Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Pergerakan Tanah di Binangun Karangkobar, Rekahan 100 Meter Ancam Permukiman dan Fasum
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Pergerakan Tanah di Binangun Karangkobar, Rekahan 100 Meter Ancam Permukiman dan Fasum
Banjarnegara

Pergerakan Tanah di Binangun Karangkobar, Rekahan 100 Meter Ancam Permukiman dan Fasum

Afifah Anis CH
Last updated: 4 Maret 2026 11:42
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Kondisi pergerakan tanah di desa binangun karangkobar
Peta pergerakan tanah di Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar Banjarnegara. (dok. BPBD Banjarnegara)
SHARE

HUJAN dua hari berturut-turut memicu terjadinya pergerakan tanah di Desa Binangun, Karangkobar, Banjarnegara. Rekahan sepanjang 100 meter mengancam rumah warga, PAUD, dan gedung desa. BPBD pasang EWS dan siapkan jalur evakuasi.

Contents
  • Rekahan Tanah Membentuk Tapal Kuda Sepanjang 100 Meter
  • PAUD dan Gedung Desa Masuk Zona Potensi Bahaya
  • BPBD Pasang EWS dan Siapkan Jalur Evakuasi
  • Faktor Geologi dan Aktivitas Lereng Perparah Risiko
  • Mitigasi Jangka Panjang Tunggu Musim Kemarau

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang memicu pergerakan tanah di Dusun Gintung, Desa Binangun, Kabupaten Banjarnegara. Rekahan yang muncul kian melebar dan kini mengancam rumah warga hingga fasilitas umum di bawah lereng.

Pergerakan tanah pertama kali terdeteksi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Namun situasi memburuk setelah hujan kembali turun pada Selasa (3/3/2026) malam, menyebabkan retakan semakin panjang dan dalam.

Rekahan Tanah Membentuk Tapal Kuda Sepanjang 100 Meter

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengungkapkan bahwa titik rekahan berada di area perkebunan warga yang posisinya lebih tinggi dari permukiman dan sejumlah fasilitas publik.

“Hasil kajian di lapangan menunjukkan panjang area pergerakan tanah mencapai sekitar 500 meter dengan pola membentuk setengah lingkaran atau tapal kuda. Kedalaman rekahan sekitar satu meter, sementara retakan utama memanjang hingga 100 meter,” katanya.

Lokasi pergerakan tanah berada di kawasan perbukitan dengan kemiringan lereng antara 15 hingga 35 derajat. Kondisi ini memang dikenal rawan mengalami pergerakan tanah saat curah hujan meningkat dan tanah dalam kondisi jenuh air.

PAUD dan Gedung Desa Masuk Zona Potensi Bahaya

Ancaman tak hanya menyasar rumah warga. Dua fasilitas umum yang berada di zona rawan turut terdampak, yakni PAUD As-Syifa dan Gedung KDMP milik Pemerintah Desa Binangun.

BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun dalam durasi lama. Rekahan di bagian atas lereng dilaporkan masih aktif berkembang.

“Jika hujan terus mengguyur, sangat mungkin terjadi pergerakan susulan,” katanya.

BPBD Pasang EWS dan Siapkan Jalur Evakuasi

Sebagai langkah tanggap darurat terkait pergerakan tanah di Binangun, BPBD Banjarnegara bersama relawan langsung melakukan sejumlah upaya mitigasi. Tim memasang Early Warning System (EWS) sebagai alat peringatan dini untuk memantau potensi pergerakan tanah lanjutan.

Selain itu, dilakukan pemotongan pohon besar di sekitar lokasi retakan guna mengurangi beban lereng. Rekahan juga ditutup sementara untuk meminimalkan infiltrasi air hujan.

Pemerintah Desa Binangun bersama tim Desa Tangguh Bencana (Destana) turut menyiapkan jalur evakuasi mandiri. Skema ini disiapkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi longsor susulan yang lebih besar.

Faktor Geologi dan Aktivitas Lereng Perparah Risiko

Berdasarkan peta geologi Banjarnegara–Pekalongan, kawasan ini termasuk dalam Formasi Gunungapi Jembangan yang tersusun atas lava andesit, breksi aliran, material piroklastik, lahar, serta endapan aluvium. Struktur batuan tersebut tergolong rentan longsor, terutama di lereng curam dengan akumulasi air tinggi.

Menurut peta kerentanan gerakan tanah dari PVMBG Badan Geologi, wilayah ini masuk kategori kerentanan menengah atau zona kuning. Meski tidak berada tepat di atas sesar aktif, lokasi tanah gerak diapit dua patahan aktif dengan jarak sekitar 500 meter.

Selain faktor alam, aktivitas pengeprasan lereng diduga turut memperlemah struktur tanah. Hilangnya penahan alami di bagian bawah lereng membuat keseimbangan massa tanah terganggu, sehingga memicu pergerakan saat hujan mengguyur.

Mitigasi Jangka Panjang Tunggu Musim Kemarau

Untuk penanganan permanen, diperlukan penataan ulang lahan terdampak. Rekomendasi teknis mencakup pembangunan sistem drainase kedap air guna mengendalikan infiltrasi, serta pembangunan talud atau struktur penahan tebing untuk meningkatkan stabilitas lereng.

Pekerjaan fisik tersebut disarankan dilakukan saat musim kemarau. Saat ini, kondisi tanah masih jenuh air dan berisiko tinggi memicu pergerakan susulan, khususnya di bagian atas lereng yang telah membentuk pola tapal kuda.

BPBD mengimbau warga segera mengosongkan area rawan jika hujan deras turun dalam waktu lama demi menghindari risiko korban jiwa. Perkembangan situasi di Desa Binangun masih terus dipantau oleh tim gabungan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

Pesantren Ramadan 1447 H di Rutan Banjarnegara: Ikhtiar Nyata Membina Spiritualitas dan Harapan Baru Warga Binaan
Kebangkitan Desa Wisata Dawuhan Disambut Antusias Wisatawan Usai Diterjang Bencana
Satgas Pangan Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Tetap Aman Jelang Ramadan
Bursa Sekda Banjarnegara Menghangat, 4 Nama Resmi Lolos Seleksi Awal
Percasi Bidik Pecatur Muda dari Kejurkab, Disiapkan untuk Kejurprov Catur 2027
TAGGED:pergerakan tanahtanah gerak binanguntanah gerak karangkobar
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article siap sambut arus mudik 6 Posko Mudik Lebaran 2026 Disiapkan di Banjarnegara, Jalur Dieng hingga Karangkobar Rawan Longsor
Next Article KONI Jateng audiensi dengan Gubernur bahas Porprov 2026 Porprov Jateng 2026 Siap Digelar, 10.528 Atlet Bertarung di 59 Cabor, 830 Nomor Pertandingan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.