UPAYA memperkuat program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan bagi warga binaan terus dilakukan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan kerja dan study tiru ke sektor peternakan yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
Kegiatan tersebut digelar di kawasan Purwasaba Botanical Garden, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kunjungan ini diikuti oleh jajaran Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah bersama sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah Keresidenan Banyumas, termasuk dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara.
Program ini menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan produktif, serta pengembangan pembinaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Pelajari Sistem Pengelolaan Peternakan Modern
Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung ke area peternakan yang berada di lingkungan Purwasaba Botanical Garden. Mereka melihat berbagai fasilitas yang digunakan dalam pengelolaan ternak, termasuk kandang ayam serta sistem pemeliharaan yang diterapkan di lokasi tersebut.
Tak hanya melakukan observasi, para peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi secara langsung dengan pengelola. Berbagai aspek pengelolaan peternakan dibahas secara mendalam, mulai dari perawatan ternak, manajemen kandang, hingga peluang pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan study tiru ini, diharapkan setiap UPT pemasyarakatan dapat memperoleh referensi dalam mengembangkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi.
Rutan Banjarnegara Siap Kembangkan Program Peternakan
Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak inspirasi dalam mengembangkan program pembinaan yang lebih inovatif di lingkungan rutan.
Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dijadikan media pembelajaran sekaligus sarana pemberdayaan bagi warga binaan.
“Kunjungan ini memberikan wawasan dan referensi yang sangat berharga bagi kami dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian, khususnya di bidang peternakan,” ujar Dodik.
Ia berharap hasil dari study tiru tersebut dapat diterapkan secara bertahap di Rutan Banjarnegara sehingga warga binaan dapat memperoleh keterampilan praktis yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat.
Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi
Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis pemasyarakatan di wilayah Jawa Tengah, khususnya di kawasan Keresidenan Banyumas.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengembangan program pembinaan kemandirian yang berdampak langsung bagi warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dengan komitmen dan kerja sama yang berkelanjutan, sektor peternakan di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu program unggulan. Selain memberikan manfaat nyata selama masa pembinaan, keterampilan ini juga membuka peluang bagi warga binaan untuk membangun kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan masa pidana.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
