KABARBANYUMASRAYA.COM – Bukan hanya soal persaingan meraih prestasi. Kenyamanan venue dan keramahan panitia lokal turut menjadi pengalaman berkesan bagi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ Nasional) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Jawa Tengah.
Hal itu dirasakan peserta cabang kaligrafi yang berlomba di Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro (Undip), Pleburan, Kota Semarang.
Ruang perlombaan yang nyaman, suasana relatif tenang, serta pendampingan panitia lokal dinilai membantu peserta menjaga konsentrasi selama menyelesaikan karya.
Peserta Kaligrafi Puji Kenyamanan Venue
Peserta kaligrafi dekorasi putri dari DKI Jakarta, Pevi Diana, mengatakan perlombaan menggunakan media triplek dengan waktu pengerjaan delapan jam, termasuk waktu istirahat.
Persiapan dilakukan sejak dua hari sebelum lomba setelah peserta menerima makro soal.
“Untuk kaligrafi dekorasi itu di triplek dengan waktu delapan jam, sudah termasuk istirahat,” kata Pevi.
Menurut dia, Auditorium Imam Barjo memberikan suasana yang mendukung konsentrasi. Area lomba juga dibuat lebih privat karena penonton tidak diperbolehkan masuk ke ruang perlombaan.
“Untuk arena dan segala macamnya enak, nyaman. Ruang privasi lebih ada. Lebih terjaga,” ujarnya.
Kenyamanan tersebut menjadi salah satu faktor penting bagi peserta kaligrafi yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan karya secara detail.
Panitia Lokal Dinilai Ramah dan Sigap
Selain venue, pelayanan panitia lokal juga mendapat apresiasi. Pevi menilai para liaison officer (LO) yang mendampingi peserta cukup sigap memenuhi kebutuhan selama kegiatan.
Menurutnya, panitia tidak hanya membantu urusan transportasi, tetapi juga menciptakan suasana yang akrab selama mendampingi peserta.
“Asyik banget. Di mobil segala macam mereka langsung prepare dan ramah-ramah. Kalau mengantar ke mana-mana mereka selalu ramah, ngajak ngobrol,” ungkapnya.
Pevi sendiri bukan kali pertama mengikuti MTQ nasional. Sejak 2020, dia telah mengikuti sejumlah gelaran nasional, mulai dari Padang, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur.
Dalam sejumlah keikutsertaan tersebut, Pevi pernah meraih juara harapan satu di Kalimantan Timur, juara harapan tiga di Kalimantan Selatan, serta masuk 10 besar saat tampil di Padang.
Tahun ini, targetnya lebih tinggi, yakni menembus babak final dan meraih juara pertama.
“Semoga final dan juara satu tahun ini,” harapnya.
Peserta Papua Barat Rasakan Suasana Lomba MTQ Nasional yang Kondusif
Kesan positif juga disampaikan Andi Faiz Azizi, peserta cabang kaligrafi hias mushaf yang mewakili Papua Barat.
MTQ Nasional XXXI 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang MTQ tingkat nasional sekaligus kunjungan perdana ke Jawa Tengah.
“Saya sebagai cabang kaligrafi hias mushaf mewakili Provinsi Papua Barat dalam MTQ Nasional tahun 2026. Ini yang pertama kali dan perdana mengikuti. Alhamdulillah, bisa berkontribusi dalam event ini,” kata Andi.
Dia menilai venue perlombaan cukup luas dan nyaman. Suasana ruangan yang sejuk dan tidak terlalu bising juga dinilai ideal untuk peserta kaligrafi yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
“Tempatnya cukup luas dan nyaman. Pada umumnya kaligrafi itu tempat yang sejuk dan tidak terlalu berisik, dan saya rasa di sini cukup bagus dan efisien,” terangnya.
Andi mengaku bersyukur telah menyelesaikan karya kaligrafi hias mushaf yang dilombakan. Kini, dia berharap hasil karyanya mampu mengantarkan Papua Barat meraih prestasi.
“Alhamdulillah tadi sudah selesai karyanya. Insyaallah juara saja sih,” pungkasnya.
Usai Lomba, Peserta Ingin Jelajah Semarang
Di balik keseriusan mengikuti kompetisi, peserta juga menyimpan keinginan menikmati suasana Jawa Tengah.
Pevi, misalnya, sudah mencari informasi mengenai kuliner dan tempat wisata di Semarang melalui media sosial. Dia juga tertarik mengunjungi bazar MTQ Nasional untuk melihat berbagai produk yang ditawarkan.
“Jalan-jalan sih, karena sudah lihat di TikTok, cari-cari food-nya apa saja, terus tempat wisatanya. Pingin banget ke bazar MTQ untuk lihat apa saja yang ada di sana,” tuturnya.
Sementara Andi juga berharap dapat mencicipi makanan khas Jawa Tengah dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai.
“Jalan-jalan ke Jawa Tengah, mau coba jalan-jalan ke tempat wisata. Makanan khas sini sih mau,” katanya.
Bagi para peserta, MTQ Nasional XXXI 2026 tidak hanya menjadi arena untuk menunjukkan kemampuan dan mengejar prestasi. Kenyamanan venue serta keramahan panitia lokal turut membuat pengalaman berkompetisi di Jawa Tengah semakin berkesan.
*Ikuti media sosial kami.
