda Banjarnegara Siap Harumkan Nama Indonesia
TAGGED:miskin ekstrempendidikan gratisputus sekolahsekolah kemitraan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur lepas mahasiswa KKN Undip, Dukung Program Kecamatan Berdaya 4.620 Mahasiswa KKN Undip Diterjunkan ke 10 Daerah, Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Next Article DPRD setujui Raperda tentang laporan APBD tahun 2025 LKPJ APBD 2025 Resmi Disetujui DPRD, Jateng Andalkan Investasi untuk Hadapi Tekanan Fiskal

Berita Terbaru

Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.