Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: NPCI Jateng Kini Miliki Asrama Atlet Disabilitas, Dorong Lahirnya Prestasi Paralympic
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > NPCI Jateng Kini Miliki Asrama Atlet Disabilitas, Dorong Lahirnya Prestasi Paralympic
JatengNasional

NPCI Jateng Kini Miliki Asrama Atlet Disabilitas, Dorong Lahirnya Prestasi Paralympic

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 16 April 2026 13:43
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
Asrama Atlet disabilitas
GUbernur Jateng saat menyerahkan tali asih pada atlet disabilitas yang sukses meraih perstasi. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABAR baik datang bagi dunia olahraga disabilitas di Jawa Tengah. Para atlet disabilitas kini memiliki asrama khusus setelah diresmikannya fasilitas milik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah di Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, Rabu (15/4/2026).

Contents
  • Dongkrak Prestasi Atlet Disabilitas Hingga Level Internasional
  • Komitmen Pemerintah: Disabilitas Bukan Batasan
  • Bonus Miliaran Rupiah untuk Atlet Berprestasi
  • Harapan Lahirnya Atlet Paralympic Baru

Peresmian asrama bagi atlet disabilitas ini dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Kehadiran asrama ini menjadi yang pertama dimiliki oleh pengurus NPCI tingkat provinsi di Indonesia, sekaligus menandai keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet disabilitas.

“Gedungnya baru, prestasinya harus lebih baru. Ini menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan capaian,” ujar Luthfi.

Dongkrak Prestasi Atlet Disabilitas Hingga Level Internasional

Keberadaan asrama atlet disabilitas dengan fasilitas yang ramah disabilitas diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi atlet, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selama ini, Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu lumbung atlet paralympic berprestasi. Dominasi tersebut kembali terlihat dalam ajang ASEAN Para Games 2025.

Dari total 85 atlet disabilitas yang berlaga di 16 cabang olahraga, kontingen Jawa Tengah berhasil menyumbang 44 medali emas, 33 perak, dan 39 perunggu, atau sekitar 32,5 persen dari total perolehan medali Indonesia.

Capaian tersebut turut mengantarkan Indonesia menjadi juara umum kedua dalam ajang tersebut.

Komitmen Pemerintah: Disabilitas Bukan Batasan

Gubernur menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sarana dan prasarana bagi atlet disabilitas, termasuk fasilitas latihan dan hunian.

Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi, melainkan potensi yang bisa dikembangkan secara maksimal.

“Disabilitas bukan kekurangan. Jika diasah dengan baik, justru menjadi kekuatan untuk meraih prestasi,” tegasnya.

Bonus Miliaran Rupiah untuk Atlet Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan tali asih lebih dari Rp10 miliar bagi atlet dan pelatih berprestasi.

Penyaluran dilakukan secara bertahap, di mana sebesar Rp4,4 miliar telah diberikan, sementara sisanya akan dialokasikan melalui APBD Perubahan.

Salah satu atlet peraih medali emas, Eliana, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. Atlet angkat besi kelas 41 kilogram itu menerima tali asih sebesar Rp90 juta.

“Ini sangat memotivasi saya untuk terus berprestasi ke depan,” ungkapnya.

Harapan Lahirnya Atlet Paralympic Baru

Para atlet berharap dukungan terhadap olahraga disabilitas terus ditingkatkan, tidak hanya dari sisi penghargaan, tetapi juga fasilitas pembinaan yang berkelanjutan.

Dengan hadirnya asrama NPCI Jawa Tengah, diharapkan semakin banyak atlet paralympic berprestasi lahir dan mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

*Ikuti media sosial kami.

Setahun Pesantren Obah Luthfi–Yasin: 230 Ribu Guru Agama Terima Insentif, Hafiz dan Santri Disiapkan Beasiswa
Hari Jadi ke-81 Jateng: Antea Hidupkan Lagi Karya WR Soepratman di Boyolali
Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Jastip Jabatan di Pemprov Jateng, Semua Lewat Manajemen Talenta
Apresiasi BPJS Kesehatan dan Pemda, Program JKN Ringankan Beban Pengobatan Samsyi
Halalbihalal di Kantor Gubernur, Ahmad Luthfi Rangkul Disabilitas dan Kepala Daerah Perkuat Sinergitas
TAGGED:asrama atletatlet disabilitasparalympic
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dekem menjadi satu solusi tangani krisis air irigasi petani Atasi Krisis Air Irigasi, Warga Pasang Dekem di Sungai Merawu
Next Article Indonesia power UBP Mrica terapkan CED Langkah Nyata PLN Indonesia Power Kurangi Emisi dari Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.