BUPATI Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan PKK memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan, mulai dari penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan literasi, hingga pemberdayaan UMKM menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Purbalingga Fahmi menegaskan pentingnya peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sebagai ujung tombak pembangunan keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, saat menghadiri Temu Kader PKK dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Purbalingga yang digelar di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Selasa (30/6/2026).
Menurut Fahmi, keluarga yang tangguh merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Oleh karena itu, keberadaan PKK harus mampu menjadi motor penggerak perubahan hingga ke tingkat keluarga.
“Ini adalah tantangan yang mau tidak mau harus kita hadapi. Di saat yang sama kita juga masih memiliki pekerjaan besar untuk menekan angka stunting, menurunkan kemiskinan ekstrem, meningkatkan literasi masyarakat, serta mempercepat perputaran ekonomi melalui pemberdayaan UMKM,” ujar Fahmi.
Ia menilai tantangan pembangunan saat ini tidak lagi bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PKK yang selama ini memiliki jaringan hingga tingkat desa dan keluarga.
PKK Diminta Tak Hanya Fokus pada Urusan Rumah Tangga
Dalam arahannya, Fahmi menegaskan bahwa gerakan PKK harus bertransformasi dan tidak lagi hanya identik dengan aktivitas domestik. Sebagai mitra strategis pemerintah, PKK diharapkan mampu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“PKK harus menjadi garda terdepan pembangunan keluarga. Perannya tidak hanya mendampingi keluarga di tingkat rumah tangga, tetapi juga ikut menyelesaikan berbagai persoalan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Fahmi, transformasi tersebut telah terlihat melalui berbagai rangkaian kegiatan HKG PKK ke-54 yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Beragam kegiatan digelar dalam peringatan tahun ini, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran bantuan bagi masyarakat Desa Serang, Kecamatan Karangreja, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita stunting, lomba Jingle Budaya Literasi, lomba penyajian menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), hingga bazar UMKM binaan PKK.
“Semua ini membuktikan bahwa PKK mampu hadir di berbagai sektor kehidupan. Semoga langkah-langkah baik ini terus istiqomah dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
HKG PKK ke-54 Perkuat 10 Program Pokok PKK Menuju Indonesia Emas 2045
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif, mengatakan peringatan HKG PKK ke-54 mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”
Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan PKK harus terus memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK sebagai dasar pemberdayaan keluarga sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
“Melalui tema ini, kami ingin memastikan gerakan PKK tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa TP PKK Kabupaten Purbalingga terus mendorong regenerasi kader melalui berbagai inovasi program yang lebih kreatif, adaptif, dan sesuai dengan karakter generasi muda.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan gerakan PKK agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman sekaligus melahirkan kader-kader baru yang siap menjawab tantangan pembangunan daerah pada masa mendatang.
PKK Diharapkan Terus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Daerah
Peringatan HKG PKK ke-54 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para kader, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga sebagai pusat pembangunan masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat, berbagai persoalan seperti stunting, kemiskinan, rendahnya literasi, hingga penguatan ekonomi keluarga diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami
