Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Banyumas dan Cilacap Masuk Daftar Bidikan Prioritas Kawasan Industri
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Banyumas dan Cilacap Masuk Daftar Bidikan Prioritas Kawasan Industri
JatengBanyumasCilacap

Banyumas dan Cilacap Masuk Daftar Bidikan Prioritas Kawasan Industri

Afifah Anis CH
Last updated: 21 Februari 2026 14:43
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Banyumas dan Cilacap diusulakn masuk kawasan industri baru
Banyumas dan Cilacap diusulkan menjadi kawasan industri baru di Jawa Tengah. Pemprov Jateng dan DPR RI mempercepat pembentukan 9 kawasan industri untuk mendorong investasi, serapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (dok. Pempriv Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembentukan sembilan kabupaten/kota sebagai kawasan industri baru guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dua dari 9 daerah yang diusulkan masuk dalam pengembangan kawasan industry tersebut adalah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap.

Contents
  • DPR RI Dukung Iklim Investasi dan Relokasi Kawasan Industri ke Jateng
  • UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Penguatan Ekonomi
  • Transformasi Ekonomi Jateng Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Selain dua wilayah itu, daerah lain yang masuk dalam rencana penguatan kawasan industri meliputi Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Kebumen.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri menjadi strategi utama untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang tidak terpusat di satu wilayah saja.

“Kunjungan ini menjadi panduan bagi kita untuk memperkuat langkah-langkah strategis ke depan,” ujar Ahmad Luthfi usai menerima kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Menurutnya, pengembangan industri akan disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

DPR RI Dukung Iklim Investasi dan Relokasi Kawasan Industri ke Jateng

Langkah percepatan ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyatakan pihaknya siap mengawal sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar iklim investasi semakin kondusif.

Ia menyebut Jawa Tengah kini menjadi tujuan relokasi industri dari sejumlah daerah lain, terutama karena faktor upah yang kompetitif dan ketersediaan lahan yang masih luas.

“Jawa Tengah sekarang menjadi primadona investasi. Kawasan industri berkembang luar biasa, termasuk di Batang. Industri dari Jawa Barat dan Jakarta pasti bergeser ke Jawa Tengah,” ujarnya.

UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Penguatan Ekonomi

Tak hanya fokus pada industri besar, Pemprov Jateng juga memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya hampir empat juta unit. Ahmad Luthfi menilai UMKM harus menjadi fondasi ekonomi daerah sekaligus didorong naik kelas melalui pendampingan, akses permodalan, hingga perluasan pasar.

“Ini harus tumbuh kembang menjadi perekonomian penggerak di basis bawah. Sehingga perlu ada pendampingan, modal, pemasaran, dan lain sebagainya,” tegasnya.

Selain itu, sektor ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja mandiri. Pemprov juga memastikan lebih dari 1.000 desa wisata di Jawa Tengah mendapatkan pembinaan teknis, penguatan pemasaran, pendanaan, hingga promosi berkelanjutan.

Transformasi Ekonomi Jateng Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Dengan dukungan legislatif dan penguatan kebijakan daerah, Jawa Tengah membidik transformasi ekonomi berbasis kawasan industri, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan berkelanjutan.

Pengembangan Banyumas dan Cilacap sebagai kawasan industri baru diharapkan mampu memperluas distribusi investasi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan selatan Jawa Tengah.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah tengah bergerak cepat menjadi salah satu magnet investasi nasional.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

Hari Jadi ke-81 Jateng: Antea Hidupkan Lagi Karya WR Soepratman di Boyolali
Speling Jangkau 18 Juta Warga, Taj Yasin Bidik Penguatan Medical Tourism Jateng
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Bikin Pati Bau, Gubernur Luthfi Perintahkan Dikubur Pakai Alat Berat
Taj Yasin Raih Budai Award 2026 Unissula, Sebut Kepemimpinan adalah Kerja Tim
Ribuan Warga Masih Mengungsi, Pemprov Percepat Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal
TAGGED:banyumas rayakawasan industri
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ekonomi jateng tumbuh Ekonomi Jateng Melonjak 5,37 Persen, Kemiskinan Turun di Tahun Pertama Kepemimpinan
Next Article Setahun Luthfi-Yasin, investasi tumbuh Dari Ujian Bencana hingga Lompatan Ekonomi dan Investasi, Setahun Luthfi–Yasin Pimpin Jawa Tengah

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.