TAHUN 2026 menjadi titik krusial bagi kebangkitan olahraga Jawa Tengah. Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 dipastikan menghadirkan 10.528 atlet dan pelatih dari 35 kabupaten/kota se-Jateng dalam pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Tak sekadar kompetisi empat tahunan, Porprov kali ini akan mempertandingkan 830 nomor pertandingan dan diproyeksikan sebagai batu loncatan strategis menuju target lebih besar: yakni mendukung Jawa Tengah dalam pencalonan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menegaskan komitmen itu usai bertemu dengan Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Selasa (3/3/2026).
“Porprov ini ajang kehormatan bagi prestasi olahraga Jawa Tengah. Insyaallah digelar Oktober 2026 dan diikuti seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.
59 Cabor dan 830 Nomor Pertandingan Dipertandingkan
Pada Porprov XVII nanti, sebanyak 59 cabang olahraga (cabor) dengan total 830 nomor pertandingan akan diperlombakan. Skala ini menjadikan Porprov 2026 sebagai salah satu ajang olahraga daerah terbesar dalam sejarah Jawa Tengah.
Sebagian besar venue akan dipusatkan di kawasan Semarang Raya. Namun beberapa cabang olahraga tetap digelar di daerah lain. Aeromodeling dijadwalkan berlangsung di Blora, sementara balap sepeda akan digelar di Kota Surakarta.
Rencananya, pembukaan Porprov XVII akan berlangsung di Kota Semarang, sedangkan upacara penutupan diselenggarakan di Kabupaten Kendal.
Simulasi Menuju Tuan Rumah PON 2032
Porprov 2026 tidak hanya menjadi ajang adu prestasi atlet, tetapi juga simulasi penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.
Menurut Sujarwanto, berbagai persiapan teknis telah dimatangkan, mulai dari pembentukan Panitia Besar (PB), penyusunan timeline pelaksanaan, hingga proses sayembara logo dan maskot yang kini memasuki tahap akhir. Tiga nominasi telah mendapat persetujuan gubernur, dan pemenang akan diumumkan pada 9 Maret 2026.
“Kami mulai menggalang dukungan untuk bidding tuan rumah PON 2032. Dukungan penuh pemerintah provinsi menjadi faktor penentu,” katanya.
Bagi Jawa Tengah, menjadi tuan rumah PON bukan sekadar soal penyelenggaraan olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat citra daerah dan menunjukkan kapasitas manajemen event nasional.
Gubernur Minta Atlet Difasilitasi Maksimal
Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Porprov 2026 sekaligus langkah pencalonan PON 2032. Ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat memastikan seluruh kebutuhan teknis maupun nonteknis terpenuhi.
Secara khusus, ia menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah untuk mengawal setiap tahapan persiapan.
“Atlet-atlet kita harus dijaga dan dilindungi dengan baik. Koordinasikan semua kebutuhan agar tidak ada yang terhambat,” katanya.
Kepala Dispora Jateng, M Masrofi, menambahkan bahwa Porprov 2026 juga menjadi bagian dari konsolidasi kekuatan menuju PON 2028. Kolaborasi antara pemerintah, KONI, dan pelaku usaha dinilai penting agar penyelenggaraan berjalan profesional dan berdampak ekonomi.
Apresiasi untuk Atlet Berprestasi
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan olahraga, Pemprov Jateng akan memberikan tali asih kepada atlet berprestasi pada 5 Maret 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada peraih medali SEA Games Thailand, Popnas, dan Peparnas.
Sementara itu, atlet peraih medali ASEAN Para Games akan menerima apresiasi pada tahap berikutnya.
Dengan dukungan politik yang solid serta persiapan teknis yang terus dimatangkan, Jawa Tengah tidak hanya bersiap menggelar Porprov XVII sebagai pesta olahraga provinsi. Lebih dari itu, Jateng tengah memanaskan mesin untuk tampil sebagai kandidat kuat tuan rumah PON 2032.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
