Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pembangunan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pembangunan
Banjarnegara

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pembangunan

Afifah Anis CH
Last updated: 12 Juni 2026 18:49
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Sensus Ekonomi 2026, BPS Banjarnegara kerahkan 1.217 petugas lapangan
Sensus Ekonomi 2026, BPS Banjarnegara kerahkan 1.217 petugas lapangan. (Afifah/KBR)
SHARE

BADAN Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjarnegara menyiapkan 1.217 petugas lapangan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Ribuan petugas tersebut akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Banjarnegara mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Contents
  • Hasil Sensus Ekonomi Ditargetkan Terbit Akhir 2026
  • Bupati Ajak Masyarakat Berikan Data yang Akurat

Kepala BPS Kabupaten Banjarnegara, Edwin Triyoga, mengatakan seluruh petugas telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari sebagai bekal sebelum turun ke lapangan. Pembekalan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan sesuai standar dan mampu menggambarkan kondisi ekonomi secara akurat.

“Pelatihan mencakup tata cara pengisian kuesioner, pemahaman konsep dan definisi pertanyaan, hingga teknik berkomunikasi dengan responden agar data yang diperoleh sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata Edwin saat kegiatan Pencanangan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 di Fox Harris Hotel Banjarnegara, Jumat (12/6/2026).

Menurut Edwin, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pelaksanaan sensus sebelumnya. Selain mendata seluruh unit usaha, sensus kali ini juga mencakup pemutakhiran data usaha pertanian masyarakat dan pembaruan data sosial ekonomi penduduk.

Ia menjelaskan bahwa integrasi berbagai data tersebut akan menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi ekonomi daerah maupun nasional.

“Sensus ini sangat penting karena menjadi instrumen untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia, termasuk Banjarnegara. Hasilnya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Hasil Sensus Ekonomi Ditargetkan Terbit Akhir 2026

Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Data yang dihasilkan memiliki peran strategis sebagai acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, investasi, pemberdayaan usaha, hingga pengembangan sektor ekonomi daerah.

Secara nasional, pelaksanaan SE2026 telah dimulai sejak Mei 2026 untuk kategori usaha besar dan menengah. Pendataan dilakukan melalui metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), yaitu sistem pengisian data secara mandiri berbasis web.

Untuk memastikan seluruh data dapat terkumpul dengan optimal, BPS juga menyediakan layanan pendampingan bagi pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam proses pengisian data secara daring.

Edwin menambahkan, hasil awal sensus ditargetkan mulai dipublikasikan pada akhir Desember 2026. Informasi yang disajikan akan mencakup profil usaha hingga tingkat wilayah terkecil, sementara indikator ekonomi yang lebih rinci akan diumumkan setelah proses pengolahan data selesai.

Bupati Ajak Masyarakat Berikan Data yang Akurat

Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas.

Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan akan sangat menentukan arah pembangunan daerah di masa mendatang.

“Data hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan pembangunan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat agar seluruh potensi ekonomi Banjarnegara dapat terpetakan dengan baik,” kata Amalia.

Ia menilai data yang valid akan membantu pemerintah dalam melanjutkan program pembangunan yang telah berjalan sekaligus merancang kebijakan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Bupati juga berpesan kepada seluruh petugas lapangan agar menjalankan tugas secara profesional, teliti, dan penuh tanggung jawab.

“Kami berharap seluruh petugas dapat melaksanakan sensus ini dengan baik dan akurat. Data yang dikumpulkan akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan Banjarnegara di masa depan,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dunia usaha, potensi ekonomi daerah, serta dinamika sosial ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kebijakan pembangunan yang diambil dapat lebih efektif, berbasis data, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

*Ikuti media sosial kami.

Kopi hingga Carica Jadi Andalan, Dieng Disiapkan Jadi Wisata Berbasis Pengalaman
Satpol PP Banjarnegara Monitoring Kafe dan Karaoke, Pastikan Patuh Jam Operasional Ramadan
Kemensos Salurkan Santunan Rp440 Juta untuk Korban Longsor Situkung Pandanarum Banjarnegara
Viral Video Miras di Meja Tamu Saat Lebaran, Satpol PP Banjarnegara Amankan 44 Botol dan Periksa Pelaku
Ada Pemulung dan Pekerja TPA Winong, 150 Paket Sembako Kejati Jateng Dibagikan di Banjarnegara
TAGGED:bps banjarnegarakebijakan pemerintahsensus ekonomi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Jemaah haji asal Banjarnegara Empat Kloter Jemaah Haji Banjarnegara Dijadwalkan Tiba pada 25–26 Juni 2026
Next Article Wakhid Jumali kembali pimpin PKB Banjarnegara Wakhid Jumali Pimpin PKB Banjarnegara Periode 2026-2031, Targetkan 10 Kursi DPRD

Berita Terbaru

Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.