Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Run for Rivers Sungai Watch, Gubernur Lari Sambil Punguti Sampah Sungai di Pekalongan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Run for Rivers Sungai Watch, Gubernur Lari Sambil Punguti Sampah Sungai di Pekalongan
Jateng

Run for Rivers Sungai Watch, Gubernur Lari Sambil Punguti Sampah Sungai di Pekalongan

Afifah Anis CH
Last updated: 7 Mei 2026 16:27
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Run For River Sungai Watch
Gubernur ikut terjun langsung bersihkan sampah dalam Run For River Sungai Watch. (dok. Pemprov)
SHARE

PEKALONGAN Pekalongan menjadi salah satu titik penting dalam gerakan lingkungan Run for Rivers Sungai Watch yang digelar Kamis (7/5/2026).

Contents
  • Bersih-Bersih Sungai Kergon Jadi Sorotan
  • Jawa Tengah Hadapi Timbulan Sampah 6,3 Juta Ton per Tahun
  • Sungai Watch Ingin Perluas Gerakan ke Jawa Tengah

Dalam Run For Rivers di Pekalongan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekda Jateng Sumarno turun langsung berlari sambil memunguti sampah sungai bersama warga dan pegiat lingkungan asal Prancis.

Kegiatan tersebut juga diikuti pendiri komunitas Sungai Watch, yakni Gary Benchegib, Sam Benchegib, dan Kelly Benchegib.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian, mulai komunitas pelari, masyarakat umum, hingga pejabat daerah. Mereka memulai lari dari Lapangan Mataram Kota Pekalongan menuju Jalan Sulawesi.

Bersih-Bersih Sungai Kergon Jadi Sorotan

Setibanya di kawasan Kergon, peserta Run For Rivers langsung melakukan aksi bersih-bersih sampah di aliran sungai. Sampah yang menumpuk diangkat menggunakan jaring, kemudian ditimbang sebelum dibawa menggunakan mobil bak terbuka menuju tempat pembuangan akhir.

Aksi tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap kondisi sungai yang masih dipenuhi sampah rumah tangga dan limbah lainnya.

“Datangnya pegiat sampah dari Prancis ini menjadi trigger kita semua untuk memerangi sampah. Zero sampah merupakan prioritas kita. Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Jawa Tengah zero sampah tahun 2028,” kata Ahmad Luthfi.

Jawa Tengah Hadapi Timbulan Sampah 6,3 Juta Ton per Tahun

Menurut Ahmad Luthfi, persoalan sampah di Jawa Tengah harus ditangani secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Saat ini, timbulan sampah di provinsi tersebut mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun dan terus meningkat sekitar 8 hingga 11 persen setiap tahun. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 30 persen yang mampu diolah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun menyiapkan sejumlah strategi penanganan sampah, mulai pembangunan sistem pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF), pengolahan berbasis aglomerasi di Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya, hingga pengolahan regional di Soloraya dan Magelang Raya.

“Provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Maka seluruh kabupaten/kota kita dorong membuat MoU guna mereduksi simpul sampah mandiri,” ujarnya.

Luthfi menegaskan perubahan terbesar harus dimulai dari masyarakat dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Penanganan dilakukan bertingkat mulai rumah, RT/RW, desa atau kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah daerah.

“Kita harus menangani sampah secara komprehensif. Dari hulu sampai hilir harus selesai. Kalau semua bergerak, kelurahan jadi pengepul, kecamatan jadi koordinator, dan kabupaten menjadi penyelesai masalah,” jelasnya.

Sungai Watch Ingin Perluas Gerakan ke Jawa Tengah

Founder Sungai Watch, Sam Benchegib, mengaku terkesan dengan keterlibatan langsung Gubernur Jawa Tengah dalam aksi tersebut.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi energi penting untuk memperkuat gerakan penyelamatan sungai di Indonesia.

“Ini lari untuk menjaga sungai di Indonesia. Sampai sekarang hampir semua sungai ada sampahnya. Semoga perjalanan ini bisa menginspirasi pemerintah dan masyarakat untuk membersihkan sungai,” katanya.

Gary, Sam, dan Kelly Benchegib saat ini tengah menjalankan aksi lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta untuk mengampanyekan penyelamatan sungai dari pencemaran sampah.

Sam juga mengungkapkan keinginan Sungai Watch untuk mulai beroperasi di Jawa Tengah setelah sebelumnya aktif di Bali dan Jawa Timur. Ia menyebut sudah berdiskusi dengan Ahmad Luthfi terkait peluang kolaborasi tersebut.

“Yayasan Sungai Watch ini kecil, jadi harus kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini akan sangat bagus,” ujarnya.

Selama perjalanan melintasi Jawa Tengah, Sam menemukan masih banyak sungai dipenuhi sampah, terutama di wilayah Blora, Demak, Kudus, hingga Pekalongan.

“Ini masalah kita bersama, jadi harus dipikirkan solusinya bersama juga,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Dari “Gerimis” hingga “Tentang Kita”, KLa Project Bikin Ribuan Penonton Harmony of Java 2026 Bernostalgia
Rekor Nasional! 73 Persen Tanah Wakaf di Jawa Tengah Sudah Bersertifikat
Soekarno Run 2026, Tebarkan Semangat Inklusivitas dan Kesetaraan
Target 3 Juta Rumah Dikebut! Pemerintah Pusat–Daerah Bersatu Tekan Backlog Nasional
Percepat Sekolah Inklusi, Wagub Jateng Buka Jalan Pendidikan Setara bagi Anak Disabilitas
TAGGED:lari pungut sampahpedui lingkungansampah sungaisungai watch
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Panitia waisak berdialog dengan gubernur terkait perjalanan spiritual 50 biksu Jalan Kaki, Perjalanan 50 Biksu Lintas Negara Menuju Borobudur Warnai Waisak 2026
Next Article Kunjungan PLN UP Brantas ke PLN UBP Mrica Banjarnegara UBP Mrica Banjarnegara Jadi Benchmark Pengelolaan Lingkungan dan CSR PLN Group

Berita Terbaru

Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.