RATUSAN lampion tematik kembali menerangi pusat Kota Perwira dalam gelaran Ramadan Light Festival 2026. Instalasi cahaya warna-warni itu menghiasi kawasan Alun-Alun Purbalingga hingga sejumlah ruas protokol seperti Jalan Jenderal Soedirman, Jalan MT Haryono, dan Jalan Pierre Tendean.
Setelah diresmikan oleh Bupati Fahmi Hanif, pada Kamis lalu, suasana Alun-alu Purbalingga menjadi semakin cantik dengan adanya gelaran Ramadan Light Festival 2026.
Bupati Fahmi menyampaikan bahwa Ramadan Light Festival tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada tahun sebelumnya. Pemerintah daerah kembali menggandeng berbagai pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk menghadirkan suasana Ramadan yang lebih semarak.
“Festival ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan Pemkab Purbalingga dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Harapannya, masyarakat Purbalingga dapat menyambut bulan suci dengan penuh cahaya dan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ramadan Light Festival Digelar Hingga H+7 Lebaran, Dongkrak Ekonomi
Ramadan Light Festival 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 19 Februari hingga 28 Maret 2026 atau sampai tujuh hari setelah Idulfitri. Selain menghadirkan suasana religius dan meriah, festival ini juga disiapkan untuk menyambut para pemudik yang melintasi maupun pulang kampung ke Purbalingga.
Menurut Fahmi, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi kesempatan strategis untuk menggerakkan perekonomian lokal. Kehadiran festival cahaya di pusat kota diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat, memperkuat sektor UMKM, hingga mendorong pertumbuhan wisata malam.
“Nanti banyak pemudik yang datang. Saat mereka menikmati suasana kota, kita harapkan perputaran ekonomi juga ikut bergerak,” tambahnya.
Terbagi dalam Kategori Lomba dan Partisipan
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Sadono, menjelaskan bahwa peserta Ramadan Light Festival 2026 terbagi dalam dua kategori, yakni lomba dan partisipan.
Untuk kategori lomba, peserta berasal dari unsur kecamatan, sekolah menengah atas dan sederajat, serta sekolah menengah pertama dan sederajat. Setiap lima desa di tingkat kecamatan membuat satu lampion, tiga sekolah SMA/SMK/MA membuat satu lampion, dan setiap subrayon SMP/MTs mengirimkan dua lampion.
Sementara kategori partisipan melibatkan Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, perguruan tinggi, puskesmas, BUMD, hingga perusahaan dan pertokoan.
Antusiasme warga pun terlihat sejak malam pembukaan. Windi, warga Babakan, mengaku senang festival lampion kembali digelar. Menurutnya, desain lampion yang unik dan tematik menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda.
“Sambil ngabuburit, foto-foto, dan buka bersama di alun-alun jadi makin seru dan estetik,” katanya.
Dengan gemerlap cahaya yang menerangi jantung kota, Ramadan Light Festival 2026 tidak hanya menjadi simbol penyambutan bulan suci, tetapi juga panggung kebersamaan dan penggerak ekonomi masyarakat Purbalingga.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
